Supaya Kumbang Tak Tumbang

Filed in Eksplorasi, Majalah by on 09/11/2020

Peneliti kumbang di Museum Zoologicum Bogoriense (MZB), Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Raden Pramesa Narakusumo, S.Si., M.Sos., mengatakan, saat ini para entomolog tengah meramalkan bahwa terjadi pengurangan signifikan dari jumlah populasi serangga secara global. Pemicunya antara lain krisis iklim, penghancuran habitat alami secara masif, penggunaan pestisida berlebihan, dan pertanian tidak berkelanjutan.

Kumbang biola salah satu kumbang berbentuk tubuh unik karena mirip biola.

Dari studi evidence synthesis yang populer, diperkirakan populasi kumbang berkurang sekitar 49% dalam 4 dekade terakhir dengan laju kepunahan sekitar 6,6% per tahun. Risiko kepunahan tertinggi menimpa kumbang dengan tingkat endemisitas yang tinggi. Misal sebanyak 103 jenis baru kumbang Trigonopterus dari Pulau Sulawesi dan 7 jenis baru dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, yang telah dipublikasikan oleh Pramesa.

Sebanyak 98% dari kumbang-kumbang itu hanya memiliki habitat di satu lokasi atau berjarak kurang dari 100 km. ”Dampaknya jika terjadi kerusakan habitat di satu lokasi saja, maka kumbang-kumbang Trigonopterus yang hidup di dalamnya punah,” jelas Mesa, sapaan akrab Raden Pramesa Narakusumo. Merujuk pada International Union for Conservation of Nature (IUCN) Redlist, saat ini ada 70 jenis kumbang berstatus kritis (critically endangered). Namun, angka ini berasal dari kumbang-kumbang yang telah dilakukan studi populasinya.

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block”
data-ad-format=”fluid”
data-ad-layout-key=”-6t+ed+2i-1n-4w”
data-ad-client=”ca-pub-4696513935049319″
data-ad-slot=”9938833539″></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Sayangnya studi semacam itu sangat jarang dilakukan. Kerusakan lingkungan yang masif dan juga krisis iklim yang terjadi, maka ratusan ribu jenis kumbang yang ada di muka bumi bisa dikatakan terancam kelestariannya. Upaya pelestarian kumbang secara khusus di Indonesia belum ada. Dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106/2018 tentang perlindungan satwa liar juga belum ada nama jenis kumbang yang diusulkan untuk dilindungi.

Meski begitu segala upaya untuk melindungi suatu kawasan sudah dilakukan. Contohnya membangun kawasan konservasi (misal taman nasional dan cagar alam) serta upaya masyarakat desa hutan dan adat plus rekan-rekan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang menjaga kelestarian hutan. Masyarakat lainnya dapat berperan aktif menjaga kelestarian kumbang dan serangga di sekitar dengan cara menjaga dan merawat lingkungan. Sebetulnya apa yang terjadi ketika kumbang punah? Kepunahan suatu makhluk hidup tentu merusak keseimbangan alam.

Satu kepunahan berakibat pada rantai ekosistem yang lain. Misal ada satu jenis kumbang yang menjadi predator spesifik hama tertentu punah, maka hama itu mewabah sehingga merugikan manusia. Jadi, sangat jelas bahwa kumbang perlu dilestarikan. Kumbang dan perannya bagi alam dan manusia sangat beragam. Selain itu, biodiversitas Indonesia adalah aset nasional yang tidak berniali harganya. Tidak hanya kumbang yang layak dilestarikan, tapi juga serangga, hewan, dan tumbuhan. (Riefza Vebriansyah)

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software