Siasat Atasi Musuh Sawit

Filed in Fokus by on 01/02/2013 0 Comments

Satu blok kebun kelapa sawit itu porak-poranda. Penyebabnya bukan gajah bertubuh besar, tetapi makhluk mungil bernama ganoderma.

Celakanya gejala serangan ganorderma ketahuan ketika pohon roboh oleh tiupan angin. Itu karena patah pada bagian yang membusuk, meskipun daun masih tampak hijau. “Pohon yang terserang ganoderma bisa tumbang, sampai saat ini belum ada cara penanggulangannnya,” kata Tubagus Muhammad Dikas, asisten kebun kelapa sawit di Asian Agri, Pekanbaru, Provinsi Riau.

 

Cendawan itu menyerang akar, pangkal batang, dan batang. Bagian yang terserang membusuk dan tidak dapat mengalirkan nutrisi dan air dari tanah ke daun. Akibatnya pertumbuhan tanaman merana dan akhirnya mati. Sudah begitu ganoderma  mampu bertahan pada jaringan kayu tua atau sisa-sisa tanaman di dalam tanah, sehingga dapat bertahan lebih lama di alam.

Cendawan

Bagian tanaman yang terserang ganoderma dapat menulari tanah selama beberapa bulan. Itulah sebabnya patogen dapat menginvasi ke bagian tanaman lain saat penanaman. Ganoderma banyak menyerang di wilayah perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara. “Jika tidak ada penanganan yang serius, diperkirakan dalam waktu 15 tahun industri kelapa sawit di beberapa sentra di Indonesia akan lumpuh,” tutur Dr Ir Darmono Taniwiryono MSc penggagas dan pendiri Ganoderma Center di Bogor, Jawa Barat.

Ganoderma boninense adalah kelompok cendawan busuk putih. Cendawan itu bersifat lignolitik alias mempunyai aktivitas yang lebih tinggi dalam mendegradasi lignin dibandingkan kelompok lain. Komponen penyusun dinding sel tanaman adalah lignin, selulosa, dan hemiselulosa. Cendawan G. boninense memperoleh energi utama dari selulosa, setelah lignin berhasil didegradasi, selain itu karbohidrat seperti zat pati dan pektin.

Luka pada tanaman berperan sebagai titik mula atau membantu tempat masuknya ganoderma ke jaringan tanaman. Luka pada tanaman karena faktor biologis misalnya gigitan tikus, tupai, babi hutan, dan serangga. Faktor yang kedua adalah luka mekanis, misalnya akibat parang, cangkul, atau alat berat. Tanaman yang lemah akan mudah terserang patogen. Lemahnya tanaman ini dapat disebabkan karena kurangnya hara bagi tanaman.

Hasil penelitian tim Ariffin D dari Palm Oil Research Institute of Malaysia menunjukkan bahwa kebun yang dipupuk dengan unsur hara makro seperti nitrogen, potasium, dan kalium  dapat meningkatkan kesehatan tanaman. Akan tetapi kekurangan unsur hara mikro seperti boron (B), tembaga (Cu), serta magnesium (Mg) meningkatkan risiko serangan penyakit.

Phythophthora

Penyakit lain yang mengancam produksi kelapa sawit di Indonesia adalah phythophthora, mikroorgnisme di dalam tanah. Selama keseimbangan ekosistem mikrobiologi tanah terjaga, maka mikroorganisme “jahat’ itu bisa dilawan dengan bakteri yang bermanfaat untuk tanah dan tanaman. Seiring berjalannya waktu penggunaan bahan kimia untuk pertanian seperti pupuk dan pestisida mengacaukan populasi itu sehingga bakteri “baik” pun semakin melemah.

Tanaman yang terserang phythophthora daunnya bergelombang, kemudian layu, dan dalam hitungan bulan tanaman itu mati. Biasanya lahan yang terserang mikrob jahat itu adalah lahan sawit yang berumur lebih dari 15 tahun. “Residu dalam herbisida menimbulkan cendawan patogen dalam tanah seperti fusarium, antraknosa,” kata Irwan Margono, praktisi pertanian di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat.

Pupuk organik yang mengandung mikroorganisme seperti Azotobacter sp, Azospirilium sp, Mycorrhiza sp, Rhizobium sp, Aspergillus sp, Lactobcillus sp, dan Saccharomyces sp. Kandungan mineral seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), dan asam amino seperti asparagin, glycine, methionin efektif melawan mikrob patogen dalam tanah. Pupuk itu bekerja dengan cara meningkatkan populasi mikrob “baik” untuk melawan mikrob patogen yang merugikan tanaman sawit.

Selain itu pupuk organik meningkatkan daya tahan tanaman melalui asupan mineral dan asam amino. Untuk mengatasi phytophthora, larutkan 125 ml pupuk organik cair dengaan 10 liter air bersih. Kemudian buat 4-6 lubang di bawah tajuk dan tuang 0,5 liter larutan ke setiap lubang. Lakukan 10 hari sekali. Lakukan juga penyemprotan ke daun 3 hari sekali dengan larutan pupuk organik cair dengan konsentrasi 2 ml per liter air. “Setelah 10 kali aplikasi, tanaman sehat kembali,” kata Choon, pengguna pupuk organik di Malaysia. Mikrob-mikrob itu ibarat serdadu pengenyah musuh sawit. (Pranawita Karina)

Keterangan Foto :

  1. Penyakit pada kelapa sawit tak hanya muncul di lahan yang berusia lebih dari 25 tahun tapi juga mengintai tanaman sawit yang berumur 5 tahun
  2. Jamur ganoderma biasa muncul pada batang tanaman hutan yang lapuk
 

Powered by WishList Member - Membership Software