Yang Muda yang Bertani

Filed in dari redaksi, Rubrik Tetap by on 01/10/2019

Sebagian karyawan Majalah Trubus (mengenakan kaus hijau) usai perlombaan tradisional antarperusahaan di bawah Yayasan Bina Swadaya.

 

Keluhan yang jamak terdengar ketika hendak beragribisnis adalah keterbatasan modal. Kita bisa belajar dari Asep Kurnia, Erik Prasetya, Koes Hendra Agus Setiawan, atau Puji Hatmoko. Asep Kurnia memperoleh buah tangan berupa benih rosmari Rosmarinus officinalis, oregano Origanum vulgare, dan time Thymus vulgaris. Rekannya baru pulang dari Taiwan dan memberikan oleh-oleh benih tanaman bumbu itu. Oleh-oleh itulah modal bagi petani di Bandung, Jawa Barat, yang mengembangkannya menjadi besar.

Erik Prasetya memulai usaha kombucha dari kamar kos yang sempit di Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sementara Koes Hendra memanfaatkan kandang percobaan di kampus Institut Pertanian Bogor untuk mengawali peternakan ulat hongkong. Semula memang banyak yang menertawakan dan mencibir impian anak-anak muda. Lihat saja Puji Handoko yang menjawab pertanyaan dosen, “Apa cita-cita kalian setelah lulus sebagai apoteker?” Teman sekelasnya waktu kuliah profesi apoteker menertawakannya karena Puji bercita-cita menjadi peternak lele.

Mereka memiliki persamaan: muda, usia masih 20-an tahun, sukses menggeluti agribisnis, gigih, dan mengakrabi gawai. Keterbatasan bukan akhir segalanya. Kita teringat ucapan konsul Romawi, Appius Claudius Caecus, “Faber est suae quisque fortunae.” Setiap orang adalah perancang nasibnya sendiri. Maka Asep, Erik, Koes, dan Puji telah merancang garis kehidupannya. Pembaca yang budiman, redaksi mengetengahkan generasi milenial yang sukses menggeluti agribisnis sebagai topik Majalah Trubus edisi Oktober 2019. Pengerjaan edisi itu di antara banyak kegiatan awak redaksi seperti perlombaan antarperusahaan di bawah naungan Yayasan Bina Swadaya.

Tema itu pas untuk memperingati Sumpah Pemuda pada Oktober 2019. Kehadiran 45 petani muda itu semoga jawaban atas masygulnya banyak kalangan terhadap hasil Sensus Pertanian 2013, yakni terjadinya aging farmer alias menuanya para petani. Hasil Sensus Pertanian 2013 menunjukkan, 60,8% usia petani lebih dari 45 tahun. Hampir sebagian besar (73,97%) mereka berpendidikan setingkat Sekolah Dasar (SD). Akses mereka terhadap teknologi pun rendah.

Tidak ada salahnya kita mengikuti jejak mereka, menekuni agribisnis. Oleh karena itu, redaksi juga mengundang pembaca yang terhormat untuk mengikuti kelas Trubus. Pada Oktober 2019 Majalah Trubus membuka kelas budidaya lele, teknik budidaya magot, ikan gabus, dan budidaya vanili—empat komoditas yang prospektif. Silakan hubungi rekan Dian untuk bergabung dengan peserta lain.***

Salam,

 

Sardi Duryatmo

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software