Sirsak untuk Tumor Leher

Filed in Obat tradisional by on 03/08/2013
Hasil pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan terdapat 7 benjolan di leher Ratih

Hasil pemeriksaan ultrasonografi
menunjukkan terdapat 7 benjolan di leher Ratih

Tumor leher mengecil setelah Ratih Handayani SPt mengonsumsi daun sirsak.

Ratih Handayani SPt terkejut mendapati benjolan seukuran telur puyuh di lehernya. “Saya tidak mengetahui saat pertama kali benjolan itu muncul,” kata Ratih. Ia tidak merasakan sakit atau nyeri dengan kehadiran benjolan itu. Oleh karena itu Ratih menduga benjolan itu akan mengecil dengan sendirinya dalam beberapa hari. Ia pun tidak mengindahkan benjolan itu dan beraktivitas normal.

Ternyata prediksi Ratih meleset. Bukannya mengecil, benjolan itu semakin membesar. Selang dua pekan benjolan itu  bertambah menjadi seukuran telur ayam. Selain itu, ia merasakan sakit saat menolehkan kepala. Khawatir dengan kondisi kesehatannya, Ratih pun memeriksakan diri ke dokter di sebuah rumahsakit di Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Dokter yang memeriksa mendiagnosis Ratih terkena pembengkakan kelenjar tiroid.

Tumor

Menurut Dr dr Andhika Rachman SpPD KHOM terdapat dua penyebab terjadinya pembengkakan kelenjar tiroid, yaitu peradangan dan nonperadangan. Jika pembengkakan kelenjar tiroid karena peradangan suara penderita serak dan nyeri saat benjolan itu tersentuh. Pembengkakan kelenjar tiroid bukan karena peradangan terjadi akibat kekurangan yodium. Dokter spesialis penyakit dalam di Rumahsakit Kramat 128 Jakarta itu mengatakan perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan pengobatan yang mesti dilakukan.

Sirsak Atasi Tumor

Sirsak Atasi Tumor

Dokter yang memeriksa membekali Ratih obat pengempis benjolan. Seminggu berselang tidak ada perubahan berarti. Ukuran benjolan semakin membesar. Ratih memeriksakan diri ke dokter bedah di rumahsakit yang sama. Dokter memindai bagian leher Ratih menggunakan ultrasonografi (USG). Hasil pemeriksaan itu menunjukkan terdapat 7 benjolan berdiameter 1—2,49 cm di leher sebelah kanan Ratih. Dokter bedah yang memeriksa menyarankan Ratih untuk menjalani operasi pengangkatan benjolan itu.

Ratih menolak menjalani operasi. “Saya khawatir efek samping operasi,” kata warga Ciputat, Tangerang Selatan, itu. Ia pun memilih tanaman berkhasiat obat untuk mengatasi benjolan itu. Setelah mengumpulkan informasi, pilihan Ratih jatuh pada daun sirsak. “Saya menduga benjolan ini tergolong kanker atau tumor. Jadi saya mengonsumsi daun sirsak yang terkenal antikanker,” kata ibu 2 anak itu. Setiap hari ia merebus 10 daun sirsak kering dalam 3 gelas air hingga mendidih dan tersisa segelas.

Ia mengonsumsi air rebusan daun sirsak pada pagi dan sore. Pada medio Desember 2012 Ratih berkonsultasi dengan dokter sekaligus herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dr Prapti Utami. Menurut Prapti benjolan di leher Ratih tergolong tumor jinak. “Sebab, benjolan dari dalam tubuh tergolong tumor,” kata wanita kelahiran Wonosobo itu. Pengobatan tumor mesti menggunakan campuran herbal, tidak bisa tunggal. Itu bertujuan mempercepat tumor mengecil.

Oleh karena itu,  Prapti menambahkan resep kunyit putih, sambung nyawa, umbi dewa, sambiloto, dan bawang dayak. Semua herbal tersaji dalam bentuk kapsul. “Itu untuk memudahkan pasien mengonsumsi herbal,” kata Prapti. Kunyit putih berkhasiat antiradang. Sambung nyawa bermanfaat menguatkan organ hati. Untuk melancarkan peredaran darah Prapti menggunakan umbi dewa. Sementara sambiloto meningkatkan daya tahan dan menyegarkan tubuh. Bawang dayak bagus untuk pencernaan.

 

Konsumsi herbal dalam bentuk kapsul praktis

Konsumsi herbal dalam bentuk kapsul praktis

Sawi terlarang

Selain itu, Ratih tetap mengonsumsi air rebusan daun sirsak. “Daun sirsak dan bawang dayak berefek antitumor,” ucap Prapti. Daun sirsak ampuh sebagi antitumor jika dikombinasikan dengan herbal lain. Ratih mengonsumsi 2 kapsul kunyit putih 3 kali sehari, sedangkan herbal lainnya 1 kapsul. Setengah jam setelah mengonsumsi herbal Ratih kerap merasakan tubuh bagian kanan terasa panas. Sensasi panas itu ia rasakan 1—2 jam. “Saya tidak terlalu merasakan sensasi panas pada pagi dan siang karena sibuk beraktivitas,” ucap Ratih.

Namun, saat malam ia merasakan betul sensasi panas itu. “Saat malam, selesai mengonsumsi herbal saya tidak bisa langsung tidur,” kata ibu 2 anak itu. Demi meraih kesembuhan, Ratih tetap mengonsumsi herbal itu. Menurut Prapti panas itu bukti tanaman obat sedang bekerja. Herbalis itu melarang Ratih mengonsumsi kangkung dan sawi putih. Sebab kedua sayuran itu berserat tinggi sehingga penyerapan herbal sedikit terhambat.

Ratih juga tidak mengonsumsi daging merah karena dapat memicu sel tumor berkembang. Sebulan berselang benjolan mulai mengecil. Ratih gembira dengan perubahan ini. Tiga bulan setelah konsumsi herbal benjolan semakin kecil hingga seukuran kacang tanah. Bahkan kini benjolan itu hanya sebesar kacang hijau. Bagaimana duduk perkara daun sirsak mengatasi tumor di leher? Riset peneliti di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung, Prof Soelaksono Sastrodihardjo PhD bersama mendiang Jerry L McLaughlin dari Purdue University menemukan senyawa aktif acetogenins.

Menurut Soelaksono acetogenins memicu kematian sel kanker atau tumor. Hasil riset Mega Sari Sitorus dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara juga mengungkap daun sirsak bersifat antitumor.

Kesimpulan penelitian pada 2012 itu menyebutkan dosis 2 mg dan 4 mg ekstrak daun sirsak per hari menghambat pertumbuhan tumor. Itu membuktikan daun sirsak dapat menurunkan aktivitas proliferasi  sel setelah tumbuh tumor. Ekstrak daun sirsak berperan sebagai imunomodulator dan antitumor. Sebagai imunomodulator, daun sirsak meningkatkan sistem imun yang berperan dalam immune surveillance tumor sehingga tumor tidak berkembang.

Sementara sifat antitumor daun sirsak pada aktivitas inhibitor NADH-ubiqiunone oxidireductase (NADH-dehydrogenase atau complex I). Aktivitas ini juga  menyebabkan tumor tidak berkembang. (Riefza Vebriansyah)

 

Powered by WishList Member - Membership Software