Wisata Anggur Datang, Petik, & Nikmati Ninel

Filed in Buah, Majalah by on 08/09/2020

Ninel di Plumbungan, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, sangat manis dengan kandungan gula 18—22 brix .

Wisata petik anggur ninel yang manis dan lebat di Kampung Plumbungan.

Pemangkasan penting agar anggur senantiasa berbuah.

Dompolan buah anggur ninel yang bergelantungan di pekarangan amat menarik. Buah lebat dengan bentuk bulat lonjong. Warna kulit buah ninel merah gelap bersemu ungu saat masak sempurna. Sangat kontras dengan hijau dedaunan. Panorama itu mengundang siapa saja yang melintas untuk mampir ke Dusun Plumbungan, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Harap mafhum hampir semua warga Dusun Plumbungan menanam anggur di pekarangan rumahnya. Oleh karena itu, dusun itu sohor dengan sebutan kampung anggur. “Saat ramai bisa mencapai 300 orang per hari datang ke rumah,” kata Rio Aditya, warga setempat. Para pengunjung berdatangan ke kampung anggur karena ingin memetik buah.

Kewalahan

Pengunjung hanya membayar Rp100.000 agar dapat memetik sekilogram anggur dan membawanya pulang. Harga itu sejatinya bukan untuk buah melainkan pengalaman
menyaksikan lebatnya buah anggur, memetiknya langsung, dan berswafoto dengan latar tanaman anggur. Wisata kampung anggur Plumbungan bermula ketika Desa Sumbermulyo mengadakan lomba antardusun untuk memeriahkan ulang tahun desa.

Baca juga : Singkap Khasiat Anggur Laut

“Warga diminta menampilkan ikon masing-masing dusun. Saat itu sudah banyak warga dusun yang menanam anggur terutama di RT 04 sehingga kami menjadikan anggur sebagai ikon dusun,” kata Rio Aditya. Alumnus Pendidikan Bimbingan Konseling Universitas Negeri Yogyakarta itu juga menanam anggur ninel pada 2014.

Rio Aditya, penggagas kampung anggur Plumbungan di Bantul.

Sejak 2017 warga Plumbungan membuka kunjungan petik anggur di pekarangan. Tiga tahun berselang, ada 180 rumah di Plumbungan yang menanam anggur di pekarangan. Total terdapat lebih dari 200 rumah di dusun Plumbungan. Jumlah anggur yang ditanam juga meningkat. Setiap rumah memiliki lebih dari satu tanaman. “Paling banyak 10—12 tanaman setiap pekarangan,” kata pemilik Satriya Grape Farm itu. Jumlah itu masih kurang untuk melayani permintaan pengunjung.

Selain petik buah, pengunjung antusias berfoto di antaran tanaman anggur.

Masa panen biasanya berlangsung pada Juli—Oktober. Selain bulan itu, kondisi tanaman tanpa buah atau bahkan gundul setelah pemangkasan. Pada awal Agustus 2020, Rio dan warga Plumbungan lain sudah kehabisan buah anggur. Namun, pengunjung masih ada. Rio kewalahan melayani pengunjung. Hal itu lantaran pengunjung bersikeras memetik anggur padahal belum masak sempurna.

“Mereka penasaran dan telanjur datang. Buah mentah yang masih hijau pun dipetik. Padahal rasanya masih masam,” kata Rio. Ninel masak sempurna pada umur 135 hari setelah pangkas. Rasanya manis segar dengan kandungan gula cukup tinggi mencapai 18—22° briks. Anggur ninel lebih manis daripada anggur yang lumrah ditemui di pasar.
Sebagai perbandingan, nira tebu memiliki kandungan gula 18° briks. Ukuran buah tergolong besar dengan panjang berkisar 2,1—2,5 cm dan diameter 1,4—1,9 cm.
Dompolannya lebat dengan bobot 0,7—1 kg per dompol. Pantas saja pengunjung tak tahan melihat ninel tanpa memetik dan mencecap rasanya.

Tepat pangkas

Sejatinya membuahkan anggur ninel relatif mudah. Menurut Rio kuncinya pada pemangkasan dan pemupukan. Pemangkasan pondasi biasanya pada Januari—April. Setelah itu dilanjutkan dengan pemangkasan untuk pembuahan. “Jika disiplin menerapkan jadwal itu, anggur bisa dipanen pada Juli—Agustus,” kata Rio. Perawatan rutin menyebabkan anggur ninel berumur 3 tahun mampu berbuah hingga 50 kg per tanaman per tahun. Kurang dari 3 tahun, produktivitasnya sekitar 12 kg per tanaman.

Dr. Ir. Winarso Drajad Widodo, M.S., peneliti di Fakultas Pertanian IPB.

Peneliti dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor, Dr. Ir. Winarso Drajad Widodo, M.S. mengatakan, anggur di habitat aslinya mulai berbunga setelah musim semi. Pada musim semi muncul tunas baru pada bagian bekas pangkas musim gugur sebelumnya. Ada tunas yang membawa tandan buah, tapi ada juga yang tidak.
“Setahun anggur hanya bisa berbuah sekali dengan periode panen pada musim panas,” ujar Winarso yang meriset anggur saat menempuh studi doktor di Okayama University, Jepang. Musim semi dan panas di negara subtropis memiliki rentang suhu yang mirip dengan negara tropis seperti Indonesia. Oleh karena itu, anggur dapat berbunga setelah dipangkas.

Bahkan Winarso mengatakan, ada peluang untuk membungakan 2—3 kali setahun. Namun ia mengingatkan pembuahan terus-menerus di daerah tropis dapat menurunkan kualitas buah. “Kualitas buah kurang baik atau masam. Pengaturan pemangkasan menjadikan anggur di daerah tropis bisa diatur pembuahannya,” kata dosen Produksi Tanaman itu.

Terbukti ninel telah beradaptasi dengan baik di Bantul sehingga menghasilkan buah yang sangat manis. Pada awal 2019, ninel di Plumbungan itu resmi terdaftar sebagai varietas lokal Kabupaten Bantul. Bupati Bantul Suharsono mendaftarkan dengan nama baru satriya tamansari 1. (Sinta Herian Pawestri)

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software