Tumor Neuroma Ancam Telinga

Filed in Obat tradisional by on 04/10/2013

Gangguan pendengaran itu terjadi akibat tumor bersarang di selubung saraf pendengaran. Kulit manggis mengatasinya.

Namanya terdengar indah di telinga: neuroma akustik. Namun, kehadirannya membuat sakit telinga Sindy Erilla—nama samaran. Dokter yang memeriksa Sindy mendiagnosis neuroma akustik atau schwannomas vestibular. Hasil Magnetic Resonance Imaging (MRI) pada pertengahan 2012 membuat Sindy tepekur. “Saya berpikir hanya gangguan telinga biasa,” ujarnya. Harap mafhum, hampir 3 tahun ia mengabaikan suara berdengung di telinga kanan yang kerap kali menghambat aktivitasnya sebagai joki cakram atau disc jockey.

dr Paulus W Halim, Med Chir, meresepkan kulit manggis untuk pasien tumor karena herbal itu merupakan superantioksidan. Antioksidan tingkat tinggi mampu melindungi sel-sel tubuh

dr Paulus W Halim, Med Chir, meresepkan kulit manggis untuk pasien tumor karena herbal itu merupakan superantioksidan. Antioksidan tingkat tinggi mampu melindungi sel-sel tubuh

Akibat dengungan itu Sindy kesulitan mendengar musik. Frekuensi tinitus—suara di telinga—yang semakin sering dan kencang itu mendorong Sindy memeriksakan diri ke dokter. Begitu berkonsultasi, terkuaklah penyebab telinga mendengung itu. “Padahal saya rutin berolahraga dan mengonsumsi sayuran serta buah,” ujar perempuan 30 tahun itu. Pola hidup sehat itu ternyata tak menjamin Sindy terhindar dari tumor. Ia sempat mengucilkan diri. Selama sepekan ia menolak ditemui rekan-rekannya.

 

Pisau gamma

Menurut dr Dody Widodo, SpTHT sebagian besar neuroma akustik ditandai dengan kehilangan keseimbangan dan gangguan pendengaran seperti yang dialami Sindy.  “Saraf yang terganggu adalah saraf ke-8,” ujar Dody. Dokter yang praktek di Rumahsakit Persahabatan itu juga menuturkan bahwa banyak faktor dapat menyebabkan timbulnya tumor yang menjepit saraf ke-8, seperti gelombang elektromagnetik yang tinggi. Sindy sering kali menggunakan telepon seluler hingga berjam-jam untuk menghubungi calon suaminya.

Selain itu pekerjaannya sebagai joki cakram membuat telinganya harus menggunakan headphone setidaknya 3 jam sehari sambil mendengarkan dentuman suara musik yang keras. Dukungan keluarga dan sahabat membuat Sindy kembali bersemangat. “Ternyata masih ada yang lebih parah daripada saya,” ujar Sindy yang mulai mencari informasi untuk mengobati penyakitnya. Suatu ketika, seorang kerabat dari Australia memberitahukan gamma knife. Pisau gamma sebuah terapi menggunakan sinar gamma atau radiosurgery untuk pengobatan tumor dan kelainan lainnya di otak tanpa membuka tulang tengkorak.

Sindy tertarik akan inforasi pengobatan itu dan mendatangi pusat terapi gamma knife di Tangerang, Provinsi Banten. Karena biaya terapi yang cukup besar, Sindy memutuskan untuk menundanya. Belakangan kondisi Sindy terus menurun, yang membuatnya sering kali mengambil cuti panjang. Pipi kanannya sering mati rasa. “Tak terasa sakit bila dicubit,” katanya. Dengungan di telinganya pun semakin kencang sehingga kemampuan mendengarnya menurun.

Untuk mendengar jelas ia sampai perlu menutup telinga sebelah kanannya dengan tangan. Tak tahan dengan kondisi itu, pengagum artis Mariah Carey itu bulat memutuskan untuk menjalani terapi pisau gamma pada pengujung 2012. Terapi yang sudah ada sejak 40 tahun silam itu memaksa Sindy untuk menunda rencana pernikahannya. Ia berharap itu menjadi jalan terbaik keluar dari masalahnya. Sayang hasilnya tak sesuai harapan. Setelah 3 bulan terapi, tak ada kemajuan berarti. Dengungan tetap terasa kencang.

Sang ibu yang tinggal di Surabaya, Jawa Timur, menyarankannya untuk melakukan terapi herbal. Pehobi kucing itu pun berkonsultasi dengan dr Paulus W Halim, Med Chir, dokter sekaligus herbalis di Serpong, Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Menurut Paulus, neuroma akustik lokasinya sulit dijangkau, sehingga tindakan operasi bukan jalan keluar yang tepat. “Keseimbangannya pun sudah terganggu,” ujar alumnus Universitas Degli Studi Padova, Italia, itu saat menjelaskan kondisi Sindy pertama kali berkonsultasi dengannya.

Perempuan kelahiran Surabaya itu bahkan tak dapat berjalan lurus. Tubuhnya seolah condong ke sebelah kiri. Menurut laporan Global Burden of Disease (GBD), estimasi penderita gangguan pendengaran derajat  sedang di dunia pada 2004 mencapai 360,8-juta orang, serta derajat berat sekitar 275,7-juta orang. Penyebab utama gangguan pendengaran sensorineural adalah tumor neuroma akustik, di bagian vestibular saraf kranialis ke-8.

 

Senyawa acetogenins di daun sirsak bersifat antitumor

Senyawa acetogenins di daun sirsak bersifat antitumor

Kulit manggis

Paulus memberikan ramuan herbal untuk Sindy. Herbal itu terdiri dari ekstrak kulit manggis dan daun sirsak yang masing-masing diminum 2 kapsul 3 kali sehari. Dokter yang delapan tahun bertugas di Afrika itu meresepkan kulit manggis untuk pasien tumor karena anggota famili Clusiaceae itu kaya oksidan. Antioksidan tingkat tinggi akan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat sel tumor serta menangkal radikal bebas yang menyebabkan degenerasi sel tubuh.

Menurut Dr Agung Endro Nugroho MSi Apt, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, kulit manggis mengandung 50 senyawa xanthone. Xanthone ialah bioflavonoid yang bersifat antioksidan, antibakteri, antialergi, antitumor, antihistamin, dan antiinflamasi. Paulus mengombinasi pemberian kulit manggis dengan benalu dari aneka tumbuhan seperti teh, avokad, senggani, dan mangga. Selain itu Paulus juga menambahkan herbal yakni rimpang temulawak, kunyit putih, sambiloto, dan tapakdara masing-masing 2 gram.

Keluarga Sindy tinggal merebus semua bahan itu dengan 3 gelas air bersih hingga mendidih dan tersisa 1 gelas. Setelah itu, Sindy menyaring  hasil rebusan dan mengonsumsi 1 kali sehari masing-masing segelas. Paulus mengombinasi beragam tanaman obat karena pada dasarnya herbal tidak dapat digunakan secara tunggal. Komponen utama berupa kulit manggis ditujukan untuk menggempur tumor sementara komponen pendukung berfungsi sebagai penyeimbang untuk meminimalisir efek toksik dan melindungi organ lainnya.

Setelah 3 bulan mengonsumsi herbal dari Paulus, Sindy merasa ada perbaikan pada tubuhnya. “Nafsu makan meningkat dan ketika jalan tidak oleng lagi,” kata Sindy. Tinitus pun perlahan berkurang. Ia meninggalkan pekerjaan lama dan beralih bekerja di bank yang membuatnya tak perlu lagi menggunakan headphone berlama-lama. Hingga kini Sindy merasa nyaman.  (Rizky Fadhilah)

Cover 1.pdf

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software