Wajah Baru Salvia

Filed in Uncategorised by on 08/11/2013 0 Comments

Empat varian salvia berwarna ungu, jingga, putih, dan merah muda.

Taman salvia di kebun Benny Tjia di Megamendung, Jawa BaratTanaman setinggi 40—50 cm mencuri pandangan saat tiba di kebun Benny Tjia PhD di kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dari ujung tanaman tumbuh menjulang setangkai bunga berbentuk tabung berwarna ungu. Itulah varian Salvia splendens teranyar yang Benny datangkan dari Belanda.

Menurut Benny salvia berbunga ungu belum banyak dikembangkan di tanahair. “Selama ini salvia identik berbunga merah,” ujar Benny. Namun, penyilang dari Amerika Serikat berhasil menciptakan salvia dengan warna lebih beragam. Selain yang berbunga ungu, Benny juga memboyong 3 varian salvia lain dari Belanda: putih, jingga, dan merah muda. Selvia banyak dimanfaatkan sebagai tanaman taman.

 

Lebih Rimbun

Keunggulan salvia anyar di kebun Benny juga bersosok lebih pendek, yakni hanya 40 cm. Tinggi tanaman salvia yang lebih dahulu beredar di tanahair biasanya mencapai semeter. Penyilang sengaja membuatnya lebih pendek sehingga tanaman tidak mudah patah jika kena angin kencang atau hujan sangat deras. Salvia hibrida itu memiliki panjang tangkai bunga sekitar 20—25 cm dan batang daun 15—20 cm.

Salvia splendens burgundySosok yang lebih pendek membuat tanaman terlihat rimbun. Menurut Benny jika ingin membuatnya lebih rimbun dan terlihat dominan bunga, pangkas saja 1—2 ruas pucuk. Dari bekas pangkasan itu muncul 2—3 tunas bunga baru yang kelak mekar bersamaan. Sosok tanaman pun terlihat rimbun menyerupai tanaman perdu. “Kalau tanaman rimbun bisa menghemat biaya pembuatan taman karena jarak tanam bisa renggang,” ujar pemilik nurseri Mandiri Jaya Flora itu.

Jika tanaman tanpa pemangkasan, perlu jarak tanam 15 cm x 15 cm agar terlihat rimbun. “Dengan pemangkasan jarak tanam bisa lebih renggang, yaitu 40 cm x 40 cm,” kata alumnus Universitas Missouri, Amerika Serikat, itu. Sinar matahari penuh juga diperlukan untuk membuatnya tumbuh lebat bunga.

Salvia splendens orangeBenny menuturkan jika bunga sudah layu, pangkas lagi  tanaman dari pangkal bunga. Dari bekas pemangkasan itu nanti kembali muncul bunga. Setelah bunga kedua layu, Benny menyarankan untuk menggantinya dengan tanaman baru. “Pada bunga berikutnya pertumbuhan bunga akan jelek, tinggi bunga tidak beraturan, dan waktu berbunga tidak serempak,” ujarnya.

Kelebihan lain salvia hibrida teranyar itu bisa ditanam pada musim hujan. “Jika dalam waktu 4 bulan bunga mekar sempurna, itu sudah memenuhi kriteria bagus,” ujar Benny.  Sebagai tanaman semusim, salvia biasanya tumbuh baik jika ditanam ketika musim panas. Daya tahan bunga juga lebih baik. Bunga tidak rontok meski tanaman disiram saat matahari terik.

 

Perawatan mudah

Menurut perancang taman di Depok, Provinsi Jawa Barat, Ir Hari Harjanto, karakter salvia hibrida yang bersosok katai dan terlihat rimbun sangat baik sebagai elemen taman. Dalam penataan taman, Hari biasanya mengombinasikan salvia dengan tanaman semusim lain, seperti tagetes, krisan, dan dahlia. Dengan kombinasi itu akan memudahkan saat penggantian tanaman karena bisa dilakukan secara serentak.

Salvia splendens putihWarna yang mencolok membuat tanaman anggota famili Lamiaceae itu cocok digunakan sebagai “pewarna” taman agar tidak terlihat monoton. “Namun, agar warna bunga menarik tanaman mesti terpapar sinar matahari penuh. Kalau kekurangan sinar matahari bunga menjadi sedikit dan warnanya terlihat kusam sehingga kurang menarik.,” ujar Hari. Perancang taman di Bandung, Jawa Barat, Iwan Irawan, biasanya memadukan salvia dengan tanaman penutup tanah yang tingginya kurang dari 40 cm, seperti lantana, irish, dan opiophogon.

Salvia anyar itu juga tergolong bandel sehingga lebih mudah perawatannya. Untuk perawatan cukup berikan 3 kg pupuk NPK 15:15:16 per 10 meter area tanam. Pupuk itu berperan memacu pertumbuhan dan meningkatkan warna hijau sehingga proses fotosintesis berjalan baik. “Tanaman sehat dan subur maka bunga pun akan mekar sempurna,” ujar Benny. Penyemprotan pestisida secara rutin pun perlu dilakukan untuk mencegah hama dan penyakit.

Benny menuturkan penanaman langsung di tanah memang lebih baik karena perakaran menjadi lebih besar, menyebar, kuat, dan sehat. “Kalau di pot akarnya cenderung pendek karena ruang hidupnya terbatas. Tapi di pot juga bisa tumbuh subur, tergantung perawatan,” ujar Benny. Jika ditanam dalam pot perhatikan kebutuhan nutrisi dan media tanam. Dengan perawatan itu, salvia tetap tampil cantik meski hadir dalam balutan pot. (Pressi HF)

 

Powered by WishList Member - Membership Software