Telusuri Jejak Jawara Banten

Filed in Buah, Majalah by on 12/06/2019

Durian si bolang MS, juara I kontes durian Festival Hortikultura Kabupaten Pandeglang 2019.

 

Pemerintah Provinsi Banten sigap mengidentifikasi para durian jawara seperti si bolang dan si mentega.

Ahmad Dasuki dan pohon induk si bolang MS.

Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit. Trubus bersama Iwan Subakti dari Yayasan Durian Indonesia (YDI) dan Suparta Zoel dari komunitas Durian Traveler, akhirnya tiba di kediaman Ahmad Dasuki. Warga Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, itu pemilik durian si bolang MS, juara kontes durian Festival Hortikultura Kabupaten Pandeglang pada 2 Februari 2019.

Menurut Suparta Zoel, salah satu juri, keunggulan si bolang adalah tekstur daging buahnya yang creamy meski tidak terlalu tebal. “Rasanya dominan manis,” ujarnya. Dengan berbagai keunggulan itu, si bolang meraih nilai tertinggi di antara 47 peserta lain. Iwan Subakti yang menjadi koordinator juri, mengajak Trubus menelusuri pohon induk si bolang. Apalagi lokasi pohon dekat dengan lokasi kontes.

Depan rumah

Penelusuran itu sekaligus untuk membuktikan bila durian jawara itu jelas asal-usulnya. “Pembuktian pohon induk sangat penting. Sering kali pemilik buah peserta kontes adalah pedagang yang tidak tahu pohon induknya sehingga menyulitkan bila akan disertifikasi sebagai varietas unggul,” ujar Iwan. Pohon induk si bolang MS itu tumbuh di depan rumah milik Ahmad Dasuki. Lingkar batang pohon si bolang tergolong kecil, kurang dari satu pelukan orang dewasa.

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block; text-align:center;”
data-ad-layout=”in-article”
data-ad-format=”fluid”
data-ad-client=”ca-pub-4696513935049319″
data-ad-slot=”5375540137″></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Durian si mentega, juara I kontes durian Festival Durian Banten 2019.

Pohon tumbuh menjulang, tapi bertajuk lebar. Dasuki memperkirakan umur pohon si bolang sekitar 20 tahun. “Yang tanam kakek saya dari bibit asal biji,” ujarnya. Sayangnya, saat berkunjung tak ada lagi buah tersisa di pohon karena seluruhnya sudah dipanen. Beruntung ada sisa 3 buah hasil panen kemarin. Dasuki lalu membelah salah satu buah. Ketika dibelah ternyata penampilan daging buah si bolang sama dengan buah yang diikutkan kontes.

Begitu pula dengan rasanya. “Ini menjadi bukti kalau kualitas buah si bolang stabil dalam satu pohon. Soalnya ada juga durian yang kualitasnya berbeda meski berasal dari satu pohon,” ujar Iwan Subakti. Menurut Dasuki selama ini ia tidak pernah menjual buah si bolang. “Buah hanya dibagikan kepada kerabat atau tetangga,” tuturnya. Padahal, dalam satu musim pohon menghasilkan 100 buah.

Pohon induk si mentega tumbuh di tengah hutan melinjo.

Itulah sebabnya Dasuki kebingungan menyebutkan harga saat ada yang bertanya harga jual buah usai menerima piala juara. “Saya belum tahu harga standar untuk kualitas buah seperti si bolang. Soalnya saya belum pernah menjual buah,” katanya. Tiga pekan berselang, Iwan juga menelusuri pohon si mentega yang menjadi juara kontes durian pada ajang bertajuk Festival Durian Banten 2019.

Durian milik Eli asal Desa Kadukupa, Kecamatan Baros, Kabupaten Pandeglang, itu memiliki keunggulan daging buah berwarna kuning semu jingga—seperti tergambar pada namanya. Sudah begitu daging buah pun tebal, mencapai 1 cm. Tekstur daging buahnya lembut dengan rasa dominan manis dan creamy.

Identifikasi

Seperti halnya si bolang, ukuran pohon si mentega juga relatif sedang. Lingkar batang pohon sekitar sepelukan orang dewasa. Eli mengatakan umur pohon berkisar 30 tahun. Sosok pohon si mentega tinggi menjulang karena berada di tengah hutan. Pohon tanaman anggota famili Malvaceae itu berebut sinar matahari karena tumbuh di antara berbagai jenis pohon, seperti melinjo dan pohon durian lain.

Pada penelusuran kali ini para peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Banten turut mendampingi Iwan. Mereka mengidentifikasi pohon si mentega untuk memenuhi syarat pengajuan varietas unggul. Pemerintah Provinsi Banten tengah getol menyeleksi durian terbaik di daerahnya antara lain melalui kontes. Menurut Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi Banten, Asep Mulya Hidayat, kontes durian menjadi agenda tahunan.

Asep menuturkan, melalui kontes diharapkan pemerintah Provinsi Banten mampu menyeleksi durian berkualitas. Durian juara selanjutnya disertifikasi sebagai varietas unggul. “Hingga saat ini baru dua jenis durian asal Banten yang tersertifikasi, yaitu radio dan si seupah,” ujar Asep. Iwan Subakti juga mendampingi tim BPTP Banten untuk mengidentifikasi durian si bolang milik Ahmad Dasuki. (Imam Wiguna)

Tags: , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software