Tiga Sumber Benih Porang

Filed in Majalah, Sayuran by on 26/04/2020

Umbi porang berbobot 2—3 kg bisa didapatkan dari penanaman umbi berbobot sekitar 250 g atau katak berukuran besar yang ditanam 2 tahun.

 

Ukuran benih menentukan waktu panen porang.

Katak salah satu sumber benih utama penanaman porang.

Sebagian orang meragukan kebenaran informasi panen porang yang hanya 6 bulan. Harap mafhum selama ini masyarakat memanen umbi porang berbobot 2 kg dari benih umbi berbobot sekitar 83 g yang dipelihara 3 tahun. Itu tergantung dari pengolahan lahan dan kesuburan tanah. Apakah pekebun bisa menuai umbi tanaman anggota famili Araceae itu hanya dalam 6 bulan?

Faktanya Uriantoro memanen umbi porang berumur 6 bulan pascapenanaman sejak 2014. Warga Dusun Kepel, Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, itu, mengandalkan umbi berbobot 250 g sebagai benih. “Ciri benih umbi yang baik yakni mulus, tidak berlendir, dan tidak ada bintik-bintik putih,” kata Uriantoro. Pekebun mesti jeli memilih benih umbi karena ada yang kontet.

Pelihara setahun

Ciri umbi kontet antara lain berbentuk bulat sempurna dan berakar banyak. Jika sudah ditanam 3 tahun, umbi kontet itu tidak bakal berproduksi. Jadi telitilah sebelum membeli benih umbi. Pastikan penjual menanam katak—sebutan umbi di ketiak daun—sendiri sehingga keaslian umbi lebih terjamin. Lazimnya Uri—panggilan akrab Uriantoro—menanam benih umbi pada November. Lalu pada Mei tahun berikutnya tanaman menguning lantaran mengalami dormansi.

Katak salah satu sumber benih utama penanaman porang.

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block; text-align:center;”
data-ad-layout=”in-article”
data-ad-format=”fluid”
data-ad-client=”ca-pub-4696513935049319″
data-ad-slot=”5685217890″></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Setelah itu tidak ada aktivitas budidaya. Boleh dibilang masa pemeliharaan berhenti pada Mei. Saat itu Uriantoro bisa memanen umbi porang yang berbobot sekitar 2 kg jika teknik budidaya tepat. Namun, Uri menunggu harga umbi porang bagus yang lazim terjadi mulai Agustus. Selain umbi, Uri pun menuai umbi daun atau bulbil yang sudah terlepas sendiri dari tanaman.

Uriantoro kerap membudidayakan umbi porang 6 bulan pascapenanaman sejak 2014.

Selain umbi, katak atau bulbil pun bisa digunakan sebagai benih. Sebetulnya Uri memakai benih umbi hasil pembesaran katak yang dipelihara selama setahun. Selanjutnya ia mengumpulkan umbi itu lalu memasukkannya ke dalam wadah berisi air setiap 15 hari hingga hari penanaman. Tujuannya memilih umbi yang bagus. Ia membuang umbi yang mengambang dan hanya memakai yang tenggelam.

Dengan cara itu Uri hanya menanam umbi berkualitas prima sehingga hasil panen pun maksimal. Itu salah satu inovasi Uri. Sejatinya pekebun bisa menanam katak untuk memanen umbi porang. Namun, waktu budidaya menjadi lebih lama terutama jika ukuran katak kecil (1 kg berisi 120—150 buah). Ketua Komunitas Porang Kelompok Tani Sarwo Asih di Dusun Giringan, Desa Kepel, Suyanto, mengatakan umbi porang berbobot sekitar 2 kg dapat dipanen setelah katak kecil ditanam 2 tahun.

Sementara penanaman katak berukuran besar (1 kg berisi 35—40 buah) dengan waktu sama memproduksi umbi porang berbobot 2—3 kg. Satu tanaman berumur satu tahun lazimnya menghasilkan 4 katak. Rinciannya satu katak besar, sisanya kecil. Selain umbi dan katak, sumber benih porang lainnya yaitu biji (bunga porang). Tanaman porang berumur 4 tahun bakal berbunga yang kemudian menjadi buah atau biji.

Terdapat sekitar 250 biji dalam satu tongkol buah. “Sebelum diitanam di lahan, pekebun mesti menyemai biji itu,” kata Suyanto. Caranya belah biji dan pisahkan embrio. Kemudian embrio berkecambah 6—7 pekan setelah disemai. Lantas pindahkan kecambah itu ke dalam kantong tanam dan pelihara selama 1 tahun. Setelah itu pekebun bisa menanam bibit itu di lahan.

Lebih mahal

Waktu panen umbi porang tergantung dari jenis dan ukuran benih.

Menurut peneliti porang di Pusat Penelitian dan Pengembangan Porang Indonesia, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Rodiyati Azrianingsih, S.Si., M.Sc., Ph.D., cara itu disebut metode poliembrioni. Total jenderal ada 3 sumber benih yang bisa digunakan pekebun untuk menanam porang. Pemilihan jenis benih menyesuaikan keperluan dan kemampuan pekebun.

Harga benih umbi pada 2019 sekitar Rp50.000 per kg terdiri atas 3—4 buah. Adapun benih katak berharga rata-rata Rp182.000 per kg pada 2019. Harga bulbil lebih mahal daripada umbi karena boleh dibilang kataklah benih utama menanam porang. Kataklah sumber benih yang bisa dipanen bersamaan dengan umbi porang. Jadi ketika panen umbi porang, pekebun pun mendapatkan katak.

Artinya sebetulnya pekebun tidak perlu membeli katak karena sudah ada stok hasil penanaman sebelumnya. Jadi, beli benih sekali saja dan panen berkesinambungan. Pembelian katak diperlukan jika jumlah benih kurang dari kebutuhan. Rodiyati dan tim juga tengah mengembangkan bibit porang memakai teknik kultur jaringan. (Riefza Vebriansyah)

Tags: , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software