Ubah Rucah Raih Rupiah

Filed in Buah by on 30/06/2011

 

Gedong gincu dipilih karena harga lebih stabil dan mahalPadahal, dari 30 pohon mangga bapang berumur 5 – 10 tahun itu Ebed bisa memanen 600 – 700 kg mangga. Namun, dari jumlah itu Ebed hanya mampu menuai penghasilan paling pol Rp900-ribu. Pasalnya, sekilo mangga bapang hanya dihargai Rp1.500. ‘Harga itu sudah tergolong bagus,’ tutur Ebed. Mangga bapang kurang populer sebagai buah meja karena rasanya masam.

Harga rendah itu makin  melorot ketika musim panen raya mangga tiba. ‘Harga bapang cuma Rp500/kg,’ kata Ebed. Pendapatannya pun melorot jadi Rp300.000. Menurut Hikmat Sumantri SP, petugas pengendali organisme pengganggu tanaman dari Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Jawa Barat, warga Kecamatan Tomo kerap menyebut bapang sebagai mangga rucah – sebutan untuk mangga bernilai ekonomis rendah.

Sambung gincu

Hal senada dikatakan Nana Sentana, pengusaha pembibitan di Majalengka, Jawa Barat. Karena bernilai ekonomi rendah, beberapa pekebun kerap menebang pohon berumur lebih dari 10 tahun, lalu kayunya dijual untuk bahan baku arang. Meski begitu mangga bapang sejatinya memiliki keistimewaan: pertumbuhan cepat, perakaran kuat, tahan kekeringan serta tahan serangan hama penyakit. Karena itu para penangkar biasanya menggunakan bapang sebagai batang bawah. ‘Saya suka membeli pelok dari pekebun. Harga pelok bapang Rp50/buah,’ tutur Nana.

Sejak 2009, wajah Ebed berubah sumringah bila tengah musim mangga. Pasalnya, dari ke-30 pohon bapang miliknya, ia meraup omzet minimal Rp6-juta. Pendapatan berlipat itu diperoleh dari hasil panen 10  kg mangga per pohon. Hasil panen dijual dengan harga Rp20.000/kg.

Bagaimana bisa pendapatan Ebed dari bapang meningkat tajam? Itu karena Ebed ‘menyulap’ mangga bapang menjadi gedong gincu. Caranya, Ebed memangkas habis seluruh tajuk bapang. Setelah itu pohon mangga dipupuk dengan 1 – 2 kg  pupuk NPK serta 20 kg pupuk kandang untuk mempercepat muncul tunas. Bisa juga diberi ½ kg KNO3.

Dua bulan berselang muncul tunas dan cabang baru. Setelah cabang berdiamater 1 cm atau seukuran jempol orang dewasa, disambung dengan gedong gincu. ‘Gedong gincu lebih disukai pekebun karena harganya stabil di kisaran Rp18.000 – Rp20.000/kg,’ tutur Ebed.

Penyambungan sebaiknya dilakukan pada cabang baru yang sehat. Potong cabang setinggi 5 – 7 cm dari pangkal batang, lalu sambung dengan entres mangga gedong gincu. Entres sebaiknya dipilih dari pucuk cabang tanaman yang sudah berbuah. ‘Hindari penggunaan entres berdaun tua karena pertumbuhannya lambat,’ tutur Hikmat.  Penyambungan dilakukan saat daun dalam kondisi lumeunca alias sedang hijau subur.

Hemat waktu

Setelah  penyambungan, tanaman  di-beri pupuk   NPK   berimbang   dengan  dosis  1 – 2 kg per tanaman. Ebed  menambahkan 20  kg  pupuk  bokashi dan  40  kg  pupuk kandang per pohon.  Ia juga rutin melakukan pemangkasan bentuk dan tunas air  agar pertumbuhan tanaman optimal. Dengan perawatan itu, 4 tahun kemudian bapang yang ‘bersalin rupa’ menjadi gedong gincu sudah mulai berbuah.

Cara itu ditempuh Ebed karena hemat biaya produksi. Ia tak perlu repot menebang dan mengeluarkan biaya untuk membeli bibit gedong gincu. ‘Pertumbuhan mangga juga lebih cepat karena akar sudah tumbuh sempurna sehingga mampu memberikan asupan nutrisi yang optimal bagi tanaman,’ kata Ebed.

Sukes Ebed itu diikuti Warsita. Namun, ia menyambung werak, jenis mangga yang juga bernilai ekonomi rendah, dengan gedong gincu. Dari 7 sambungan ia menuai 20 kg gedong gincu. Teknik penyambungan mangga rucah menjadi gedong gincu itu juga diikuti pekebun di kecamatan lain. ‘Kini di Kecamatan Jatigede dan Tomo, sebanyak 5.000 pohon mangga rucah yang bersalin rupa menjadi gedong gincu,’ kata Hikmat.

Yang menarik, tukang sambung kini menjadi profesi baru di Sumedang. Mereka memasang tarif Rp200.000 per pohon hingga berhasil dengan jumlah 10 – 20 sambungan. Meski bertarif relatif mahal, nyatanya banyak dibutuhkan pemilik mangga rucah.  Dengan begitu mereka tak perlu lagi larut dalam penyesalan karena telah menanam mangga rucah. (Faiz Yajri)

 

Powered by WishList Member - Membership Software