Sinergi Balitbangtan dan Peragi Kembangkan Sumberdaya Lokal Untuk Kemandirian Pangan Bangsa

Filed in Peristiwa by on 27/06/2020

Badan Litbang Pertanian, Kementan, mendukung para peneliti dan penyuluh untuk bersinergi dengan semua stakeholder untuk menyebarluaskan inovasi pertanian. “Organisasi profesi dapat menjadi wadah perjumpaan peneliti dan penyuluh dengan banyak pihak,” kata Kepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan), Dr Fadjry Djufry, mengomentari pelantikan dan pengukuhan pengurus Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) Komda Jambi, Maluku, dan Sulawesi Tengah, Sabtu (27/6) pagi tadi.

Organisasi profesi seperti Peragi memiliki jejaring yang sangat luas, baik di tingkat pusat hingga daerah. “Itu salah satu upaya sinergis untuk memperkuat pertanian Indonesia,” kata Fadjry yang juga ketua organisasi profesi Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia (Perhimpi).

Ketua Umum Peragi, Prof. Dr. Andi Muhammad Syakir mengungkapkan bahwa peneliti serta penyuluh Balitbangtan yang banyak mengisi berbagai posisi di kepengurusan Peragi merupakan sebuah keuntungan yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat arus hilirisasi inovasi teknologi yang telah dihasilkan oleh Balitbangtan.

“Banyak inovasi yang telah dihasilkan Balitbangtan, sehingga Peragi yang berasal dari berbagai kalangan dapat membantu mendekatkan pada user,” jelas Profesor Riset ke-132 Kementerian Pertanian ini.

Syakir juga menegaskan pihaknya mendukung upaya Balitbangtan menguatkan inovasi pada produk lokal. Pandemik korona membuktikan kemandirian pangan sangat penting bagi sebuah bangsa.

Saat ini banyak negara produsen dan eksportir pangan menahan produksinya untuk memenuhi kebutuhan negeri sendiri yang terdampak korona. “Semua bangsa khawatir pasokan pangan terganggu karena korona,” kata Syakir.

Menurut Syakir, sebuah bangsa dapat berdaulat pangan ketika mampu berdiri di atas sumberdaya alam pertanian lokal. Tentu sumberdaya alam itu harus disentuh inovasi agar dapat diterima masyarakat modern. “Jangan tergantung dengan satu jenis pangan, tetapi dengan beragam produk lokal sehingga tidak rentan krisis seperti karena korona,” kata Syakir.

Disitulah peran Balitbangtan yang didukung oleh seluruh komponen Peragi agar inovasi pertanian semakin mampu meningkatkan produk lokal Bangsa Indonesia. “Dengan sentuhan inovasi pascapanen, maka beragam pangan lokal tidak akan kalah dari gandum yang harus diimpor. Karbohidrat lokal juga dapat dibuat tepung, mie, dan produk turunan lain,” kata Syakir.

Syakir juga mengingatkan agar inovasi tidak hanya berorientasi pada produktivitas tinggi, tetapi juga harus efektif dan efisien. Komoditi perkebunan seperti sawit misalnya, Indonesia memiliki perkebunan paling luas, tetapi belum bisa menjadi penentu di pasar ekspor. “Hanya dengan inovasi yang efektif dan efisien, maka produk Indonesia dapat menguasai dan menjadi penentu pasar ekspor,” kata Syakir.

Menurut Dr. Eliyanti, Ketua Komda Jambi, banyak produk lokal petani Jambi telah diekspor ke mancanegara tetapi masih dalam bentuk bahan mentah. Sebut saja produk perkebunan seperti pinang yang terkenal. Kedepan, Peragi Komda Jambi bersama-sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi akan berusaha memberi sentuhan inovasi agar produk pinang tidak melulu diekspor dalam bentuk bahan baku.

Sementara Peragi Komda Maluku akan mengoptimalkan peneliti, akademisi, penyuluh, dan praktisi pertanian untuk mendukung pemerintah setempat mengembangkan pertanian lokal yang tersebar di provinsi kepulauan. “Kita akan eksplorasi dan identifikasi produk lokal spesifik pulau kecil. Berikutnya produk tersebut diberi sentuhan agar pulau-pulau kecil mandiri pangan,” kata Dr. Asri Subkhan Mahulette, SP.MP.

Ketua Komda Sulawesi Tengah, Dr. Ir. Syamsudin Koloi, MS, juga akan berupaya memperkuat komoditi lokal agar kemandirian pertanian Sulteng tetap terjaga. (Destika Cahyana)

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software