Taman Keraton di Hunian Modern

Filed in Tanaman hias by on 28/02/2011

 

Desain rumah perpaduan antara desain modern dan tradisional khas keraton dengan mengekspos bahan bata merahPeribahasa itu menjadi inspirasi Setyo Mardanus saat membangun rumah baru di kawasan Tembalang, Semarang, Jawa Tengah. Di kawasan hunian modern, Setyo malah mengombinasikan desain modern dengan elemen arsitektur tradisional khas istana kerajaan Jawa dan Yogyakarta. ‘Saya tak mau latah mengikuti gaya arsitektur Eropa yang menginspirasi sebagian besar rumah sini,’ kata Setyo.

Identitas gaya keraton di rumah Setyo terlihat dari beberapa bagian seperti pilar berbahan bata merah halus tanpa plester. Ia juga menggunakan pintu dan dinding depan rumah dengan papan kayu jati berukir khas Jepara. ‘Saya ingin hadirkan suasana keraton dalam hunian modern,’ kata pria yang berprofesi sebagai konsultan pertambangan itu.

Memberi kejutan

Suasana keraton juga terlihat dari konsep taman di samping rumah. Ia mengadopsi konsep taman sari – taman di lingkungan keraton – yang biasanya menjadi arena bermain para gadis. Taman itu ‘tersembunyi’ di balik pagar tembok yang terbuat dari bata merah halus. Jika hendak menuju taman, pengunjung mesti melewati gapura bata merah. Di gapura tegak berdiri pintu jati berukir ala pintu gerbang keraton. Dengan kehadiran dinding dan gapura, Setyo seakan memberi kejutan dengan menyembunyikan taman dari halaman depan.

Benar saja. Saat pintu gapura dibuka suasana bak taman keraton nan asri langsung terasa. Begitu kaki melangkah masuk, terdengar suara gemericik air menyambut. Suara itu berasal dari air mancur tunggal yang memancar di bagian kanan dan kiri jembatan kayu. Jembatan itu melintasi kolam koi berbentuk angka 8 sedalam 1 m.

Kolam itu terlihat unik dengan dinding batu sungai. Tumpukan batu itu menutupi tepi kolam sehingga menyamarkan kesan kaku dinding beton yang lazim digunakan hobiis ikan asal Jepang itu. ‘Batu sungai memberi kesan itu kolam alami,’ kata Ir Hari Harjanto, perancang taman asal Depok, Jawa Barat, yang merancang taman milik Setyo.

Dalam budaya Jawa, kehadiran kolam di pintu masuk memiliki fungsi magis, yakni untuk menangkal sihir dan roh jahat. Itulah sebabnya setiap tamu yang datang mesti melewati jembatan yang melintasi kolam. ‘Jika orang yang datang dengan membawa sihir jahat, maka yang mati adalah ikan, bukan pemilik rumah,’ tutur Setyo.

Di sekeliling kolam tertata apik aneka jenis tanaman hias khas taman tropis seperti bromelia, corimbosa mini, dan zodia. Di bagian kanan dan kiri kolam berdiri tegak palem Livistonia chinensis dan ketapang mini. Di dekat dinding pagar berjejer Alocasia macrhorriza.

Di area taman seluas 600 m2 itu, hanya sekitar 100 m2 yang digunakan sebagai taman. Sisanya dibiarkan terbuka, tapi tetap hijau dengan balutan rumput gajah mini. ‘Sisa lahan sengaja dibiarkan terbuka untuk arena bermain anak-anak,’ tutur Hari.

Aromatik

Nuansa khas Jawa semakin kental dengan kehadiran rumah panggung mungil di salah satu sudut halaman yang sarat ukiran dan aksesori bergaya Jawa kuno. Menurut Setyo, rumah itu berasal dari jineman alias lumbung padi dari sebuah rumah Jawa kuno milik seorang pemimpin pesantren di Kudus, Jawa Tengah. Lumbung itu lalu dimodifikasi menjadi rumah panggung. ‘Tapi dindingnya masih asli,’ kata pria yang gemar mengoleksi benda antik itu. Untuk memperkuat kesan kuno Setyo menempatkan lesung bekas yang sudah usang termakan waktu di samping rumah.

Di belakang rumah panggung, Hari menanam gardenia berbunga putih dan jumbo. Jika sedang berbunga, ia mengeluarkan aroma lembut. ‘Pancaindera pun seperti dimanja saat berada di taman. Mata dimanja memandang keseluruhan taman, sementara telinga oleh suara gemericik air dari kolam, dan hidung menghirup aroma lembut bunga gardenia,’ tutur Hari. Pantas taman itu menjadi tempat favorit Setyo bersantai. Menurutnya taman asri itu menjadi pengobat penat setelah 5 hari bergelut dengan kesibukan Jakarta.

Suasana asri tidak hanya terpusat di area taman. Hampir di sekeliling rumah diselimuti aneka jenis tanaman semak hias seperti pacing Costus sp. ‘Kehadiran aneka tanaman itu memberi kesan lembut dari dinding tembok dan pilar yang kokoh,’ kata Hari. Dengan begitu rumah juga tidak terlihat seperti berada di tempat terpencil. Maklum, luas bangunan rumah hanya 200 m2. Sedangkan total luas lahan mencapai 1.000 m2.

Rajin berbunga

Di sekeliling costus ditanam crossandra berbunga toska dan corimbosa mini. Menurut Hari, kedua tanaman itu rajin berbunga meski intensitas cahaya matahari rendah atau cahaya matahari yang diterima hanya sesaat. Karena itu cocok ditanam pada area taman yang terhalang gedung atau berada di bawah naungan pohon. Keistimewaan lain, kedua tanaman itu cenderung membentuk tajuk membulat dan tidak meninggi. Tanaman seperti itu cocok untuk pemilik rumah yang waktunya terbatas untuk merawat taman karena tak perlu rutin dipangkas.

Garasi pun tak luput dari nuansa hijau. Pilar-pilar penopang atap garasi menjadi sandaran bagi pertumbuhan passiflora berbunga merah. Warna bunganya yang mentereng menjadi pemikat kupu-kupu untuk datang. Begitu juga lantai garasi. Permukaan lantai berbalut rumput gajah mini. Padahal, lantai garasi biasanya dibiarkan berbahan beton karena kerap terlindas mobil.

Yang luar biasa, rumput di lantai garasi Setyo tidak rusak meski terlindas mobil. Itu karena rumput tidak ditanam langsung di permukaan tanah, tapi di dalam turf pave – rangkaian pot berdiameter 4 cm. Turf pave berbahan sintetis yang mampu menopang beban mobil. ‘Media itu menjadi pelindung rumput. Saat dilindas, rumput hanya tertekan, tapi tidak sampai rusak karena beban mobil tertahan turf pave. Setelah mobil berlalu, rumput akan kembali muncul ke permukaan,’ tutur Hari.

Lantai turf pave lazim digunakan di mancanegara untuk lahan parkir atau car port di halaman rumah. Teknik lansekap modern itu hadir demi mewujudkan suasana asri. Suasana taman keraton pun hadir di tengah-tengah hunian modern. (Imam Wiguna)

Pilihan untuk Orang Sibuk

Tanaman ini cocok ditanam di bawah naungan. Namanya crossandra dan corimbosa. Ia rajin berbunga meski intensitas cahaya matahari rendah atau cahaya yang diterima sesaat. Keistimewaan lain tajuknya cenderung bulat. Ia cocok buat pemilik taman yang waktunya terbatas karena tak perlu rutin dipangkas.***

Crossandra

 

 

  1. Konsep taman mengadopsi konsep Taman Sari – taman di lingkungan keraton Yogyakarta
  2. Desain rumah perpaduan antara desain modern dan tradisional khas keraton dengan mengekspos bahan bata merah
  3. Area taman tersembunyi di balik dinding dan gapura
  4. Gardena, salah satu tanaman aromatik yang ditanam di taman Setyo Mardanus
  5. Di sekeliling rumah ditanami aneka jenis tanaman seperti costus, crossandra, dan corimbosa
  6. Garasi juga terlihat asri. Pilar garasi menjadi sandaran passiflora. Lantai garasi juga hijau dengan balutan rumput gajah mini
  7. Taman di pintu gerbang dilihat dari selasar rumah panggung
  8. Dalam budaya Jawa kehadiran kolam di pintu masuk dapat menangkal sihir dan roh jahat. Karena itu setiap tamu harus melewati jembatan  yang melintasi kolam
 

Powered by WishList Member - Membership Software