Sirsak: Menjaga Mahkota Tanpa Tumor

Filed in Obat tradisional by on 01/10/2011

 

Herbal pendamping daun sirsak, rumput mutiara (kiri), keladi tikus (kanan)dr Henry Naland Sp B (K) Onk, benjolan pada payudara bisa berarti tumor atau radangIntan Kartika Lukita Hapsari baru berusia 2 bulan, ketika sang bunda, Sri Mulati, terpaksa menghentikan pemberian air susu. Sri Mulati merasakan kesedihan ganda pada 21 Juni 2009. Pertama, ia tak dapat lagi memberikan air susu buat anak keduanya itu akibat nyeri yang luar biasa di payudara kiri. Kondisi itu mendorong Mulati memeriksakan diri ke dokter yang akhirnya mendiagnosis positif mastitis alias radang kelenjar susu.

Makin hari, nyeri payudara kian hebat. Ternyata selain mastitis, berdasarkan hasil pemeriksaan ultrasonografi, Mulati juga positif tumor payudara. Itulah kesedihan kedua yang ia rasakan, harus menjalani operasi untuk mengatasi mastitis dan tumor. Namun, ibu dua anak yang tinggal di Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Yogyakarta, itu menolak saran dokter untuk menjalani operasi.

Tumor atau mastitis?

Mulati menolak operasi karena 8 tahun sebelumnya, yakni pada 2000 ia mengalami penyakit serupa. Beberapa bulan setelah kelahiran anak pertama, Riananda pada 18 Agustus 2000, Mulati mengalami tumor payudara. Saat itu ia patuh pada saran dokter: operasi. Setelah menjalani operasi, ia khawatir punya anak lagi sehingga menunda kehamilan hingga 7 tahun. Kekhawatiran Mulati terbukti, pascakelahiran anak kedua, Intan Kartika, ia kembali mengalami tumor.

Secara klinis, kelainan berupa benjolan-benjolan yang terdapat di mahkota kedua kaum perempuan itu memang kadang-kadang membingungkan: tumor atau mastitis? “Untuk memastikannya perlu pemeriksaan secara mikroskopis,” kata ahli kanker di Jakarta, dr Henry Naland SpB (K) Onk.

Hasil pemeriksaan mikroskopis pada tumor akan tampak kelainan berupa pertumbuhan sel yang berlebihan. Bahkan, Henry Naland pernah menemui kasus tumor jinak berupa munculnya 30 benjolan di payudara. Pada kasus mastitis, terdapat banyak sel darah putih di lokasi radang beserta banyaknya jaringan yang mati akibat berubah menjadi nanah. Dalam kasus Sri Mulati, kedua kasus itu muncul bersamaan.

Semula Sri Mulati tak mengira rasa sakit setiap kali habis menyusui itu akibat mastitis. Saat menyusui, sang ibu rentan terkena infeksi-antara lain Staphyllococcus aureus, pemicu mastitis-terutama bila area di sekitar puting tak higienis. Menurut dr Henry Naland, radang payudara yang diderita oleh Sri Mulati termasuk mastitis acuta. Air susu “terkurung” dalam kelenjar susu sehingga membentuk kantong atau benjolan yang disebut galaktocele.

Lama-kelamaan air susu dalam galaktocele itu membesar hingga meradang, sehingga air susu berubah menjadi abses berisi nanah dan darah yang mengeras. “Bila sudah begitu rasa sakit yang luar biasa pasti akan muncul,” kata ahli onkologi itu. Untuk mengatasi mastitis, dokter biasanya melakukan operasi penyedotan seperti pengalaman Sri Mulati pada 2000. Itu satu-satunya jalan untuk mengatasi abses. “Bila sampai pecah, penyakit akan semakin parah dan tak kunjung sembuh. Nanah dan darah yang tersisa itulah yang kerap membuat penyakit kambuh kembali,” kata Henry.

Ekstrak sirsak

Pada diagnosis kedua (2009), Sri Mulati memiilih menggunakan herbal untuk mengatasi tumor payudara sekaligus mastitis. Perempuan 40 tahun itu kemudian menemui herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana. “Saat datang ke mari, kondisinya sangat lemah dan pucat. Payudaranya membengkak,” kata Lina.

Dari diagnosis yang diceritakan, Lina pun meresepkan ekstrak daun sirsak dalam bentuk kapsul. Mulati mengonsumsi dua kapsul daun sirsak tiga kali sehari. “Itu setara dengan 15 daun sirsak segar. Fungsinya untuk memulihkan kembali payudara yang mengeras, mengeringkan sel tumor, menyembuhkan peradangan di dalam tubuh, dan terutama untuk meningkatkan stamina pasien agar tubuh tidak lemah,” kata Lina Mardiana.

Selain ekstrak daun sirsak, Lina juga memberikan herbal pendamping seperti benalu teh, keladi tikus, dan rumput mutiara. Ketiga herbal itu dalam bentuk simplisia kering. Mulati merebus masing-masing 15 gram dalam 3 gelas air hingga mendidih. Air rebusan itu ia minum tiga kali sehari. Menurut Lina ketiga herbal itu berfungsi untuk mengecilkan bengkak. Lina juga memberikan masker payudara berbahan baku daun binahong dan legundi untuk menghaluskan kembali kulit payudara.

Setelah disiplin konsumsi ekstrak daun sirsak, perlahan-lahan kondisinya Sri membaik. Rasa nyeri yang menyiksa itu perlahan berkurang intensitasnya dan hilang sama sekali setelah 5 bulan konsumsi herbal. Payudaranya tak lagi merah, keras, dan bengkak. Benjolan berupa tumor jinak pun sudah menghilang. Sayangnya, Sri Mulati belum memeriksakan diri ke dokter setelah kondisi membaik. Ia baru akan memeriksakan diri pada awal Oktober 2011.

Ekstrak daun sirsak membantu Sri Mulati mengatasi tumor dan mastitis sekaligus. Riset Yu-Min Ko dan rekan dari Kaohsiung Medical University, Taiwan, pada 2011 menyebutkan pemberian annonacin-kelompok acetogenins dari keluarga Annonaceae seperti sirsak-ampuh menghambat pertumbuhan sel MCF-7 alias sel tumor pada uji praklinis.

Annonacin mengurangi daya tahan sel kanker. Pada dosis 0.5-1 µm, annonacin meningkatkan kematian sel pada 48 jam. Senyawa aktif itu juga mengurangi ukuran tumor MCF-7 pada hari ke-7-22, juga menurunkan Era-saluran yang terkait dengan sel MCF-7-melalui mekanisme apoptosis pada tikus percobaan pada hari ke-22. Meski kondisi membaik, Sri Mulati tetap mengonsumsi ekstrak daun sirsak. (Tri Istianingsih)

 

Powered by WishList Member - Membership Software