Teknik Sumpit Begonia Cantik

Filed in Pojok luar by on 03/10/2013

Robot dan pekerja menancapkan sumpit supaya begonia tumbuh cantik.

Para pekerja mengambil bibit begonia yang sudah berakar dari pot-pot kertas transparan yang ditata rapi dalam rak-rak bersusun. Bibit-bibit itu hasil budidaya sendiri di lahan pembibitan seluas 3.800 m2. Mereka lalu menanam bibit berumur kira-kira empat minggu itu ke dalam pot tanam berwarna merah bata berukuran 12 cm, 14 cm, 17 cm, 19 cm, dan 23 cm. Mereka menanam sebuah bibit ke dalam pot ukuran 12 cm dan 14 cm. Untuk pot 17 dan 19 cm sebanyak 2 bibit dan pot 23 cm sebanyak 3 bibit.

Begonia membutuhkan media tanam yang ringan dan porous sehingga akar mendapatkan cukup oksigen. Contohnya peat moss dan perlite. Selanjutnya pot-pot berisi bibit begonia itu diletakkan di atas ban berjalan menuju sebuah mesin dengan sensor. Secara otomatis setiap pot berhenti di titik tertentu, lalu tangan-tangan robot akan menancapkan semacam sumpit mengapit bibit. Pada pot berukuran 12 dan 14 cm sebanyak 2 sumpit yang ditancapkan. Pada pot berukuran lebih besar mencapai 4 sumpit.

Sumpit-sumpit itu untuk membantu menjaga agar pertumbuhan begonia simetris dan ajek. Sumpit tetap dipertahankan selama masa budidaya begonia hingga berbunga selama sekitar enam bulan. Hasilnya tanaman anggota famili Begoniaceae itu tampil cantik, proporsional dan marak bunga.

Tanaman berjalan

Begonia-begonia dengan sumpit itu dibudidayakan di dua rumah kaca seluas total 5,5 hektar milik nurseri J & P ten Have BV di Maasland dan De Lier, Belanda. Sejauh mata memandang terlihat jutaan pot berisi begonia berbaris rapi. Jos dan Peter ten Have—pemilik nurseri—menanam begonia dengan dua cara. Di salah satu rumah kaca mereka membudidayakan tanaman yang namanya diambil dari nama ahli botani Perancis, Michel Begondi, itu di dalam pot yang diletakkan di dalam “meja-meja” tanam. Setiap meja tanam berisi sejumlah pot tertentu.

Di rumah kaca lainnya penanaman menggunakan sistem walking plant system (WPS). Sederhananya pada model penanaman ini pot-pot berisi bibit begonia diletakkan di atas semacam talang dengan dudukan pot. “Talang-talang” tanam itu dapat secara otomatis berpindah tempat menuju ruang perawatan. Jos dan Peter ten Have membudidayakan begonia di lantai dua nurseri.

Sementara lantai dasar sebagai lokasi persiapan tanam, penanaman, peletakkan pot di atas semacam meja tanam berbahan aluminium, hingga aktivitas pascapanen seperti grading berdasarkan ukuran pot dan jenis bunga sebelum tanaman dikirim ke pasar lelang dan konsumen akhir. Pekerja cukup berdiri di satu lokasi, tanaman yang bergerak mendekati dan menjauhi pekerja dengan bantuan sistem robotik. Dengan pembagian area seperti itu pekerja lebih efisien dalam menyelesaikan pekerjaan masing-masing. Dari lantai dasar itu “meja-meja” tanam dibawa secara otomatis menuju ruang perawatan di lantai atas. Di lantai atas meja-meja itu secara otomatis menempati baris-baris tertentu sesuai dengan ukuran pot dan jenis begonia yang ditanam.

Total jenderal setiap tahun nurseri J & P ten Have memproduksi 3-juta pot begonia berbunga dan begonia daun dalam pot 12 cm, 14 cm, 17 cm, 19 cm, dan 23 cm. Begonia daun terlihat elok dengan beragam pola dan variasi warna daun. Selain itu nurseri juga memproduksi 800.000 gloxinia per tahun. Tanaman anggota famili Gesneriaceae itu di tanam dalam pot berukuran 12 cm. Jenis lain yakni poinsettia alias kastuba Euphorbia pulcherrima dengan produksi 150 pot per tahun di dalam pot berukuran 12 cm dan 14 cm.

Atur iklim

Untuk memaksimalkan produksi tanaman, Jos dan Peter ten Have mengondisikan iklim mikro di dalam greenhouse sesuai kebutuhan tanaman. Setiap rumah tanam misalnya dilengkapi perangkat jaring penaung dengan dua tingkat kerapatan—disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Pada hari sangat terik, terutama di musim panas, pekerja dapat mengatur secara otomatis supaya yang berfungsi adalah jaring penaung dengan kerapatan tinggi supaya tanaman terhindar dari sunburn. Harap mafhum begonia termasuk tanaman yang menyukai naungan. Oleh karena itu pekebun mengatur agar tanaman sukulen itu tidak terpapar sinar matahari langsung.

Beberapa hibrida menyukai terpapar sinar matahari pagi dan toleran terhadap sinar matahari sore. Jenis-jenis berbatang tebal mungkin agak tahan terhadap paparan sinar matahari siang. Oleh karena itu pada hari-hari mendung ketika intensitas sinar matahari rendah pekerja mengatur agar jaring penaung berkerapatan rendah yang berfungsi.

Pada musim dingin Jos dan Peter ten Have memasukkan udara panas ke dalam greenhouse supaya suhu di dalam tetap hangat sesuai kebutuhan tanaman. Begonia tumbuh optimal pada suhu berkisar 16—22oC dan kelembapan udara 60—80%. Nurseri juga dilengkapi lampu tambahan untuk memaksimalkan proses fotosintesis tanaman. Sementara proses penyiraman dan pemupukan dilakukan secara otomatis dengan sistem robotik dan diatur secara komputerisasi. Pekerja mengatur dosis dan frekuensi penyiraman agar begonia tidak mendapat air berlebihan. Harap mahfum kelebihan air menyebabkan akar tanaman membusuk dan bisa berujung kematian tanaman. Untuk penyiraman mereka menggunakan air hujan yang telah melalui proses sterilisasi dan bisa digunakan kembali.

Untuk mengoperasikan nurseri seluas 5,5 ha Jos dan Peter ten Have mempekerjakan 30 orang. Mereka melakukan “pekerjaan tangan” yang tidak dapat dilakukan oleh sistem robotik seperti penanaman, pengecekan posisi sumpit di lokasi perawatan tanaman, dan penataan tanaman yang sudah dikemas cantik dengan kemasan plastik di dalam rak-rak supaya siap dijual ke pasar lelang.

Pekerja juga secara periodik memasukkan data permintaan dari para pelanggan disertai dengan spesifikasi produk yang dibutuhkan masing-masing. Berdasarkan data itu sistem robotik akan secara otomatis mengirim tanaman dengan spesifikasi tertentu dari ruang produksi ke lokasi pengemasan dan pengangkutan barang sesuai dengan nama pelanggan. Dengan demikian setiap pelanggan mendapat produk yang dibutuhkan secara pasti. *** (Henk van Staalduinen)

* Pekebun senior di Maasland, Rotterdam, Belanda, sejak 30 tahun lalu. Ia juga importir, konsultan dan pembicara pertanian.

FOTO:

Tampil prima dengan bantuan sumpit sebagai penyangga tanaman

Produksi 3-juta pot begonia per tahun

Lokasi budidaya begonia di lantai 2 nurseri. Setiap greenhouse dilengkapi lampu tambahan untuk memaksimalkan proses fotosintesis

Budidaya begonia di atas meja-meja tanam. Setiap meja tanam terdiri atas satu ukuran pot dan jenis bunga yang sama

Siap jual ke pasar lelang atau konsumen akhir. Pekerja secara periodik memasukkan data permintaan konsumen sehingga sistem robotik secara otomatis menyeleksi tanaman sesuai kebutuhan pelanggan

Peter ten Have, salah seorang pemilik nurseri

Nurseri juga memproduksi gloxinia dan pointsettia alias kastuba

Penanaman bibit menggunakan pot kertas transparan

Sistem robotik menggerakkan meja-meja tanam ke lokasi yang diinginkan

Seleksi tanaman dengan sistem komputerisasi

Nurseri menggunakan jaring penaung dengan kerapatan yang bisa diatur

Ragam bunga yang dibudidayakan di nurseri J & P ten Have

Penanaman dengan sistem walking plant system (WPS). Pot tanaman bisa bergerak sesuai dengan kebutuhan

Pekerja mengecek posisi sumpit

 

Powered by WishList Member - Membership Software