Utang Budi Dibawa Mati

Filed in Eksplorasi by on 01/02/2009 0 Comments

 

Padahal, ibu kupu-kupu tak pernah berpesan agar semut menjaga keturunan kupu-kupu itu. Tulus betul semut-semut itu menjaga anak kupu-kupu yang tampangnya berbeda jauh dengan dirinya. Menurut Dr Herawati Soekardi, ahli kupu-kupu dari Universitas Lampung, simbiosis saling menguntungkan itu menjadi salah satu mekanisme pertahanan diri satwa anggota keluarga Lycaenidae itu.

‘Ulat sengaja mengeluarkan gula yang diperoleh dari tanaman inang yang disukai semut. Selama dalam penjagaan semut, ulat leluasa bertransformasi menjadi kepompong kupu-kupu,’ ujar Herawati. Kupu-kupu Remelana jangala yang baru lahir itu lalu terbang meninggalkan hunian. Saat itu hubungan istimewa dengan semut Myrmica sp pun berakhir.

Menurut Prof Dr Jesmandt Situmorang MSc, ahli serangga dari Universitas Gadjah Mada, kupu-kupu ‘lahir’ menjelang musim hujan. Saat itu biasanya bunga-bunga tengah bermekaran. Bunga sumber nektar yang merupakan pakan sehingga kupu-kupu yang baru berubah dari larva itu tak kelaparan. Mereka hinggap dari satu bunga ke bunga lain hingga sejauh setengah kilometer. Setiap jenis kupu-kupu dewasa menyenangi nektar bunga tertentu. Papilio memnon yang hidup di Taman Bantimurung, Provinsi Sulawesi Selatan, misalnya, menyukai nektar soka Ixora indica.

‘Pakan larva lebih khusus lagi. Setiap jenis larva kupu-kupu hanya menyantap satu spesies tanaman,’ ujar Prof Dr Sila Mappatoba MSc, ahli kupu-kupu dari Universitas Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan. Larva kupu-kupu Troides helena hanya menyantap daun perepok Aristolochia tagala. Celakanya tanaman di Bantimurung itu kian menyusut populasinya sehingga mengancam keberadaan Troides helena. Singkat kata hilang pohon sirnalah kupu-kupu.

Itu yang terjadi di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Sila meriset di taman seluas 43.750 ha itu pada 2005 terdapat 125 spesies kupu-kupu. Malahan data terakhir menyebutkan kupu-kupu di Bantimurung tinggal 108 jenis. Jumlah itu separuh dari spesies yang dihitung oleh Alfred Russel Wallace, ahli biogeografi pada 1857. Satu setengah abad lampau Wallace mendapati 250 spesies di sana. Maka dari itu mantan tukang jam itu menjuluki Bantimurung sebagai kerajaan kupu-kupu.

Trubus beberapa kali mengunjungi taman itu, antara lain pada September 2007. Kupu-kupu Graphium sarpedon – populasi dominan selain Idea blanchardi – terbang ke sana ke mari memamerkan kemolekan sayap biru mereka. Sesekali mereka hinggap di kubangan air di dekat air terjun untuk mencecap mineral garam. Herawati mengatakan kupu-kupu memerlukan mineral guna memperlancar proses metabolisme tubuh, terutama para pejantan.

Jangan heran jika usai hujan para pejantan dandy itu berbaris di sebuah kubangan berpasir atau berlumpur. Mereka bersama-sama mencecap mineral di kubangan. Mineral penting bagi mereka agar warna kedua sayap tampil prima. Itu modal untuk merayu kupu-kupu betina calon ibu bagi anak-anak mereka. Maklum, kupu-kupu jantan seperti halnya unggas – merak atau cenderawasih – yang mementingkan penampilan demi meraih cinta.

Memang warna menarik itu acap kali justru menjadi bumerang. Papilio blumei, umpamanya, tampak elok dengan sayap berwarna dasar hitam. Di tengah-tengahnya terdapat garis hijau. Paduan warna itu kian sempurna dengan biru menyala ekor kupu-kupu di antara 2 sayap. Para pedagang dan kolektor kupu-kupu terus mengincarnya. Penangkap liar menjaring Papilio blumei untuk diawetkan dan dijual hingga Rp25.000. Dampaknya populasi kupu-kupu endemik Sulawesi Selatan itu kian menyusut di Bantimurung.

Warna dan pola sayap kupu-kupu memang beragam. Antarspesies mempunyai pola dan warna berbeda bermanfaat sebagai identitas diri. ‘Pola dan corak warna kupu-kupu untuk mengenali sesamanya,’ kata Dr Tati Subahar, periset kupu-kupu dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung. Contoh kupu-kupu anggota famili Nymphalidae cenderung berwarna cokelat kekuningan.

Dengan pembeda warna seperti itu, antarspesies kupu-kupu dalam satu keluarga tak dapat berkopulasi alias melangsungkan perkawinan. ‘Bila terjadi kopulasi biasanya lahir keturunan yang infertil,’ kata Tati Subahar, doktor Ekologi Ekperimental alumnus Universite de Pau et des Pays de l’Adour, Perancis. Dengan perbedaan warna dan corak sayap perkawinan beda spesies jarang terjadi.

Kupu-kupu cukup tahu diri: ia memang binatang lemah. Toh, ia memiliki senjata pamungkas seperti mimikri alias menyesuaikan diri dengan mengubah warna sesuai lingkungan di sekitarnya. Sayap yang ngejreng itu berubah menjadi gelap seperti tempat persembunyiannya. Ada pula yang mampu mengubah warna sayap persis warna kulit predator. Bola mata kupu-kupu burung hantu Caligo sp malah mampu memancarkan cahaya. Predator yang bersiap memangsa pun silau sehingga justru menyerang sayap.

Yang rusak ya sayap kupu-kupu. Meski demikian, ia mampu bertahan. ‘Kerusakan sayap biasanya menyebabkan kupu-kupu sulit terbang. Akhirnya mati juga,’ kata Tati Subahar. Pemangsa tak khawatir menyantap kupu-kupu yang lucu. Namun, ketika masih menjadi kepompong ia membalut tubuhnya lantaran risiko dimangsa predator sangat tinggi. Bahkan sebagai pertahanan diri beberapa jenis larva sengaja mengkonsumsi daun yang mengandung zat beracun bagi pemangsa.

Namun, sebelum meregang nyawa kupu-kupu sudah berjasa. Sebab, kupu-kupu bukan cuma mengisap nektar, tetapi juga menjadi penghulu yang mempertemukan serbuk sari dan kepala putik beragam tanaman. Serbuk sari menempel di antena saat kupu-kupu mengisap nektar. Serangga cantik itu mempertemukannya ke kepala putik tanaman lain. Ketika itulah penyerbukan terjadi.

Itulah sebabnya hilangnya kupu-kupu mempengaruhi keseimbangan ekosistem. Terutama keragaman hayati tumbuhan berumah dua – bunga jantan dan betina terpisah pada 2 pohon. Kupu-kupu berjasa mempertemukannya. Meski ajal menjemput, serangga itu tetap berjasa sebagai pendaur ulang mineral. Sila mengatakan, ‘Sembilan puluh persen penghuni bumi adalah serangga. Serangga seperti kupu-kupu mengisap nektar sembari mengambil zat besi.’

Begitu mati tubuh kupu-kupu hancur sehingga zat besi kembali ke tanah. Dengan demikian jumlah mineral di bumi konstan. Semut Myrmica sp memang berjasa karena menjaga kupu-kupu sejak larva. Namun, kupu-kupu tak kalah banyak jasanya sepanjang hayat dikandung serangga molek itu. (Lastioro Anmi Tambunan)

 

Powered by WishList Member - Membership Software