Tepat Memupuk Kopi

Filed in Inspirasi, Majalah by on 18/09/2019

Pemupukan tepat menjadikan produksi kopi membubung.

 

Kunci memupuk tanaman kopi sejak bibit hingga produktif.

Pupuk ibarat gizi bagi tanaman kopi. Ketersediannya menentukan produksi tanaman. Pekebun kopi di Desa Kancediwe, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan, Darjo, membuktikan produksi kopi melonjak 20% setelah pemupukan intensif. Menurut anggota staf Departemen Riset, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, Dedi Prantoro, pemupukan intensif dilakukan sejak pembibitan tanaman.

Anggota staf Departemen Riset, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, Dedi Prantoro.

Tujuannya memenuhi kebutuhan unsur hara makro dan mikro. Hara makro meliputi nitrogen, fosfor, kalium, kalsium dan magnesium. Adapun hara mikro meliputi seng dan boron. Menurut Dedi kebutuhan unsur hara pada tanaman kopi berbeda berdasarkan umur tanaman. Perawatan intensif sejak pembibitan kopi.

Pupuk hayati

Saat tanaman kopi dalam fase bibit pemupukan dapat dilakukan setiap 1 bulan sekali. Menurut Dedi pemupukan saat fase bibit dengan memberikan 0,5 gram Urea (nitrogen), 0,5 gram SP-36 (fosfor), 0,3 gram KCl (kalium), dan 0,2 gram kieserit (magnesium) per pohon per semester.

Menurut pedoman teknis budidaya kopi yang baik dari Kementerian Pertanian, pemupukan pada bibit dengan cara dibenamkan atau dilarutkan dalam air. Dosis pada umur bibit kopi berumur 1—3 bulan adalah 1 gram Urea, 2 gram TSP, dan 2 gram KCl. Bibit berumur 3—8 bulan hanya 2 gram urea setiap 2 pekan sekali. Bila berupa larutan diberikan dengan konsentrasi 0,2% sebanyak 50-100 mililiter per benih tiap 2 pekan.

Sementara itu pemupukan tanaman kopi berumur di atas 1 tahun dilakukan 2 kali setahun yaitu pada awal musim dan akhir musim hujan. Pekebun menaburkan pupuk secara melingkar di bawah kanopi kopi atau 30—50 cm dari batang kopi. Kedalaman lubang pemupukan 5—10 cm kemudian tutup kembali dengan tanah. Dedi mengatakan, dosis pemupukan untuk tanaman berumur 1 tahun meningkat.

Tanaman berumur 1 tahun memerlukan tambahan hara mikro seperti seng dan boron berperan dalam pembentukan gula dan polen. Berikan 20 gram Urea, 25 gram SP-36, 15 gram KCl, 10 gram kieserite, dan 1 gram nutremag (seng dan boron) per pohon per semester. Pekebun sebaiknya juga memberikan pupuk hayati sejak tanaman berumur 1 tahun. Waktu terbaik pemberian pupuk hayati 4—7 hari sebelum pemupukan kimia.

Dosis pupuk hayati relatif kecil, 5—7 liter per hektare per semester. Penggunaannya dengan melarutkan 50—100 mililiter pupuk hayati pada 1 liter air. Siramkan merata pupuk hayati di daerah perakaran tanaman kopi. Dosis serupa bisa untuk tanaman kopi berumur 2 tahun. Dosis meningkat hingga 8—12 liter per hektare per semester pada umur tanaman kopi di atas 3 tahun.

Pupuk mikro seng dan boron berperan dalam pembentukan gula dan polen.

Pagi atau sore

Pemupukan selanjutnya meningkat pada umur tanaman kopi 2 tahun—10 tahun dan umur di atas 10 tahun. Tanaman berumur 2 tahun memperoleh 50 gram Urea, 40 gram SP-36, 40 gram KCl, 15 gram kieserite, dan 2,5 gram nutremag per pohon per semester. Umur 3 tahun masing-masing 75 gram Urea, 50 gram SP-36, 50 gram KCl, 25 gram kieserite, dan 3,75 gram nutremag per pohon per semester.

Dedi menyarankan, pemberian pupuk pada pagi atau sore hari. Pemupukan pada pagi hari pada pukul 07.00—10.00 atau pukul 15.00—17.00. Pemupukan sebaiknya tidak dilaksanakan saat cuaca hujan karena pupuk akan tercuci oleh aliran air hujan sebelum tanaman mampu memanfaatkannya. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Tags: , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software