Veronica Tan: Lahan Sempit Bukan Aral

Filed in Sayuran by on 13/10/2015
Veronica Tan

Veronica Tan

Tri Sugiarti senang bukan main memperoleh tambahan pendapatan Rp1-juta. Itu hasil penjualan 107 kg beragam sayuran daun seperti bayam, caisim, dan pakcoy hasil budidaya di lahan kosong dekat kediaman. Rumahnya di Pesanggahan, Jakarta Selatan, dekat sarana olahraga. Pada akhir pekan pertengahan September 2015, usai berolahraga warga membeli sayuran segar itu. Ia menjual Rp10.000—Rp15.000 per kg sayuran.

Kini banyak pekarangan yang bertahun-tahun menganggur, berubah hijau oleh kehadiran beragam sayuran. Masyarakat Jakarta kini memang tengah demam bercocok tanam. Itu antara lain berkat program kerja sama antara Bank Indonesia, kader PKK Provinsi DKI Jakarta, dan Majalah Trubus. Bentuk program berupa penanaman cabai dan sayuran daun dalam polibag di lima wilayah kota Jakarta.

Warga sangat antusias memanfaatkan pekarangan. Berapa luas lahan pertanian perkotaan? Bagaimana warga mengatasi hambatan budidaya? Untuk menjawab beragam pertanyaan itu, reporter Trubus, Desy Sayyidati Rahimah menemui Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, Veronika Tan di gedung PKK Melati Jaya, Kebagusan, Jakarta Selatan. Istri Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama itu menjawab setiap pertanyaan reporter Trubus denga runut. Berikut petikan wawancaranya.

Budidaya sayuran dalam polibag di pekarangan menyediakan pangan segar untuk keluarga.

Budidaya sayuran dalam polibag di pekarangan menyediakan pangan segar untuk keluarga.

Program pertanian perkotaan kini dilaksanakan di berbagai wilayah di Jakarta. Bagaimana tanggapan Anda terkait hal itu?
Itu adalah program yang bagus. Pertanian perkotaan sebenarnya program yang akan masuk dalam ruang publik terpadu taman ramah anak (RPETRA) pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Area penanaman di Jakarta sebenarnya kurang, RPETRA sebenarnya lahan besar yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berlatih menanam. Saya menginginkan ibu-ibu tidak perlu ke pasar untuk membeli sayuran karena mereka bisa menanam sendiri. Meski harga sayuran naik atau terjadi inflasi bukan masalah buat mereka. Saya harapkan program pertanian perkotaan juga masuk ke rumah susun. Penyampaian segala macam bentuk edukasi dan informasi mudah masuk ke sana. Hanya tinggal panggil, bertemu, dan lakukan.

Teknologi budidaya tanpa tanah juga diadopsi dalam program pertanian perkotaan.

Teknologi budidaya tanpa tanah juga diadopsi dalam program pertanian perkotaan.

PKK bejerjasama dengan Bank Indonesia tengah mengiatkan anggotanya untuk menanam beragam sayuran. Sementara lahan di kota besar seperti di Jakarta amat terbatas. Bagaimana Anda mengatasinya?
Keterbatasan lahan bukan menjadi halangan untuk menanam. Kita bisa menggunakan polibag atau memilih budidaya vertikal untuk menanam. Kita hanya perlu memacu masyarakat dengan cara-cara baru yang saat ini berkembang. Lihat saja Singapura, di sana tidak ada lahan tetapi daerahnya bisa hijau. Oleh sebab itu penyampaian informasi seperti itu harus sampai ke masyarakat.

Serah terima program urban farming Bank Indonesia kepada Veronica Tan.

Serah terima program urban farming Bank Indonesia kepada Veronica Tan.

Salah satu aral pertanian perkotaan adalah pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pertanian. Bagaimana mengatasinya?
Yang paling penting menanamkan edukasi ke ibu-ibu. Di beberapa tempat kita memang menemui masyarakat dengan tingkat edukasi yang rendah. Kebanyakan mereka tidak memiliki rasa kepemilikan. Oleh karena itu pendampingan sangat dibutuhkan. Mereka tidak boleh dilepas begitu saja. Dalam memberikan pelatihan kepada mereka juga harus lebih sabar. Sebab, mengajari mereka tidak hanya sekali bicara. Perlu berkali-kali menyampaikan. Sayang bila tanaman yang telah diberikan malah mati begitu saja. Selain itu perlu koordinasi dengan PKK agar memudahkan pemantauan. Kami akan perkuat PKK kelurahan, rukun tetangga, dan rukun warga. Kami perlu orang-orang sebagai pelopor yang dapat bertanggung jawab.

Apakah Anda juga memiliki program khusus penghijauan?
Saat ini bapak gubernur sedang menyiapkan untuk program penghijauan. Daerah percontohan penghijauan memang belum ada karena masih dalam proses. Namun, kita sudah memiliki 61 titik untuk taman ramah anak. Pada 2016 bertambah 100 titik, dan bertambah 100 titik lagi pada 2017. Idealnya terdapat sebuah taman ramah anak di setiap kelurahan. Dengan total kelurahan di Jakarta 267, kita akan memiliki 267 taman untuk pemberdayaan. Itu artinya di setiap kelurahan warga akan terdidik melalui penghijauan.

Panen bersama sayuran daun dalam polibag di pekarangan dihadiri olehy Bank Indonesia yang mengimpor program urban farming bersama PKK Provinsi DKI dan Majalah Trubus.

Panen bersama sayuran daun dalam polibag di pekarangan dihadiri olehy Bank Indonesia yang mengimpor program urban farming bersama PKK Provinsi DKI dan Majalah Trubus.

Apa harapan ke depan melalui program pertanian perkotaan?
Harapannya ada perubahan dalam perilaku masyarakat. Tidak hanya dengan memberikan benih dan perlengkapan tanam lain, mengajarkan sekali lantas selesai. Namun, kita berharap adanya kesinambungan. Dengan begitu mereka mengerti makna penghijauan dan manfaatnya. Edukasi itulah yang dibutuhkan masyarakat, sehingga sewaktu kita melepas mereka, tanpa pendampingan pun mereka mampu berjalan sendiri. Itu adalah tujuan akhir yang kita harapkan. Kita berharap berbagai pihak seperti lembaga swadaya masyarakat, Majalah Trubus, dan tanggung jawab sosial perusahaan turut mendukung program perubahan itu.***

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software