Tergoda Hoya Merah

Filed in Majalah, Tanaman hias by on 10/03/2020

Hoya-hoya baru berdaun merah dan muncul corak bak cipratan cat.

Bunga belum lagi muncul, tetapi tanaman hoya itu sudah menarik perhatian. Penyebabnya penampilan tanaman seronok akibat berdaun merah. Shintarini Aliwarga di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, juga jatuh hati pada hoya berdaun merah. Shinta banyak menemukan karakter perubahan warna daun dari hijau ke merah pada hoya-hoya asal Borneo ketimbang hoya derah lain seperti Jawa dan Sulawesi.

Bunga
H. fauziana

Sejak Agustus 2019 Shinta merasakan pergeseran minat pehobi mencari hoya daun merah. Sejatinya warna merah pada daun akibat reaksi adaptasi terhadap kondisi yang tidak nyaman bagi tanaman. Menurut pengamatan Shinta warna merah pada daun hoya dipengaruhi oleh pencahayaan dan suhu udara. Ketika sinar paparan matahari menjadi lebih intens, kelir beberapa jenis tumbuhan bersalin rupa menjadi merah.

Cat tumpah

Menurut Sinta ketika tanaman diletakkan di tempat yang sejuk dan ternaungi, daun akan menghijau kembali. Bahkan sesungguhnya beberapa jenis hoya dari para pemburu di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah yang sampai ke tangan Shinta masih berkelir hijau. “Kebetulan jaring di nurseri saya rusak akibat angin. Jadi, hoya-hoya saya terkena matahari dan malah jadi merah-merah seperti itu,” papar Shinta.

Menukil publikasi ilmiah Mark Merzlyak dan rekanan dari Moscow State University, Rusia, sesungguhnya fenomena perubahan warna daun dari hijau ke merah pada hoya disebabkan stres cahaya yang dapat disertai stres kekeringan. Tumbuhan yang “kenyang” cahaya mengubah komposisi kandungan pigmen dalam tubuhnya. Semula klorofil atau pigmen hijau untuk fotosintesis menidominasi daun.

Namun, kemudian berubah menjadi pigmen-pigmen merah-ungu seperti antosianin, dan karoten jenis rhodoxantin. Tujuannya menghentikan serapan radiasi pada rentang hijau yang lazimnya diserap klorofil sekaligus meredam efek destruktif radiasi yang sudah telanjur terserap jaringan tumbuhan. Mark meneliti tumbuhan lidah buaya Aloe arborescens. Selain berwarna merah, karakter lain yang anyar jadi sorotan pehobi hoya ialah corak daun splash.

Berbeda dengan variegata, splash merupakan corak seperti cipratan cat putih—abu-abu muda yang merata di tiap helai daun. Pehobi tengah menggandrungi hoya-hoya berdaun merah bercorak splash. Contohnya Hoya fauziana yang Shinta dapatkan dari pemburu asal Kalimantan Barat. H. fauziana aslinya berwarna hijau dan dapat bervariasi hingga merah marun berbintik ungu.

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block; text-align:center;”
data-ad-layout=”in-article”
data-ad-format=”fluid”
data-ad-client=”ca-pub-4696513935049319″
data-ad-slot=”5685217890″></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Tanaman itu memiliki corak bintik abu-abu di bagian atas daun. Namun, biasanya daun muda belum tampak corak splash. Bunga H. fauziana juga tak kalah cantik dari daunnya. Mahkota bunga berwarna ungu-merah muda dan melengkung ke belakang ketika puncak mekar. Ukuran sedang dan dalam 1 dompol biasanya hanya 10 kuntum. Bagian tengah mahkota bunga atau bagian korona berwarna lebih tua ketimbang warna kelopak mahkota bunga, berbentuk bak lima buah bawang merah mini. Menurut Shinta H. fauziana belum banyak beredar di Indonesia lantaran sulit menemukannya.

Empat jenis hoya asal Kalimantan yang berdaun merah dan memiliki corak splash sedang gandrung oleh pehobi tanaman hias.

Beragam

Hoya fauziana contoh sempurna hoya berdaun merah dan memiliki corak splash yang terlihat jelas.

Selain itu Shinta juga mengoleksi hoya baru dari Buntok, Kalimantan Tengah. Sosok tanaman sangat mirip dengan spesies Hoya buntokensis. Shinta yang belum mengonfirmasi secara ilmiah cukup menamakan tanaman milikinya Sp. buntok yang merupakan persilangan dua jenis hoya, yaitu Hoya mitrata dan Hoya undulata. “Daunnya seperti H. mitrata dan bunganya mirip H. undulata yang termasuk bunga besar,” papar Shinta.

Daun Sp. buntok besar, memanjang, dan tebal. Bila daun berubah warna merah tulang daun tetap berwarna hijau segar. Corak splash juga muncul di permukaan daun itu. Bentuk kelopak mahkota bunga melengkung ke depan ketika puncak mekar. Bagian belakang kelopak mahkota bercorak ungu tua dengan warna dasar putih yang terlihat secara samar hingga ke bagian depan kelopak mahkota bunga atau corolla, sedangkan warna korona putih.

Sinta juga mengoleksi hoya yang belum bernama. Ia menjuluki Aff. Lambii—dalam istilah taksonomi tumbuhan Aff. singkatan affinity atau mirip.  Aff. lambii berdaun memanjang besar dan tak seperti bentuk dan tidak setebal Sp. buntok. Warna daun yang menjadi merah-kecokelatan tetap mempertahankan warna hijau muda di tulang daun dan sekeliling pinggiran daun.

Corak splash terlihat samar-samar pada Aff. lambii. Bunga padat membentuk setengah lingkaran dan kelopak mahkota bunga saling bersatu di bagian tengah dan berperawakan lebar. Makin ke ujung kelopak kian meruncing dan agak bergelombang melengkung ke bagian luar bak jemari penari. Warna kelopak mahkota bunga kuning kemerahan dengan bagian korona putih.

Satu lagi koleksi hoya berdaun merah yaitu Hoya walliniana. Warna merah marun merata atas-bawah permukaan daun menjadi daya tarik utama. Ada corak splash putih, bentuk daun bulat telur dengan ujung meruncing, ukuran daun cenderung kecil dan kaku membuat tampilan tanaman ciamik dipandang mata. Jangan dulu berpuas hati melihat keindahan daunnya. Bunga H. walliniana sungguh unik. Ketika puncak mekar kelopak mahkota bunga melipat ke belakang.

Jenis lain H. waymaniae yang juga memiliki corolla melipat ke belakang membentuk bulat sempurna bak donat, H.walliniana masih terlihat sudut-sudutnya. Warna bunga H. walliniana koleksi Shinta berwarna kuning pada kelopak mahkota bunga dan merah muda terang pada bagian korona. Ukuran bunga relatif kecil dan gerombolan bunga bisa lebih dari 10 kuntum. Tangkai bunga panjang sehingga bunga merunduk seperti payung.

Menurut pengamatan Shinta, hoya-hoya asal Borneo lebih beragam variasinya ketimbang hoya pulau Jawa. Baik dari bentuk dan warna bunga maupun bentuk dan warna daun. Terlebih lagi karakter berdaun merah bercorak splash yang belum pernah Shinta temukan di daerah Jawa. Harga hoya berkarakter tersebut dua kali lipat lebih mahal ketimbang yang berwarna hijau dan tanpa corak splash. (Tamara Yunike)

Tags: , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software