Vitamin untuk Imunitas

Filed in Inspirasi, Majalah by on 10/03/2021

Beragam kacang-kacangan, pangan kaya vitamin E berperan meningkatkan imun.

Sistem kekebalan tubuh cenderung menurun seiring dengan penambahan umur. Itulah sebabnya mengonsumsi suplemen sebagai upaya menjaga sistem imun. Menurut guru besar di bidang Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, M.S., kekebalan tubuh menurun seiring bertambahnya usia. Ciri menurunnya kekebalan tubuh yakni merosotnya jumlah dan aktivitas sel-sel T antara lain berfungsi melawan virus dan sel tumor.

Berkurangnya sel-sel T juga akan mengurangi efektivitas sel darah putih untuk menyingkirkan penyakit infeksi yang masuk ke dalam tubuh. Perbaikan sistem kekebalan tubuh bisa dengan pemenuhan vitamin dan mineral, antara lain vitamin E dan seng. Ali menuturkan, sel limfosit dan mononuclear di dalam tubuh manusia mengandung konsentrasi vitamin E paling tinggi. Hal itu mengindikasikan betapa pentingnya vitamin E di dalam fungsi kekebalan tubuh.

Vitamin E dapat ditemukan pada makanan berlemak seperti minyak sawit, minyak kedelai, minyak jagung, kacang-kacangan dan biji-bijian. Menurut Ali, makanan konsumsi sehari-hari rata-rata bisa memperoleh kurang lebih 25 IU vitamin E. Untuk mendapatkan vitamin E dosis tinggi seringkali orang mengandalkan suplemen. Kebanyakan pakar menyebutkan bahwa dosis harian suplemen vitamin E sebesar 400-800 IU masih dikatakan aman. Keracunan vitamin E dapat terjadi bila konsumsi melebihi 3200 IU setiap hari.

Adapun seng bisa berfungsi untuk meremajakan kelenjar timus. Kelenjar timus berperan sebagai pabrik kekebalan tubuh. Pada waktu lahir manusia memiliki kelenjar timus berukruan lebih besar dari jantungnya. Semakin bertambah usia, kelenjar timus semakin mengecil sehingga kehilangan dayanya sebagai pabrik kekebalan tubuh. Dosis rendah mineral seng akan mampu memulihkan 80% fungsi timus.

Dosis harian 15-30 mg seng cukup untuk membuat optimal fungsi kekebalan tubuh. Namun, dosis terlalu tinggi hingga 50 mg justru bisa membuat kekebalan tubuh berkurang. Sumber seng banyak ditemukan pada pangan hewani seperti daging, kerang-kerangan dan tiram. Upaya lain menjaga sistem kekebalan tubuh dengan memperhatiakan pola makan. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software