Tak Usah Stres, Mini!

Filed in Satwa by on 31/08/2011

Mohammad Apriza Suska tertarik mini rex karena bertubuh kecil, ringan, dan berbulu halusDua tahun lalu hampir dapat dipastikan kelinci mini rex di tangan hobiis tanahair berasal dari mancanegara seperti Belanda. Namun, kelinci mini dari negeri subtropis itu tak adaptif di Indonesia. Akibatnya, mini rex tak bertahan lama di tangan hobiis karena berujung pada kematian. Menurut hobiis di Caringin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Mohammad Apriza Suska, kelinci subtropis tak adaptif karena suhu di tanahair yang tinggi, hingga 30oC. Akibatnya mini rex mudah stres akibat perubahan suhu.

Meski demikian, bukan berarti hobiis tak dapat memelihara kelinci mini rex. Lihat saja mini rex koleksi Suska, tampil sehat, menawan, dan lincah. Bulu beludru sangat halus membungkus sekujur tubuh. Pada sebuah siang, Suska membopong seekor kelincil bersosok mini itu dan meletakkan di atas pangkuan. Ia membelai-belai tubuh kelinci berbulu cokelat itu. Ia memperoleh kelinci mini rex bukan dari luar negeri, tetapi hasil jerih payahnya menyilangkan sejak 2008.

Induk lokal

Suska sebenarnya menggemari rex. Namun, bobot rex mencapai 4 – 5 kg terlalu besar. Itu yang mendorong Suska menyilangkan sendiri untuk memperoleh mini rex yang adaptif di negeri tropika. Untuk mendapatkan mini rex, ia membutuhkan waktu, hingga 2 tahun. Mini rex hasil persilangan kelinci rex dan netherland dwarf. Rex memiliki gen resesif dan netherland dwarf yang letal sehingga anak mereka kerap mati. Itu kendala utama menghasilkan kelinci mini rex.

Peternak berusia 37 tahun itu mendapatkan induk netherland dwarf dari Balai Penelitian Ternak (Balitnak) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat dan induk rex dari pasar lokal. Dalam persilangan itu, Suska memanfaatkan masing-masing induk jantan dan betina berumur 5 bulan. Pasangan-pasangan kelinci itu ia tempatkan di sebuah kandang berukuran 60 cm x 30 cm x 30 cm. Tanda pasangan berjodoh jika mereka melakukan kopulasi. Jika pasangan tak cocok, ia mengganti dengan indukan lain.

Kelinci bunting selama satu bulan dan melahirkan rata-rata 6 – 8 ekor dalam sebuah persalinan. Suska menempatkan anak-anak kelinci itu bersama induk betinanya untuk menyusu sampai berumur 1,5 bulan. Setelah lepas sapih, barulah Suska menempatkan anak-anak satwa anggota famili Leporidae itu dalam kandang kayu terpisah dari induk betina. Selama dua tahun pertama, ia terus menyeleksi hingga karakter mini rex stabil.

Hingga kini kelinci mini rex hasil silangan Suska mencapai turunan kelima. Sarjana Pertanian alumnus Institut Pertanian Bogor itu mengoleksi 60 mini rex hasil silangan sendiri. Selain Suska, Sukarto Nio di Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, juga menghasilkan mini rex sampai generasi ketiga. Ia mengimpor tetua netherland dwarf, sedangkan tetua rex dari Balai Penelitian Ternak. Mini rex silangan Sukarto mencapai 20 ekor.

Menurut Dr Ir Yono Raharjo MSc dari Balitnak, Kabupaten Bogor, menghasilkan mini rex bukan hal mudah. “Mengawinkan mini rex dengan netherland dwarf mungkin menghasilkan kelinci yang mini, tetapi belum tentu mini rex,” kata Yono. Menurut standar The American Rabbit Breeders Association (ARBA), bobot kelinci mini rex betina maksimal 2,25 kg dan jantan 2 kg. Bandingkan dengan rex – indukan mini rex – yang mencapai bobot 4 – 5 kg; netherland dwarf, 9 ons per ekor.

Selain bobot, ciri mini rex berbulu seperti rex yakni rata, pendek, dan seperti beludru. Dalam adu cantik-cantikan kelinci, ARBA mensyaratkan mini rex memiliki bagian belakang tubuh membulat sempurna, punggung yang terbentuk, leher pendek, dengan ukuran telinga maksimal 8 cm. Struktur tulang mini rex tidak terlalu besar dan berkaki agak pendek.

Irit pakan

Suska mengatakan memelihara mini rex relatif mudah. Ia memberikan pakan berupa pelet satu kali sehari pada sore atau pagi. Pemberian pelet pada sore hari lebih baik karena kelinci sebenarnya binatang malam. Sukarto memberi pakan mini rex sekitar 100 – 150 gram pelet setiap hari. “Memelihara mini rex hemat pakan,” kata Sukarto. Itulah salah satu alasan para hobiis memelihara mini rex. Bandingkan dengan rex yang bertubuh besar, memerlukan 500 g pakan setiap hari.

“Di Amerika, mini rex populer menjadi peliharaan karena bobotnya hanya sekitar 1,5 – 2,5 kg,” kata Suska, anggota ARBA sejak 2008. Mini rex muncul pada 1984. Hobiis yang pertama kali membidani kelahiran mini rex adalah Monna Berryhill dari Texas, Amerika Serikat. Ia menyilangkan dwarf rex dan netherland dwarf dan memperoleh mini rex. Menurut Suska, tubuh netherland dwarf tidak terlalu besar, wajah pendek dan membulat, serta telinga pendek. Idealnya bobot netherland dwarf 1 kg. Netherland dwarf paling populer adalah himalayan yang berciri kuping, hidung, dan kaki berbulu hitam dan bermata merah.

Baru pada 1988 ARBA mengakui keberadaan mini rex. “Penampilan mini rex menarik dan tingkah lakunya cocok sebagai peliharaan. Selain itu bulunya yang rata dan padat membuatnya cocok juga untuk industri,” kata Suska. Warna bulu mini rex terdiri atas berbagai varian, seperti castor, lynx, opal, cinnamons, dan lilac. Mini rex kategori blue eyed white memiliki warna putih mulus di seluruh bagian tubuhnya dan memiliki mata berwarna biru gelap. Mini rex kategori himalayan memiliki warna putih di seluruh tubuhnya, tetapi hidung, telinga, dan kaki berwarna hitam. Mini rex kategori broken memiliki bulu bercorak beragam warna, dengan warna dasar putih, corak yang beraturan lebih disukai. Beragam varian itu bukan pendatang dari mancanegara, tetapi lahir di negeri sendiri. (Susirani Kusumaputri/Peliput: Reza P Pratiwi)

 

Powered by WishList Member - Membership Software