Tepat Pilih Mulsa

Filed in Inspirasi, Majalah by on 08/05/2019

Proses pemasangan mulsa plastik hitam perak pada lahan tambak.

Cara tepat memilih mulsa untuk tambak.

Udang vannamei memberikan keuntungan lebih bagi peternak di pantai Petanahan, Desa Tegalretno, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, Dawam Abadi. Semula Dawam menanam padi. Namun, sejak Februari 2016 ia beralih membudidayakan udang vannamei secara intensif. Satu siklus budidaya udang berkaki putih itu berlangsung selama 110 hari. Dawam mengelola tambak 2.000m².

Ia memanfaatkan mulsa plastik hitam perak khusus tambak udang. Dawam belajar dari rekannya yang membudidaya udang secara konvensional dan menghadapi rintangan. Petambak itu memanfaatkan mulsa merek Jempol setebal 0,05 memproduksi PT Hidup Baru Plasindo. Mulsa berbahan dasar bijih plastik murni itu lebih kuat dan elastis. Ia memerlukan 3 gulungan—berdimensi panjang 250 meter dan lebar 3 meter.

Tiga jenis

Bobot mulsa khusus tambak juga ringan, hanya 35 kg per gulung. Harap mafhum, ketebalan hanya 0,05 milimeter. Menurut Marketing Teknik PT Hidup Baru Plasindo, Yoppie Budiono, “Konsumen tidak kewalahan dalam pengangkutan, tidak membutuhkan bantuan transportasi khusus.” Selain mulsa plastik hitam perak, PT Hidup Baru Plasindo juga menyediakan jenis mulsa hitam lain yaitu LDPE geomembran dan HDPE geomembran.

Perbedaan keduanya pada bahan, ketebalan, serta kesesuaian lahan. Sesuai namanya, polietilen densitas rendah (Low Desnity Polyehtylen, LDPE) bersifat elastis. Itu sebabnya mulsa geomembran LDPE cocok untuk tanah pasir, karena sifatnya yang relatif mengikuti tekanan. Sementara itu, ketebalan geomembran High Density Polyethylen (HDPE)mencapai 300 µm dan 500µm (0,3 dan 0,5 mm) cocok di daerah pesisir dengan tanah yang keras.

Budidaya udang intensif dengan aplikasi mulsa, menekan kerugian produksi.

Yoppie menyatakan, “HDPE meredam tekanan di dasar kolam tambak, sehingga plastik tidak mudah rusak atau mengganggu pertumbuhan udang.” Geomembran polietilen densitas tinggi (HDPE) bersifat meredam tekanan, sehingga cocok untuk tanah keras. Menurut Yoppie pemilihan ketebalan mulsa didasari pada kondisi lahan tambak serta modal. Itu sebabnya perusahaannya meluncurkan mulsa dengan beragam ketebalan.

Yoppie Budiono (kiri), Marketing Teknik PT Hidup Baru Plasindo.

Banyak kelebihan

Yoppie mengatakan, mulsa jempol dapat bertahan selama 1,5 tahun, bila disetarakan kurang lebih mencapai lima siklus budidaya udang vannamei. Namun, petambak tak berani ambil risiko untuk mencegah penyakit terutama kotoran putih. Dawam menggunakan mulsa tambaknya hanya dua kali. Cara membersihkan tambak bermulsa lebih praktis. Petambak tinggal mengocorkan air bersih lalu membilas.

Tambak kembali bersih dan petambak bisa kembali menebar benih udang. Mulsa bekas tambak masih bisa digunakan di lahan pertanian. Maklum, sejatinya petambak mengganti mulsa dengan yang baru bukan karena kerusakan pada mulsa. Menurut Yoppie ekstensi penggunaan mulsa tambak menjadi mulsa pertanian dapat berjangka waktu selama enam bulan.

Udang vannamei menjadi pilihan komoditas para petambak secara intensif.

Tambak bermulsa mempunyai beberapa keunggulan. Riset peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau, Sulawesi Selatan, Erfan Andi Hendarajat menyebutkan, suhu air rata-rata tambak bermulsa lebih hangat sehingga menurunkan prevalensi serangan penyakit bintik putih (white spot syndrome virus, WSSV). Lapisan plastik meminimkan kebocoran maupun pengikisan tanggul atau dasar akibat arus dari kincir. Dengan berbagai kelebihan itu, makin banyak petambak mengadopsi tambak bermulsa. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software