Tinggi Produksi Juga Genjah

Filed in Majalah, Sayuran by on 08/03/2021

Tomat gustavi dapat dipanen 64—67 hari pascatanam.

 

Enam tomat baru tahan penyakit, potensi produksi tinggi, dan umur panen genjah.

Wardi panen perdana pada 23 Mei 2020 memetik sekitar 400 kg. Petani di Desa Bujang, Kecamatan Bukit, Kabupaten Benermeriah, Nanggroe Aceh Darussalam, itu menanam 2.500 tanaman di lahan 3 rante atau 1.875 m2. Wardi menanam bareto berjarak 40 cm x 60 cm. Satu rante setara 25 m x 25 m atau 625 m².

Wardi menanam tomat bareto berjarak tanam 40 cm x 60 cm.

Total frekuensi panen biasanya 27 kali dengan interval 3 hari. Hingga panen ketiga, ia telah memetik 1.050 kg. Pada periode tanam sebelumnya, Wardi memperoleh total hampir 11 ton dari populasi 2.500 tanaman. Itulah varietas tomat baru, namanya bareto. Tomat bareto berproduksi tinggi dan masa panen yang singkat, sekitar 90 hari sejak penanaman.

Tahan penyakit

Tomat bareto hasil pemuliaan PT East West Seed Indonesia. Produsen benih di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, itu merilis bareto pada 2019. Keunggulan bareto produksi tinggi 57—85 ton per hektare.

Selain bareto, produsen benih sejak 1990 itu juga merilis gustavi dan ultima. Gustavi berpotensi produksi 50—60 ton per hektare. Petani dapat memetik buah gustavi 64—67 hari setelah tanam. Andalan lain produsen berlabel Panah Merah itu adalah ultima. Varietas yang dirilis pada tahun 2018 itu berproduksi tinggi dan tahan beberapa penyakit. Potensi produksi ultima 59—88 ton per hektare. Panen perdana ultima pada umur 90—97 hari setelah tanam.

Potensi produksi tomat ultima 59—88 ton per hektare.

Ketiga varietas itu tahan virus gemini dan layu bakteri akibat infeksi Ralstonia solanacearum. Product Specialist for Tomato PT East West Seed Indonesia, Muhamad Ichsanuddin, mengatakan petani lebih tenang tanam tomat sekalipun tanam di daerah endemik virus gemini. Bareto dan ultima juga tahan serangan tomato mosaic virus (ToMV). Menurut Ichsan, ”Bareto cocok ditanam di dataran menengah dengan ketinggian lebih dari 600 m di atas permukaan laut (dpl), sedangkan ultima dataran tinggi lebih dari 1.000 m dpl dan gustavi 0—600 m dpl.”

Umur panen tomat bravo genjah 78—85 hari setelah tanam.

Genjah

Produsen benih di Kota Bandung, Jawa Barat, PT Tani Murni Indonesia merilis 3 tomat anyar, marvel (2018) serta bravo dan vista pada 2019. Potensi produksi marvel 60,5—75,0 ton per hektare. Buah marvel cukup berat dengan bobot mencapai 150 gram per buah. Rerata terdapat 50 buah per tanaman.

Umur panen marvel 85—90 hari setelah tanam. Buah dapat disimpan lama mencapai 25 hari pascapanen pada suhu 24—26ºC. Marvel beradaptasi dengan baik di dataran tinggi seperti Kabupaten Bandung Barat terutama pada musim hujan. Selain marvel, ada bravo dengan keunggulan tahan layu bakteri dan virus gemini.

Bravo tergolong genjah lantaran umur panen 78—85 hari setelah tanam. Potensi produksinya 60 ton per hektare. Bravo beradaptasi dengan baik di dataran tinggi sekitar 1.100 m dpl saat musim kemarau.

Daya simpan buah vista cukup lama mencapai 30 hari pascapanen.

Menurut petani di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Pindi, tomat bravo tergolong toleran terhadap penyakit bercak daun akibat serangan cendawan Alternaria sp. Pilihan lain, tomat vista, juga menjadi unggulan produsen benih sayuran yang berdiri pada tahun 2015 itu. Daya simpan buah vista cukup lama mencapai 30 hari pascapanen pada suhu 24—26ºC.

Buah tomat marvel cukup berat mencapai 150 gram per buah

Petani berpeluang panen total 38,40 ton per hektare. Umur panen sekitar 90 hari pascatanam. Vista dapat tumbuh dengan baik di dataran tinggi pada musim hujan. Dengan demikian makin beragam pilihan tomat anyar dengan produksi tinggi di berbagai ketinggian lokasi dan musim. (Sinta Herian Pawestri)

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software