Teringat Petuah Hipokrates

Filed in Obat tradisional by on 04/11/2010 0 Comments

Kapan pun makannya, Ongko Wijaya senantiasa menyantap pangan organik. Sayuran seperti bayam, seledri, labu, pakcoy, beras, dan buah yang tersaji di meja makan adalah produk organik. ‘Saya ingin sehat, maka saya mengkonsumsi makanan organik,’ kata Wijaya yang tinggal di Kelapagading, Jakarta Utara. Perempuan 56 tahun itu 12 tahun mengkonsumsi pangan organik. Ia berhasrat mengkonsumsi pangan organik setelah pindah dari Jerman ke Jakarta pada 1985.

Perempuan yang lahir dan besar di Jerman itu kerap mendengar berita bahwa polusi udara di Jakarta melebihi ambang batas. Nah, untuk menjaga kesehatan, Wijaya mengkonsumsi pangan organik sejak 1998 hingga kini. Gaya hidup organik itu memang terus berkembang dan meluas. Pada umumnya motivasi para pelaku mendambakan kesehatan. Lili Nurdiyanti, warga Sunter, Jakarta Utara, yang menikmati pangan organik sejak 2004 mengatakan, ‘Saya ingin menjalankan pola hidup sehat.’

Perempuan 42 tahun itu merasakan khasiatnya. ‘Sebelum mengkonsumsi makanan organik, saya sering pilek dan batuk, setidaknya sebulan sekali. Setelah mengkonsumsi, hampir tidak pernah sakit lagi,’ kata ibu 2 anak yang membawakan bekal pangan organik kepada anak-anaknya setiap sekolah.

Organik unggul

Prof Dr Ali Khomsan, guru besar Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor, mengatakan pangan organik lebih kaya nutrisi. ‘Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kandungan vitamin dan mineral sayuran serta buah organik lebih tinggi daripada sayuran bukan organik,’ ujar Ali Khomsan. Itu karena tanah tempat budidaya komoditas organik yang lebih sehat dan pupuk kaya nutrien.

Prof Carlo Leifert, periset  dari University of Newcastle, Inggris, pada 2007 membuktikan bahwa kandungan gizi pangan organik jauh lebih baik daripada makanan nonorganik. Makanan organik mengandung antioksidan lebih tinggi dan lebih sedikit asam lemak tidak sehat. Kadar antioksidan dalam susu sapi organik, misalnya, 50 – 80%  lebih tinggi daripada susu biasa. Demikian pula gandum, tomat, kentang, kubis, bawang merah, dan selada organik mengandung 20 – 40% lebih banyak nutrisi seperti zat besi, tembaga, dan seng daripada makanan nonorganik.

Para periset dari University of California-Davis, Amerika Serikat, menanam tomat secara konvensional dan organik selama 10 tahun sejak 1994. Mereka berhati-hati menyimpan tomat untuk menjaga komposisi nutrisi. Pada 2004 peneliti mengukur kadar 2 flavonoid, yakni kuersetin dan kaempferol. Kesimpulannya kadar flavonoid tomat organik cenderung meningkat dari waktu ke waktu; tomat konvesional, tetap stabil. Dalam satu dekade, kenaikan kuersetin dan kaempferol pada tomat organik rata-rata 79% dan 97%.

Riset ilmiah Washington State University baru-baru ini menunjukkan bahwa stroberi organik lebih kaya antioksidan dan mineral, tetapi lebih sedikit kandungan fosfor dan potasium. Selain lebih tahan lama, stroberi organik juga lebih manis daripada stroberi nonorganik. Menurut data Association of Primary Care Groups and Trust (APCGT) di Inggris, pangan organik mengandung 21 macam nutrien lebih tinggi dibanding nonorganik. Beberapa di antaranya yaitu kandungan vitamin C, 27% lebih tinggi; magnesium 29%; besi 21%; dan fosfor 14% lebih tinggi ketimbang pangan konvensional.

Bayam, selada, kubis, dan kentang organik juga memiliki kandungan mineral lebih tinggi. Vitamin dan mineral penting menjaga kesehatan tubuh. Vitamin C, misalnya, berfungsi sebagai antioksidan  untuk menangkal radikal bebas, pemicu beragam penyakit degeneratif. Vitamin B1 penting bagi metabolisme lemak dan karbohidrat. Sementara vitamin A penting dalam mempertahankan kesehatan gigi, jaringan lunak, dan dalam pembentukan pigmen pada retina mata. Menurut APCGT, pangan organik berpotensi menurunkan risiko penyakit kanker, jantung koroner, alergi, dan hiperaktivitas anak.

Sebaliknya, organofosfat senyawa kimia dalam pestisida yang acap digunakan para pekebun dalam budidaya pertanian nonorganik, memicu beragam penyakit seperti kanker, menurunnya kesuburan pria, dan parkinson. Pada perempuan yang menderita kanker payudara kemungkinan ditemukannya residu pestisida 5 – 9 kali lebih tinggi dibanding pada perempuan sehat.

Tren

Ali Khomsan menyarankan agar konsumen tetap mencuci dan memasak komoditas organik sebelum konsumsi. Sayuran organik cukup dimasak setengah matang agar vitamin tidak rusak. Sedangkan menurut Dr Jeong Rai Lee, doktor Farmasi alumnus Chungbuk National University, Korea Selatan, masalah pencernaan seperti sembelit, mual, dan diare akibat makanan. Orang yang mengalami masalah pencernaan cenderung kekurangan nutrisi. Dalam jangka panjang mempengaruhi kesehatan hati, paru-paru, dan empedu. Salah satu jurus untuk mengcegah masalah itu adalah konsumsi pangan organik.

Hayoe A. Rizal, manajer pemasaran PT Neos, distributor produk organik di Jakarta mengatakan kesadaran masyarakat Indonesia akan kesehatan terus meningkat. Indikasinya antara lain permintaan pangan organik kian meningkat. Menurut alumnus Magister Bisnis Institut Pertanian Bogor itu permintaan pangan organik melonjak. Pada 2008, misalnya, ia hanya mampu memasarkan 10.500 botol pangan organik siap konsumsi dalam kemasan 460 gram. Namun, kini permintaan meningkat sekitar 15% menjadi 12.075 botol.

Produk organik siap santap itu memudahkan konsumen yang sibuk. Lihat saja Iriani Peter yang sibuk mengelola beberapa salon kecantikan di Jakarta, memilih produk siap santap terdiri atas 47 sayuran, buah, dan serealia organik. ‘Praktis dan nutrisi yang terkandung  lebih lengkap karena bahan pangan organik di dalamnya sangat beragam,’ kata ibu 4 anak yang tampak awet muda itu.

Sejak mengkonsumsi sayuran dan buah  organik pada 2005, Iriani tak lagi kesulitan buang air besar. Bahkan, 2 kista di rahimnya lenyap dari sebelumnya berukuran 5 cm dan 6 cm. Itu setelah Iriani rutin mengkonsumsi produk organik 5 kali sehari selama sebulan. Oleh karena itu ia semakin yakin untuk terus mengkonsumsi produk organik. Persis petuah Hipokrates, bapak kedokteran, jadikan makanan sebagai obatmu. (Sardi Duryatmo/Peliput: Endah Kurnia Wirawati)

 

Powered by WishList Member - Membership Software