Tak Salah Pilih Bianglala

Filed in Tak Berkategori by on 02/07/2012 0 Comments

Daging buah durian ajimah putih, sedangkan MDUR 88 kuning keemasanCiri bibit durian pelangi amat khas. Kenali bentuk, ukuran, dan warna daun agar tak tertukar dengan varietas lain.

Pekebun di Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Bernard Sadhani gembira bukan main ketika kedua pohon durian MDUR 88 berumur 4 tahun itu berbunga. Artinya, selama 5 bulan kemudian, impian mencicip durian unggul asal Malaysia itu bakal terwujud. Namun, harapan dan kenyataan ibarat timur dan barat yang berjarak. Saat ia membelah sebuah durian matang menjadi dua bagian, tampak daging buah berwarna putih. Ciri khas MDUR 88 berdaging buah kuning keemasan.

Ia mencicip daging buah bertekstur keras itu. “Rasanya manis, mirip durian ajimah,” ujar Bernard. Ingatan Bernard melayang saat ia mencicipi MDUR 88 di Malaysia beberapa tahun sebelumnya: tekstur lembut dan manis. Keruan saja, ia kecewa sehingga menebang kedua pohon MDUR 88 aspal alias asli tapi palsu itu keesokan hari.

Hijau muda

Bernard memperoleh 2 bibit durian MDUR 88 setinggi 60-80 cm dari penjual di Ancol, Jakarta Utara. Harga sebuah bibit Rp200.000. “Waktu itu saya ingin menambah tanaman koleksi,” kata pehobi mancing itu. Kedua bibit itu kemudian Bernard tanam di kebunnya di Cianjur. Namun, apa lacur 4 tahun menanti, ternyata bukan MDUR 88 asli. Kejadian itu tidak akan terjadi jika calon pekebun mengetahui ciri tanaman durian MDUR 88 saat membeli bibit.

Warna daun pelangi hijau terang sejak daun muda hingga tuaBisa jadi kekeliruan itu akibat si penjual salah mengidentifikasi bibit atau memang sengaja mencatut nama MDUR 88 untuk mendapatkan keuntungan tinggi. Lihat saja perbedaan harga antara ajimah dan MDUR 88. Harga sebuah bibit durian ajimah hanya Rp20.000, tetapi karena penjual menjajakan dengan nama MDUR 88, maka harga membubung  menjadi Rp200.000. Artinya, si penjual untung 10 kali lipat.

Mencatut nama durian yang tengah populer acap terjadi. Eko Mulyanto SP, “penemu” durian merah di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, pernah menjumpai penjual bibit nakal yang mencatut durian merah banyuwangi. Padahal, yang dijual bukanlah durian merah asal kabupaten paling timur di Pulau Jawa itu. Tak menutup kemungkinan kejadian serupa bakal terjadi ketika durian pelangi yang istimewa itu kini naik daun.

Itulah sebabnya kenali bibit durian yang diduga hasil silangan Durio zibethinus dan Durio graveolens itu. Menurut penangkar bibit durian pelangi di Bogor, Jawa Barat, Syahril M Said, bentuk daun pelangi mirip durian sunan. Ujung daunnya agak membulat. Durian lain, meruncing alias lancip. “Warna daun pelangi hijau muda sejak daun muda hingga tua. Sementara durian lain umumnya hijau muda saat daun muda dan berubah menjadi hijau tua ketika tua,” kata Syahril.

Periset durian di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu) di Solok, Sumatera Barat, Panca Jarot Santoso SP MSc mengatakan, “Warna daun pelangi hijau terang. Selain itu, rantingnya relatif lebih kecil dibandingkan durian lain,” Pantas, penampilan bibit pelangi agak ringkih dibanding varietas yang lain. Apa beda durian pelangi manokwari dengan durian merah banyuwangi?

Menurut Eko Mulyanto, anggota staf Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bagian bawah daun durian merah banyuwangi berwarna keperakan. Bagian permukaan atas daun terlihat bergelombang,” ujar Eko. Sementara bagian bawah daun pelangi manokwari berwarna cokelat, sama seperti durian lain.

“Tepi daun durian merah asal Banyuwangi melengkung. Bila diraba seperti ada menyangkut di kulit jari tangan,” kata Eko. Ukuran daun durian merah banyuwangi sama dengan durian lain. Namun, pada varian durian merah yang memiliki keturunan lai Durio kutejensis seperti durian merah lapis asal Desa Kampunganyar, Kecamatan Kalipura,  Banyuwangi, ukuran daun lebih panjang daripada durian lain. Panjang daun mencapai 15 cm, sedangkan durian biasa, 12 cm. Dengan mengenal ciri-ciri itu, kejadian seperti yang dialami Bernard semoga tak terulang. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Bondan Setyawan dan Tri Istianingsih)

 

Durian merah banyuwangi memiliki 1 kelopak bunga lebih banyak dari durian biasaEkstra Kelopak

Anggota staf Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Eko Mulyanto SP, menuturkan perbedaan mencolok antara durian merah asal Banyuwangi dengan durian biasa juga terlihat dari struktur bunga. “Durian merah memiliki kelopak tambahan dari durian biasa,” kata Eko. Ukuran kelopak “tambahan” itu berbeda-beda. Dari 25 varian durian merah di Banyuwangi, sebanyak 16 varian di antaranya memiliki kelopak bunga tambahan sepanjang 6 cm, lainnya hanya 3 cm. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Tri Istianingsih dan Pranawita Karina)

 

Keterangan Foto :

  1. Daging buah durian ajimah putih, sedangkan MDUR 88 kuning keemasan
  2. Warna daun pelangi hijau terang sejak daun muda hingga tua
  3. Durian merah banyuwangi memiliki 1 kelopak bunga lebih banyak dari durian biasa
 

Powered by WishList Member - Membership Software