Titisan Atlantik

Filed in Majalah, Sayuran by on 04/03/2020

Generasi milenial atau gen Y kerap disebut sebagai generasi langgas, yakni tidak terikat pada sesuatu atau seseorang. Mereka mulai menyukai pangan pokok nonberas seperti kentang. Pergeseran pola pangan pokok itu sejalan dengan diversifikasi pangan yang digalakkan oleh pemerintah.

Itulah sebabnya kentang makin dinikmati lantaran tak hanya sumber karbohidrat yang baik bagi penderita diabetes melitus tapi juga sarat nilai gizi lainnya. Melihat tingginya minat masyarakat mengonsumsi kentang, perlu pengembangan varietas yang sesuai dengan kebutuhan.

Salah satu varietas kentang baru adalah sangkuriang. Kentang sangkuriang merupakan hasil perkawinan beberapa tingkat dari varietas atlantik yang sohor itu. Tahap awal pada tahun 2007 atlantik disilangkan dengan repita―kentang introduksi International Potato Center di Kota Lima, Peru. Dua tahun berselang, turunan dari persilangan pertama pada tahun 2009 disilangkan lagi dengan katahdin dari Wisconsin University, Amerika Serikat.

Setelah melalui beberapa tahap seleksi selama lima tahun, titisan atlantik itu dilepas dan diberi nama sangkuriang agrihorti pada tahun 2016 melalui surat keputusan Menteri Pertanian Nomor 092/Kpts/SR.120/D.2.7/8/2016. (Ir. Eri Sofiari, Ph.D., Peneliti Madya bidang Pemuliaan Tanaman Sayuran di Balai Penelitian Tanaman Sayuran Lembang tahun 1977―2015)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software