Tingkatkan Panen Tomat

Filed in Majalah, Sayuran by on 24/11/2019

Pemakaian pupuk guano dan NPK terbukti empiris dan ilmiah meningkatkan produksi tomat.

 

Produksi tomat meningkat karena penggunaan pupuk guano.

Produksi mencapai tujuh kg per tanaman meningkat hampir 100%.

I Komang Edi Juliana terkejut sekaligus senang karena memanen lebih dari 4,5 ton tomat dari 750 tanaman pada Agustus 2019. Artinya setiap tanaman menghasilkan 6—7 kg tomat. Padahal produksi kebun tomat tetangga hanya maksimal 3 kg per tanaman. Harap mafhum saat itu cuaca panas diselingi gerimis sehingga cendawan menyerang. Akibatnya banyak tanaman tomat mati.

 

“Sebetulnya saya hanya menargetkan setiap tanaman memproduksi 5 kg tomat,” kata warga Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, itu. Lazimnya Edi pun hanya menuai 3—4 kg tomat. Hasil panen melonjak, pendapatan pun bertambah. Edi senang lantaran mengantongi laba Rp4 juta dari hasil perniagaan lebih dari 4,5 ton tomat. Hasil panen itu pencapaian terbaik Edi sejak menanam Solanum lycopersicum pada 2015.

Pupuk organik hayati

Edi Juliana juga terkejut dengan hasil panen itu karena pemeliharaan tanaman kurang maksimal. Ia tidak mengolah lahan untuk membudiayakan tomat, melainkan mengandalkan bedengan bekas penanaman mentimun dan buncis. Kemungkinan besar hanya sedikit hara yang terkandung dalam bedengan itu. Ia yakin hasil panen bisa lebih banyak lagi jika pengolahan lahan maksimal.

Kerumunan kelelawar di gua menjadi sumber pupuk guano.

Menurut Edi kunci sukses membudidayakan tanaman anggota famili Solanaceae itu berkat penggunaan pupuk guano organik. Produsen pupuk di Yogyakarta, AA Gede Agung Wedhatama P. M.Eng., mengatakan pupuk guano berasal dari kotoran burung liar dan kelelawar. Pupuk guano dari kotoran kelelawar sohor lantaran kandungan haranya tertinggi ketimbang produk sejenis.

Selain berunsur hara makro dan mikro lengkap, pupuk guano yang dipakai Edi pun berisi aneka mikrob baik untuk tanah seperti Trichoderma sp., Rhizobium sp., dan Pseudomonas sp. Bisa dibilang Edi menggunakan pupuk organik hayati karena mengandung mikrob. “Pupuk hayati merupakan inokulasi mikroorganisme seperti Rhozobium sp. dan organisme pelarut fosfat yang bertugas memfasilitasi ketersediaan hara bagi tanaman,” kata Ir. Alridiwirsah, M.M., pengajar Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

I Komang Edi Juliana memanen lebih banyak tomat setelah menggunakan pupuk guano.

Menurut periset di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Bogor, Dra. Harmastini Sukiman M.Agr.Sc., pupuk organik berperan memperbaiki tanah rusak. Adapun fungsi pupuk hayati antara lain menyediakan hara bagi tanaman sehingga produktivitas meningkat.

Edi memberikan satu genggam pupuk guano untuk 2 tanaman setelah tanaman kerabat kentang itu sebulan di lahan. Ia juga menyemprotkan sekitar 480 ml pupuk guano cair yang dilarutkan ke dalam 50 liter air. Penyemprotan pupuk organik cair 2 kali sepekan. Edi lalu memberikan 1 sendok makan NPK per tanaman ketika buah sebesar bola tenis meja.

Terbukti ilmiah

Peningkatan produksi tomat sejalan dengan riset ilmiah. Hasil penelitian Agus Maulidani, Jumini, dan Trisda Kurniawan dari Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Naggroe Aceh Darussalam. Mereka membuktikan, gabungan pupuk guano dan NPK mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman tomat.

Agus Maulidani dan rekan meneliti dosis pupuk guano (0 ton, 4 ton, 8 ton, dan 12 ton—semua per ha) dan NPK (0 kg, 250 kg, dan 500 kg per ha). Penelitian pada 2018 itu mengungkapkan, kombinasi terbaik yakni 12 ton pupuk guano/hektare dan 250 kg NPK/hektare mempengaruhi tinggi tanaman pada 30 hari setelah tanam (hst) yang mencapai 64,33 cm, berat buah (823,40 g), jumlah buah per tanaman (22 buah), dan jumlah tandan per tanaman (6 tandan).

Produsen pupuk guano di Yogyakarta, AA Gede Agung Wedhatama P. M.Eng.

Bandingkan dengan penggunaan campuran 12 ton pupuk guano dan 500 kg NPK per hektare yang tinggi tanaman pada 30 hdt hanya 53,67 cm. Pada perlakuan itu berat buah 573 g, jumlah buah 14 tomat/tanaman, dan terdapat 4 tandan per tanaman. Peneliti menduga pemberian 12 ton pupuk guano dan 250 kg NPK per hektare dapat memperbaiki beberapa sifat tanah sehingga memberikan respons maksimal pada tanaman tomat.

Dalam Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Agus dan rekan juga menyatakan kombinasi pupuk guano dan NPK yang sesuai memberikan respons maksimal terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman anggota famili Solanaceae itu. (Riefza Vebriansyah)

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software