Tiga Sekawan di Satu Kolam

Filed in Ikan konsumsi by on 01/04/2010 0 Comments

Polikultur itu dilakukan di kolam berukuran 5 m x 3 m berkedalaman 1,5 m. Sejatinya lele dan udang galah tidak tinggal dalam satu tempat. Lele dipelihara dengan memanfaatkan tinggi kolam dengan cara memasang 2 buah karamba bambu ke dalam kolam. Karamba itu masing-masing berukuran 1,25 m x 1 m x 1 m. Total populasi tebar lele 150 ekor dengan bobot masing-masing 10,29 g.

Jarak karamba dan dasar kolam terpisah 20 cm. Di dasar kolam itu dipelihara 300 tokolan udang galah berbobot 1,07 g/ekor. Adanya pemisah memang untuk mencegah kanibalisme antara Clarias sp dan Macrobrachium rosenbergii. Pada polikultur ini udang galah tidak perlu diberi pakan. Sebab itu terjadi efisiensi pakan lele dan udang sebesar 128,22%. Tingkat kelulusan hidup lele selama budidaya sebesar 148 ekor atau 98,67% dan 265 tokolan udang galah atau 88,33%.

Bakteri heterotrop

Sebelum dipolikultur ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama kolam dibersihkan lalu diisi air sebanyak 12 m2 yang telah diendapkan selama 24 jam. Selanjutnya kolam didisinfektan memakai kaporit sebanyak 30 g/m2 supaya hama dan bakteri mati. Agar bau kaporit hilang, pada kolam diberi aerasi yang kuat antara 1—10 w/m3 di 6 titik berbeda selama sepekan.

Setelah siap, lele dimasukkan ke karamba. Agar lele tumbuh optimal, selama 30 hari pertama diberi pakan pelet berukuran 2 mm sebanyak 5% per hari dari bobot tubuh. Pemberian pakan 2 kali sehari setiap pukul 08.00 dan 16.00. Sembilan belas hari berikutnya dosis pakan dikurangi menjadi 3% per hari dari bobot tubuh dengan ukuran pelet lebih besar, sekitar 3 mm. Lele mencapai ukuran konsumsi setelah dipelihara 49 hari atau mencapai bobot 80—120 g/ekor.

Bersamaan dengan pemasukan bibit lele, ke dalam kolam juga dibenamkan inokulum bakteri heterotrof dari kelompok bakteri fotosintesis sebanyak 20 ml/m2. Maksudnya agar tercipta biofloc atau kumpulan bakteri yang bertugas mensintesis amonia sehingga air tidak beracun. Selain itu, biofloc menjadi sumber protein bagi pertumbuhan udang galah.

Sejatinya biofloc tak hanya hidup mengandalkan amonia, tapi ia butuh sumber karbon untuk berkembang biak. Sumber karbon itu diperoleh dari molase yang diberikan setiap hari sebanyak 72,5% dari pakan lele. Seminggu kemudian barulah tercipta biofloc. Rata-rata kelimpahan bakteri heterotrof pada pemeliharaan dengan biofloc mencapai 1,39 x 107 cfu/ ml atau setara 167 g/kolam. Sementara itu jumlah bakteri heterotrof pada pemeliharan lele tanpa biofloc lebih kecil, sekitar 2,52 x 105 cfu/ml setara 3 g/kolam. Itu sebagai akibat dari rasio C/N yang rendah.

Hemat pakan

Udang galah dibenamkan berselisih seminggu setelah lele dan bakteri. Itu supaya pakan udang terbentuk dahulu  dari sisa pakan lele dan biofloc. Berdasarkan pemeriksaan menunjukkan usus udang selalu penuh bakteri. Kecukupan pakan itu berguna karena menurunkan sifat kanibalisme antartokolan. Terbukti untuk mencapai ukuran tokolan 2—3 g/ekor tingkat kelulusan hidup mencapai 88,33%.

Angka itu tidak berbeda nyata dengan pemeliharaan udang yang diberi pelet mengandung 30% protein. Laju pertumbuhan harian udang mencapai 3% dengan kelulusan hidup sekitar 90,91% dan food conversion ratio (FCR) 1,4. Produksi udang galah tanpa biofloc memang lebih tinggi sekitar 2,58%, tapi harus mengeluarkan biaya pakan sebesar Rp8.000/kg udang.

Kualitas air

Namun, kehadiran lele, tokolan udang galah, dan biofloc di satu kolam menuntut peningkatan oksigen terlarut (DO). Selama pemeliharaan DO berkisar 1,48—4,79 mg/l. Jumlah minimal terjadi pada waktu kritis setiap pukul 04.00 dan 2 pekan menjelang panen. Untuk mengantisipasi hal itu dibutuhkan aerasi kuat sekitar 1—10 w/m3.

Kandungan amonia selama pemeliharaan rendah, hanya 0,001 mg/l. Normalnya, di kolam lele monokultur jumlah amonia mencapai 0,023 mg/l. Alkanitas terukur antara 122,32—196,09 mg/l. Pun suhu berkisar 26,9—29,50C dan pH 6,31—7,54. Jika semua berjalan dengan baik, dalam waktu kurang dari 2 bulan, lele dan udang galah dapat dipanen bersama-sama. (Dasu Rohmana, S.Pi, M.Si, perekayasa di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar, Sukabumi, Jawa Barat)

Keterangan foto

  1. Lele
  2. Polikultur butuh aerasi kuat agar oksigen terlarut 1,48—4,79 mg/l
  3. Tokolan udang galah manfaatkan sisa pakan lele
 

Powered by WishList Member - Membership Software