Sorgum: Pakan Hemat, Bobot Sapi Meningkat

Filed in Satwa by on 01/04/2011

Itulah pengalaman beberapa peternak penggemukan sapi di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Menurut Ir Aldi Djatijanto dari PT Tri Fondasi Indonesia (TFI), pemasok tanaman sorgum untuk pakan ternak sapi, tanpa sorgum kebutuhan pakan per ekor sapi adalah 3 kg jerami dan 8 kg konsentrat per hari. Dengan harga jerami Rp175/kg dan konsentrat Rp1.650/kg, total biaya pakan mencapai Rp13.725/sapi/hari.

Bila memakai sorgum, volume konsentrat bisa turun menjadi 4 kg, sedangkan jumlah  sorgum 10 kg/hari. “Sorgum lebih bergizi dibandingkan rumput gajah, rumput taiwan, dan jerami padi. Kandungan protein kasar sorgum mencapai 10 – 12%,” kata Prof Dr Soeranto Human, peneliti sorgum di Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi Badan Tenaga Nuklir Nasional (PATIR BATAN) di Pasarjumat, Jakarta Selatan. Kadar protein itu mendekati nilai kebutuhan protein pada penggemukan sapi sekitar 13%. Dengan harga konsentrat sama dan sorgum Rp350 per kg, maka ongkos pakan per hari menjadi Rp10.100 per sapi atau hemat Rp3.625 per sapi/hari ketimbang pakan jerami.

Protein tinggi

Menurut Aldi sorgum merupakan substitusi jagung yang seringkali sulit diperoleh peternak. Kandungan gizi sorgum hampir sama dengan jagung. “Jagung mengandung 9% protein, 71% karbohidrat, dan 14,2 MJ/kg energi metabolis. Sorgum 9,5% protein, 68% karbohidrat, dan 13,4 MJ/kg energi metabolis,” tambahnya. Dengan begitu wajar bila jumlah konsentrat dalam campuran pakan bisa ditekan lantaran kebutuhan nutrisinya dapat diperoleh dari sorgum.

Sebagai pakan ternak sorgum dapat dimanfaatkan mulai dari biji, batang, dan daunnya. “Namun, sebelum diberikan sorgum perlu dipotong-potong dengan ukuran 2 – 4 cm terlebih dahulu agar sapi mudah mencernanya,” kata Dhanya Rayanti dari TFI yang mengebunkan sorgum dengan total luas 40 ha di Balaraja, Tangerang, dan Serangbaru, Serang, Banten, untuk kebutuhan pakan ternak.

Menurut Ir Suharyono, peneliti nutrisi ternak di PATIR BATAN, sebagai pakan, sorgum dapat diberikan dalam bentuk segar  atau berupa silase, yaitu sorgum yang telah diawetkan. Pembuatan silase mudah. “Sorgum dipotong-potong sepanjang 2 – 4 cm lalu dimasukkan ke dalam wadah kedap udara dan difermentasi secara alami,” kata Suharyono.

Pemakain sorgum memiliki keuntungan lain seperti bisa membangkitkan nafsu makan daripada hijauan rumput. Hal itu dibuktikan Ikhlas Yanuar, manajer kebun TFI yang memberikan sorgum ketika berkunjung ke peternakan penggemukan sapi di Serang, Banten. “Saat diberi sorgum sapi lahap memakannya, tetapi saat diganti rumput gajah sapi langsung pergi dan tak mau makan dari tangan saya,” ujar Ikhlas. Itu bukan lantaran sapi kenyang, tapi aroma sorgum lebih wangi dan rasanya juga lebih manis ketimbang rumput.

Tahan kering

Menurut Dr Ningkoesoemaningtyas, peneliti sorgum dari Institut Pertanian Bogor (IPB), sorgum potensial dikembangkan. Ningkoesoemaningtyas menuturkan 18,2-juta hektar dari 25,3-juta hektar lahan di Indonesia berada di daerah marjinal. Lahan marjinal biasanya berupa tanah asam sehingga kadar aluminiumnya tinggi. Aluminium tinggi menyebabkan akar tanaman rusak. Tanah asam juga menyebabkan kandungan fosfor yang tersedia untuk tanaman rendah. Nah, “Sorgum dapat tumbuh baik di lahan marjinal itu sehingga potensial dikembangkan di Indonesia,” tambahnya.

Selain itu sorgum tahan kekeringan. “Jika disamakan dengan binatang, maka sorgum seperti unta,” kata Hudi Hastowo, kepala BATAN, di saat acara seminar sorgum Technology Development From Research to Industry pada awal Maret 2011 di BATAN. Syaratnya, 20 hari pertama ia mendapat cukup air. Bila di kemudian hari tidak ada air, anggota famili Poaceae itu masih dapat tumbuh baik sehingga sorgum cocok menjadi stok pakan saat musim kemarau.

Pada musim kemarau biasanya ketersediaan pakan berkurang, terutama rumput. Maklum, rumput tumbuh baik jika ketersediaan air melimpah seperti pada musim hujan. Sementara sorgum toleran terhadap kekeringan dan genangan air. Dengan beberapa kelebihan itu, sorgum potensial dikembangkan sebagai pakan ternak khususnya untuk penggemukan sapi. (Rosy Nur Apriyanti)

 

Powered by WishList Member - Membership Software