Tiga Herba Atasi Anemia

Filed in Majalah, Obat tradisional by on 14/06/2019

Bayam, termasuk bayam merah, sejak dahulu sohor sebagai penambah darah.

Paduan tapak liman, bayam merah, dan temulawak manjur mengatasi anemia.

Tapak liman kaya zat besi dan mengandung flavonoid yang bekerja sinergis.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2018 menemukan, 48,9% perempuan hamil di tanah air mengidap anemia pada kurun 2013—2017. Anemia pada ibu hamil bisa berakibat fatal. Selain risiko bobot bayi lahir rendah (BBLR), ibu pun rentan kelelahan atau pendarahan ketika persalinan. Jenis anemia yang banyak diidap masyarakat di Asia, termasuk Indonesia, adalah anemia defisiensi besi (iron deficiency anemia, IDA).

Pemicunya antara lain pola konsumsi tinggi karbohidrat atau gula sederhana dan kurang sayuran. Salah satu gizi yang vital diperlukan manusia adalah zat besi (Fe). Zat besi salah satu unsur penyusun hemoglobin (Hb), yang berfungsi mengikat oksigen dalam darah.

Zat besi 45%

Hemoglobin adalah salah satu komponen utama eritrosit (sel darah merah). Kekurangan asupan besi menjadikan kemampuan darah mengikat oksigen berkurang. Efeknya jaringan atau organ vital kekurangan pasokan oksigen, menjadikan kinerjanya menurun. Dalam jangka panjang, kekurangan oksigen bisa merusak organ.

Kecukupan asupan zat besi menjadikan kinerja tubuh optimal. Menurut dokter di Klinik Saintifikasi Jamu, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Kementerian, Karanganyar, Jawa Tengah, dr. Danang Ardiyanto, cara lain mengatasi IDA adalah melalui jamu. Danang dan rekan-rekan tim dokter Klinik Saintifikasi Jamu meracik simplisia bayam merah Amaranthus tricolor, tapak liman Elephantopus scaber, dan temulawak Curcuma xanthorrhiza. Masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara, secara turun-temurun memanfaatkan bayam merah untuk mengatasi kurang darah. Sementara itu, “Kandungan zat besi tapak liman 45%,” ungkap Danang. Tanaman yang kerap dianggap gulma itu mengandung flavonoid yang membantu tubuh menyerap zat besi.

Kuning telur tinggi zat besi dan disukai anak-anak.

Rimpang temulawak itu mengandung kurkumin yang bersifat antiradikal bebas. Menurut Danang kemampuan antiradikal bebas kurkumin melindungi Hb dan oksihemoglobin dengan menghambat radikal bebas dalam eritrosit.

Selain itu, “Temulawak sohor sebagai herbal perangsang nafsu makan. Kalau makannya banyak, anemia lebih cepat sembuh,” kata herbalis di Kelapagading, Jakarta Utara, Maria Margaretha Andjarwati. Danang dan rekan-rekan menguji efektivitas ramuan itu kepada 35 subjek pengidap IDA di Klinik Saintifikasi Jamu.

Aman

Ibu hamil rentan anemia.

Semua subjek mengonsumsi jamu itu selama 28 hari. Setiap 7 hari, subjek kembali untuk menjalani pemantauan sekaligus mendapatkan racikan untuk pekan berikutnya. Danang dan tim menganalisis parameter berupa nilai Hb, mean corpuscular volume (MCV), mean corpuscular hemoglobin (MCH), serum feritin, dan total iron binding capacity (TIBC).
MCV menyatakan ukuran eritrosit, MCH menggambarkan isi Hb dalam eritrosit, sedangkan TIBC mencerminkan daya ikat darah terhadap ion besi. Jika darah kekurangan zat besi, angka TIBC tinggi sebagai kompensasi tubuh untuk mendapatkan lebih banyak ion besi. Hasilnya, setelah 28 hari, semua parameter membaik (lihat tabel Simplisia Pereda Anemia). Perbaikan itu, meski masih di bawah angka ideal, menunjukkan kemampuan herbal mengatasi anemia.

Salah satu kelebihan herbal yang kerap digadang-gadang adalah minim efek samping, terutama terhadap organ ekskresi seperti ginjal atau lever (hati). Hal itu pun tak luput dari perhatian Danang dan tim. Mereka mengukur parameter serum glutamic piruvat transaminase (SGPT), serum glutamic oxaloacetic transaminase

(SGOT)—keduanya parameter kondisi lever—dan ureum serta kreatinin yang menggambarkan kesehatan ginjal. Hasilnya, keempat parameter itu tidak mengalami perubahan berarti. Jamu terbukti aman dan ampuh mengatasi anemia defisiensi besi. (Argohartono Arie Raharjo)

Tags: , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software