Siasat Cetak Itik Unggul

Filed in Laporan khusus by on 02/05/2011

Falsafah Jawa itu sohor dikutip sebagai panduan kala seseorang menentukan pilihan pendamping hidup. Bibit merujuk asal-usul, bebet bermakna harkat, dan bobot berarti keunggulan. Itik pun serupa. Untuk menghasilkan itik unggul, bibit, bebet, bobot itik induk yang akan disilangkan perlu ditelisik.

Cara itu yang dipakai Hasibudin, peternak itik di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, saat membidani kelahiran itik baru yang dapat dipanen singkat, sekitar 45 hari dengan bobot 1,5 – 1,6 kg/ekor. Budi – panggilan akrab – mengawinkan itik peking dengan itik lokal pajajaran. Peking dipilih sebagai pejantan karena akan menitiskan tubuh bongsor.

Bongsor

Menurut Ir Dani Garnida MP dari Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran, Bandung, itik peking dapat mencapai bobot 3 – 3,25 kg dalam waktu 2 bulan. Itik pajajaran dipilih Budi selain terbukti adaptif di lingkungan setempat dan tidak mudah stres, produksi telurnya tinggi, 270 – 300 butir telur/ekor/tahun.

Budi mengawinkan jantan peking dengan betina pajajaran dengan perbandingan 1:5. Pada persilangan ke-3 diperoleh hasil luar biasa, bobot 1,5 – 1,6 kg dicapai dalam waktu 45 hari. pada umur serupa, itik lokal paling pol berbobot 1,2 – 1,3 kg/ekor. Dr Ir Laurentius Hardi Prasetyo MAgr, periset di Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengatakan setiap peternak bisa melakukan penyilangan untuk memperoleh itik pedaging unggul seperti Budi. Kuncinya adalah menyeleksi indukan supaya sifat-sifat unggul induk dapat menitis pada silangan. “Paling bagus bila peternak menggunakan galur murni,” kata Hardi.

Hal senada diungkapkan Dr Agr Ir Asep Anang MPhil, ahli pemuliaan unggas dari Universitas Padjadjaran, Bandung. Menurut Asep sebelum penyilangan, peternak harus memetakan maksud penyilangan: menghasilkan petelur atau pedaging? “Jika hendak mencari pedaging, maka cari induk yang bongsor,” tutur Asep.

Pengetahuan peternak tentang produksi telur itik juga penting agar ketersediaan day old duck (DOD) unggul itu terjamin. “Pilihlah betina yang produksi telurnya banyak,” tutur Asep. Salah pilih, alih-alih untung, peternak menuai kerugian akibat produksi DOD seret. Hal itu pulalah yang dilakukan Budi ketika memilih itik peking sebagai pejantan. “Jika itik peking dijadikan induk betina, produktivitas telur sedikit,” tuturnya. Produktivitas telur peking 130 – 160 butir/ekor/tahun.

Kontrol

Menurut Asep, peternak sebenarnya tidak harus memanfaatkan peking sebagai pejantan. Jantan bisa diambil dari itik lokal unggul. “Itik cihateup, misalnya, yang punya pertumbuhan bongsor bisa dipakai sebagai pejantan,” ujar doktor dari Martin Luther Universitat, Halle, Wittenberg, di Jerman itu. Betinanya bisa memanfaatkan itik lokal yang berproduktivitas telur tinggi.

Seleksi indukan juga dilakukan dengan mengenali karakter tertentu. Misalnya, jika dipelihara pada kondisi, perlakuan, dan pakan sama, tetapi ternyata lebih menonjol dalam pertumbuhan atau produktivitas telur, maka tanda itik itu potensial sebagai induk.

Hal tabu yang harus diperhatikan adalah selama proses penyilangan tidak boleh ada itik diluar yang dipilih sebagai indukan. Tujuannya untuk mencegah terjadinya perkawinan “liar” yang membuat genetis keturunan berikutnya tidak stabil. “Banyak terjadi peternak mencampurkan itik lain sehingga keturunan pun tidak seragam,” tutur Hardi. Agar itu tidak terjadi, Asep menyarankan lokasi penyilangan dibuat terpisah. “Itu juga untuk menghindari hilangnya sumber plasma nutfah itik lokal karena penyilangan yang tidak terkendali,” tutur Asep.

Pakan ternyata memberi andil pula terhadap suksesnya penyilangan. Menurut Asep, pakan induk perlu diberikan secara terbatas (restricted feeding) atau jatah, tidak ad libitum (tersedia setiap saat, red). Bisa pula kombinasi jatah dengan puasa, tidak diberi pakan 1 atau 2 hari dalam seminggu. Pakan sebaiknya berkadar protein sedang, sekitar 15 – 17%, dengan produksi energi sekitar 2.900 – 3.000 kkal. Itu supaya induk, terutama jantan, tidak terlalu gemuk sehingga lebih mudah mengawini betina. (Faiz Yajri:/Peliput: Rosy Nur Apriyanti)

Keterangan foto

  1. Dr agr Ir Asep Anang MPhil peternak harus memperhatikan kualitas induk untuk menghasilkan itik unggul
  2. Itik hasil silangan peking dan pajajaran tumbuh bongsor
  3. Pisahkan lokasi kandang penyilangan dari kandang pemeliharaan agar tidak terjadi perkawinan liar
  4. Peking kerap dimanfaatkan sebagai pejantan untuk menghasilkan itik pedaging unggul
  5. Hasbudin sukses hasilkan itik unggul dengan waktu panen singkat
 

Powered by WishList Member - Membership Software