Vinegar Air Kelapa Pengawet Alami Pengganti Formalin

Filed in Peristiwa by on 08/04/2020

Mutu dan keamanan pangan mesti menjadi pertimbangan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pangan harian. Harapannya stamina dan kesehatan terjaga terutama di masa pandemi covid-19. Sayangnya masih banyak pedagang yang memakai pengawet berbahaya seperti formalin dalam bahan pangan seperti karkas ayam, tahu, dan ikan. Kurangnya wawasan, berharga murah, dan kemudahan penggunaan menjadi alasan pedagang memilih formalin sebagai pengawet.

Padahal penggunaan formalin sangat membahayakan kesehatan seperti memicu perkembangan sel kanker dan iritasi pada saluran pernapasan. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Dr. Fadjry Djufry, mengatakan Balitbangtan telah mengembangkan vinegar air kelapa yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti formalin. “Vinegar air kelapa merupakan jawaban atas kecemasan masyarakat terkait penggunaan pengawet yang tidak aman”, kata Fadjry.

Lebih lanjut ia menuturkan keamanan pangan merupakan salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan sistem pangan. “Masyarakat harus diberikan perlindungan terkait pangan yang dikonsumsinya sehingga aman bagi kesehatan dan keselamatan jiwa. Untuk itu pangan yang tersedia perlu dijamin aman dikonsumsi, mulai dari tahap produksi (budi daya), pemanenan, pengolahan, penyimpanan, distribusi, dan peredaran hingga ke tangan konsumen”, katanya.

Kepala Balai Besar Pascapanen, Dr. Prayudi Syamsuri, menjelaskan bahwa vinegar air kelapa merupakan pengawet alami yang pembuatannya sederhana dengan proses fermentasi. “Teknologi yang digunakan relatif sederhana, murah, dan ramah lingkungan. Produk itu bisa menjadi pilihan bagi pedagang karena mampu menghambat pertumbuhan mikrob patogen seperti Salmonella thyphimurium, E. coli, S. Aureus, dan Listeria monocytogenes”, ujarnya.

Kini produk itu tengah menjalani kajian intensif oleh BPOM dan Tim Pakar BPOM untuk diusulkan sebagai salah satu bahan tambahan pangan (BTP) asal bahan alam. Hal itu juga sejalan dengan yang dilakukan oleh BPOM sebagai dukungan inovasi terhadap hasil riset di bidang pangan olahan. Sinergi itu diharapkan terus terjadi mengingat banyaknya hasil riset pangan olahan yang dihasilkan oleh Balitbangtan.

Selain sudah dipatenkan, vinegar air kelapa sudah dikembangkan menjadi bentuk bubuk sehingga lebih praktis digunakan dan didistribusikan. Salah satu mitra BB Pascapanen yang sudah mengembangkan teknologi itu yakni UD. Gunungsari Wiar Sadana. Produk itu juga sudah banyak dikenalkan di pasar-pasar tradisional di Kota Bogor, DKI Jakarta, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), lingkup BPTP, dan instansi terkait di Indonesia.

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software