Solusi Pakan Langka

Filed in Majalah, Satwa by on 06/01/2021

Pakan untuk menghasilkan warna yang lebih mentereng. Pakan dengan tambahan kalsium, cocok untuk cupang ekor panjang.

 

Berbisnis cupang bukan tanpa kendala. Para penangkar kerap menghadapi aral berupa cuaca yang memengaruhi ketersediaan pakan alami berupa kutu air (daphina) dan jentik nyamuk. Ketika musim kemarau, pakan alami itu amat langka. Kedua pakan itu berpengaruh pada kesehatan dan kelincahan cupang. Sebaliknya, ketika musim hujan suhu udara menurun. Dampaknya air menjadi dingin dan cupang menjadi mudah terserang penyakit.

Menyiasati ketergantungan pada kondisi alam, peternak cupang di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Ario Windu Sapta tidak memanjakan ikan klangenannya itu. Demi menjaga kualitas dan performa cupang, ayah tiga anak itu pun memproduksi pelet atau pakan buatan. Ia memformulasikan dua jenis produk pakan buatan dengan manfaat yang berbeda. Pakan untuk menonjolkan warna itu terbuat dari campuran tepung, sari udang, dan ganggang biru-hijau atau spirulina.

Ario mengatakan, konsumsi selama 2 pekan secara rutin akan mencerahkan warna cupang. Adapun formulasi lain yakni dengan tambahan formulasi bubuk kalsium. Peruntukannya pada cupang jenis halfmoon dan serit. Hasil ujicoba Ario, pemberian pakan selama sepekan juga mencerahkan warna ikan. Cupang ekor panjang itu akan memiliki ekor dan sirip yang lebih kuat. Kemampuan untuk mekarnya pun akan terlihat lebih elok.

Pehobi dan penangkar cupang di Kelapa Gading, Jakarta Utara itu menurutkan biaya produksi cupang tidaklah besar. “Hitungan kasarnya biaya pakan paling Rp100.000 sebulan untuk semua (kira-kira 300 ekor, red). Karena pakan alami bisa diambil sendiri, hanya effort bangun pagi dan tenaga,” kata Ario. Baginya bisnis dan hobi dalam dunia cupang harus berjalan beriringan agar memberi lebih banyak kesan. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software