Stok Pangan Aman

Filed in Peristiwa by on 25/07/2020

Pengamat pangan sekaligus pegiat komite pemberdayaan pertanian, Khudori, mengatakan, kemarau basah menjadi salah satu faktor tersedianya stok pangan dalam batas aman terutama beras. Khudori memperkirakan tidak akan terjadi krisis pangan pada 2020 sebab saat ini indeks harga pangan cenderung turun. Kondisi itu berbeda dengan krisis pangan pada 2007—2008 yang ditandai dengan tingginya indeks harga pangan.

Khudori menyampaikan hal itu pada webinar Sabtu 25 Juli 2020. Pada acara itu Ketua pengurus Yayasan Bina Swadaya, Dr. Bayu Krisnamurthi, M.Si., menjadi pembicara utama pada webinar itu. Menurut Khudori pembatasan impor oleh beberapa negara menyebabkan harga stok pangan tertentu seperti seperti gula dan bawang putih meningkat. Menurut Khudori hal itu menjadi peluang untuk mengembangkan pangan lokal. Khudori mencemaskan industri pangan lokal yang kini dikuasai segelintir perusahaan transnasional.

Hampir semua komoditas pangan penting hanya dikuasai 4—5 perusahaan. Mereka membentuk rantai pangan dari hulu ke hilir sehingga dapapt mengontrol harga. “Dalam situasi krisis, pangan dari pasar mancanegara tidak selalu menjadi solusi. Selain itu, ada 3 hal yang diperhatikan konsumen saat berbelanja yakni kesegaran, kesehatan atau kualitas, dan lokalitas,” kata Khudori.

Kelompok rentan membelanjakan 73% pendapatan untuk pangan. Bila ada guncangan harga karena perubahan stok pangan terutama impor tentu akan berdampak besar pada pembelanjaan kelompok tersebut. Dengan demikian inisiatif komunitas seperti yang JKMC lakukan menjadi penting.

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software