Terpikat Daun Gugur

Filed in Ikan hias, Satwa by on 03/07/2013
Gin rin ochiba metalik koleksi milik Roni

Gin rin ochiba metalik koleksi milik Roni

Pehobi koi mulai melirik ochiba metalik sebagai klangenan.

Tujuh koi ochiba itu berenang kian kemari bagai memamerkan kemolekan warna tubuhnya, perpaduan abu-abu, cokelat, dan metalik. Tubuh yang meliuk-liuk itu laksana daun mengambang di atas air. Mungkin karena itulah penangkar di Jepang menyematkan nama ochiba sigure alias daun yang jatuh pada musim gugur. Pehobi koi di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, Roni Putra tak pernah puas menyaksikan keelokan ikan hias itu. Setidaknya 5 kali sehari ia menyambangi kolam 15 m x 4 m untuk menyaksikan koi-koi baru yang unik itu.

Roni mendatangkan ochiba metalik dari Marusei Koi Farm, Hirasawa, Jepang, pada Maret 2013. Ia jatuh hati karena warna koi itu menarik. Sebab, lazimnya jenis ochiba berwarna dasar abu-abu, tanpa metalik. Menurut pemilik Golden Koi Center, Winarso Tanuwidjaya, popularitas ochiba metalik terdongkrak karena koi jenis itu menjuarai kontes di Jepang. “Saat itu ochiba metalik milik Masao Kato meraih gelar best in variety pada 2010,” kata Winarso.

Menang kontes

Sejak kemenangan kontes itu, pehobi koi terpikat keelokan ochiba. Koi itu masuk ke Indonesia sekitar 2—5 tahun lalu. Namun, ketika ochiba baru tiba di Indonesia, para pehobi tidak memberi perhatian lebih. Harap mafhum saat itu kualitas ochiba metalik masih rendah, warna kurang menarik. Akibatnya sedikit orang yang mengetahui keberadaan ochiba metalik.

Perhatian pehobi berubah ketika ochiba metalik koleksi Didi Wikara, pehobi di Bogor, Jawa Barat, mengikuti kontes koi pada 2012. Di arena kontes ochiba metalik masuk ke dalam kelas kawarimono. Menurut Takeo Kuroki dalam “Modern Nishikigoi” koi yang masuk ke dalam kelas itu bercorak unik dan jarang. Takeo menyebutkan terdapat 13 jenis koi dalam kelas kawarimono. Namun, selama ini hanya beberapa jenis yang dikenal seperti chagoi, benigoi, kumonryu, dan ochiba shigure.

Di kontes itu ochiba metalik milik Didi tampil prima sehinga juri menobatkan koi itu sebagai kampiun. “Sejak saat itu pehobi koi di tanahair melirik ochiba metalik,” kata Roni. Menurut juri koi tingkat nasional, Ilham Lim, ochiba metalik berkualitas mesti berwarna metalik di seluruh tubuh meliputi badan dan sirip. Roni menuturkan agar warna metalik di sisik kian mentereng, ikan samurai itu perlu mendapat sinar matahari. “Kolam dengan naungan berupa plastik semitransparan sudah memadai,” kata Roni.

Bila sinar matahari kurang memadai, pehobi dapat mengganti dengan lampu metal halide berkekuatan 18.000oKelvin yang lazim dipakai pada akuarium laut. Penempatan lampu pada ketinggian 1—2 m dari permukaan kolam. Untuk asupan nutrisi Roni menggunakan pakan impor. Koi mendapat 7—8 kali pakan dalam sehari. Ilham mengatakan koi kelas kawarimono gampang berubah tipe atau corak warna karena faktor lingkungan seperti air, pH, dan suhu. Oleh karena itu penting mengetahui parameter lingkungan sehingga ikan serasa hidup di habitat asalnya.

Kolam yang sesuai bisa menghasilkan ochiba metalik yang sehat

Kolam yang sesuai bisa menghasilkan ochiba metalik yang sehat

Mahal

Roni mengatakan masyarakat Jepang menyebut ochiba metalik sebagai kogane ochiba. Ikan itu muncul di Jepang pertama kali pada 2008. Marusei Hirasawa memelopori kehadiran ochiba metalik dengan cara menyilangkan. Winarso Tanuwidjaya menduga ochiba metalik lahir dari hasil persilangan antara ochiba dan ogon. Ochiba mewariskan warna cokelat, sedangkan metalik menitis dari ogon. Warna baru koi itu bagai magnet yang menarik para pehobi di tanahair. “Ochiba metalik menjadi pilihan pehobi yang bosan dengan warna koi standar,” kata pemilik Jakarta Koi Center, Sugiarto Budiono.

Juri koi tingkat nasional, Ilham Lim, mengatakan segala jenis koi berwarna metalik bisa menjadi indukan untuk menghasilkan koi ochiba. Beberapa koi yang berwarna metalik antara lain hikari mujimono, platinum ogon, dan gin matsuba ogon.  Belum ada data yang menunjukkan kemungkinan silangan terbanyak menghasilkan ochiba metalik. Selain itu, “Hasil persilangan dua koi tidak dapat dipastikan. Untuk menghasilkan koi yang diharapkan tergantung dari cocok tidaknya indukan,” paparnya.

Roni Putra kesengsem ochiba metalik karena berwarna unik

Roni Putra kesengsem ochiba metalik karena
berwarna unik

Menurut Roni, hasil penangkaran di Negeri Sakura selama ini hanya mampu mencetak 10% ochiba metalik. Persentase kian mengecil bila koi-koi itu diseleksi kembali. “Jumlah penangkar juga sedikit karena di Jepang setiap pembudidaya memiliki spesialisasi masing-masing,” katanya. Sakai Koi Farm terbaik di gosanke. Isa Koi Farm unggul di shiwa sanshiki, sedangkan Omosaki Koi Farm terbaik di shiro utsuri. Tak heran jika harga ochiba metalik tinggi. Harga ochiba metalik berumur 5—7  tahun dengan panjang tubuh 80 cm mencapai Rp50-juta—Rp150-juta. Di tanahair hanya segelintir pehobi yang memiliki ochiba metalik. (Riefza Vebriansyah)

 

Powered by WishList Member - Membership Software