Siasat Sukses Panen Durian

Filed in Majalah, Topik by on 01/02/2019

Kebun durian idealnya memiliki sumber air seperti kolam, embung, atau sumur.

 

Pekebun menerapkan beragam trik agar sukses memanen durian berkualitas.

Buah durian ochee alias duri hitam itu sepintas tampak mulus. Namun, begitu buah dibuka tampak warna daging buah jingga pucat. Padahal, karakter ochee di negara asalnya, Malaysia, berwarna jingga pekat. Pada juring lain ada yang busuk akibat serangan larva hama penggerek buah. Trubus lalu mencicip salah satu pongge yang masih mulus. Saat dicicip tekstur daging buah terasa lembut dan lengket mirip karakter aslinya.

Namun, rasa buah kurang manis. Rasa si duri hitam biasanya kombinasi manis dan pahit yang seimbang. Padahal, buah ochee yang jatuh pertama dari pohon yang sama berbobot 3 kg dan kualitas rasanya mendekati karakter aslinya.

Nutrisi

Koleksi M. Reza Tirtawinata :  Pemupukkan yang cukup kunci utama sukses berkebun durian.

Menurut pengurus Yayasan Durian Indonesia (YDI), Iwan Subakti, pemilihan varietas yang menghasilkan buah berkualitas baik dan berdaya adaptif luas merupakan salah satu kunci sukses berkebun durian. Namun, hal itu tak menjamin bakal menghasilkan buah berkualitas prima bila perawatan kurang optimal. Iwan menduga kualitas buah tidak konsisten akibat tanaman kekurangan nutrisi. Sang pemilik kebun mengakui bila pemberian nutrisi di kebunnya belum optimal karena ingin menghemat biaya perawatan kebun.
Selama ini pekebun hanya mengandalkan nutrisi berupa campuran pupuk NPK, SP36, dan Urea dengan perbandingan 2:4:1 saat pertumbuhan vegetatif. Untuk pohon berumur 3 tahun masing-masing mendapatkan sekitar 1 kg pupuk campuran. Saat memasuki fase generatif, pemilik kebun memberikan pupuk campuran berupa NPK, KCl, dan kalium nitrat (KNO3) dengan komposisi masing-masing 50 kg NPK, 25 kg KCl, dan 20 kg KNO3. Pemberian pupuk berdosis sama.

Ia juga menambahkan pupuk monokalium fosfat (MKP) yang dilarutkan dalam air. Konsentrasinya segenggam MKP dilarutkan dalam 2 liter air. Pekebun memberikan larutan MKP dengan cara dikocor di daerah perakaran. Pemilik kebun juga memberikan pupuk organik yang terbuat dari campuran pupuk kotoran kambing dan cacahan batang pisang yang telah difermentasi dengan mikroorganisme efektif (EM4) selama dua bulan. Ia memberikan pupuk organik itu masing-masing setengah karung per pohon.

Terpenuhi

Menurut Iwan idealnya secara teknis pohon butuh 12 unsur nutrisi makro dan mikro jika ingin menghasilkan buah dengan kualitas sempurna. “Tinggal mengatur berapa banyak yang dibutuhkan dan kapan diaplikasikan,” tutur pria yang juga konsultan kebun durian itu.

Penyemprotan pestisida secara berkala untuk mencegah serangan hama dan penyakit.

Menurut marketing manager PT Meroke Tetap Jaya, produsen pupuk di Jakarta, Catur Dian Mirzada, S.P., kebutuhan pupuk durian sangat besar, terutama fosfor (P), potasium alias kalium (K), kalsium (Ca), dan unsur mikro yaitu boron (B). Kekurangan unsur-unsur itu dapat menyebabkan gejala-gejala berbeda. Kekurangan K atau Ca, misalnya, membuat buah tidak matang sempurna. Musababnya, “Kalsium vital untuk membentuk dinding sel,” katanya. Unsur K juga sangat penting untuk menghasilkan buah durian dengan tingkat kemanisan, ukuran, dan warna optimal. “Tanpa pupuk tepat dan cukup, jangan harap rasanya enak,” kata Catur.

Menurut ahli durian dari Yayasan Durian Nusantara (YDN), Dr. Mohamad Reza Tirtawinata, untuk pemupukan durian sebaiknya perbanyak pupuk organik. “Kekurangnnya dilengkapi dengan pupuk kimia terutama unsur mikronya,” ujarnya. Kombinasi pupuk itu mampu menghasilkan buah berkualitas, yakni daging buah tidak mengkal, kematangannya merata, dan warna daging buah bagus.

Cukup air

Koleksi Iwan Subakti Kualitas ochee kurang optimal karena kekurangan nutrisi.

Menurut peneliti Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Baltibu) di Solok, Sumatera Barat, Dr. Panca Jarot Santoso, S.P., M.Si., faktor lain yang sangat penting dalam berkebun durian adalah ketersediaan air. Bila setelah tanam tidak ada hujan, maka tanaman akan mati. Jika waktu pembesaran buah kekurangan air, buah bakal rontok meski tanaman mendapat asupan nutrisi banyak. Begitu juga sebaliknya. “Untuk mencapai hasil maksimal pastikan pupuknya penuh, matahari penuh, dan airnya cukup,” jelasnya. Idealnya pekebun menyediakan sumber air di kebun, seperti embung, sungai, dan sumur.

Panca menambahkan tanaman durian boleh kekurangan air saat mau muncul bunga dan pemasakan buah. Sebelum masa bunga sebaiknya kering selama 2 bulan. Setelah ada air tanaman langsung berbunga. Ketika buah menjelang masak sebaiknya tanaman sedikit mendapatkan air atau cenderung kering. “Buahnya akan bagus,” katanya. Jika pada masa itu curah hujan tinggi, maka kualitas rasa berkurang. Selain pada dua masa itu, tanaman perlu air yang cukup.

Menurut ahli durian asal Malaysia, Dr. Aziz Zakaria, menjaga kebersihan kebun tak kalah penting bila berkebun durian. Kehadiran gulma dapat menjadi sumber serangan hama dan penyakit selain turut menggerogoti nutrisi. Dahan juga sebaiknya tertata rapi dengan rutin melakukan pemangkasan sekaligus menata percabangan. “Cabang pertama mesti 1—1,5 meter dari tanah,” ujarnya.

Kondisi tajuk sebaiknya tidak terlalu rimbun. Harapannya setelah hujan batang langsung terpapar sinar matahari sehingga cepat kering. “Batang basah mudah terserang penyakit akibat cendawan,” tambahnya. Semprot tanaman dengan pestisida secara rutin untuk mencegah serangan hama dan penyakit. (Imam Wiguna/Peliput: Argohartono Arie Raharjo dan Riefza Vebriansyah)

Tags: , , , , , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software