SIAP KOKEDAMA

Filed in Rubrik Tetap, seputar agribisnis by on 06/08/2018
Eka Budianta

Eka Budianta

Kokedama membuat lili paris jadi mahal. Di tepi jalan lili paris dikenal sebagai bulu ayam atau spider plant.  Harganya cukup Rp5.000—Rp7.000 per rumpun.  Berikut pot plastik sederhana bisa jadi Rp20.000—Rp25.000.  Namun, kalau ditanam di dalam kokedama bisa  mencapai Rp70.000, bahkan lebih. Kalau mau dapat banyak pilihan, silakan periksa katalog kokedama di Tokopedia, Bukalapak, atau bisnis daring lainnya.

Yang penting kita perlu siap dengan kokedama.  Dia bukan tanaman, tapi media tanam.  Sejarahnya mulai dipakai di Jepang sejak 1603, awal abad ke-17. Kokedama artinya bola-lumut.  Di Negeri Sakura, kokedama dinyatakan sebagai bonsai orang miskin.Mengapa? Bonsai atau seni mengerdilkan tanaman supaya berumur panjang, sudah populer di Jepang sejak abad ke- 8.  Untuk membuat bonsai diperlukan pot yang bagus dan mahal.

Tren kokedama

Kokedama adalah seni untuk membuat pot yang praktis, hidup dan murah.  Caranya dengan memanfaatkan lumut.  Tanaman dilatih tumbuh dalam bola lumut. Suatu pagi, cucu saya berangkat ke sekolah dengan 9 rumpun lili paris. “Untuk dijadikan kokedama dan digantung-gantung depan kelas,” katanya.  Ternyata bagus juga.  Tentu bukan untuk lili paris.  Hampir semua tanaman hias, bahkan anggur pun bisa ditanam di kokedama.  Di  Amsterdam, Negeri Belanda, pernah beredar foto kokedama dengan anggur yang subur.

Jangan lupa, demam kokedama justru mulai melanda Eropa pada awal abad ke-21.  Koran Inggris The Telegraph merilis laporan spektakuler tentang “Bangkitnya Kokedama”  pada 2012.  Setelah itu beritanya marak ke seluruh dunia.  Sebagian kritikus tanaman hias mengacu pada “Taman Gantung Babylon” yang sudah terkenal sejak 600 tahun Sebelum Masehi.

Memang, kokedama  lahir di Jepang pada zaman Edo – empat ratus tahun silam. Namun, kegemaran manusia menggantung tanaman rupanya sudah populer sejak 26 abad yang lalu.  Adapun kokedama mulai melanda Indonesia, khususnya di Bandung, sejak 2014 hingga sekarang.  Berbagai kokedama dengan hiasan manik-manik, jali-jali, benang warna-warni pun beredar.  Semboyan “mempercantik rumah dengan kokedama” bergema di Indonesia.

Dalam hal ini saya beruntung.  Seorang pembaca Trubus menghadiahkan kokedama lidah mertua Sanseviera sp. yang bagus sekali.  “Ini pakai lumut dari Kalimantan,” katanya.  “Setiap kilogram lumut bisa jadi empat atau lima kokedama.” Secara rutin, sahabat saya itu mendapat kiriman lumut yang bagus.  Setiap kilogram harganya sekitar Rp50.000 plus ongkos kirim.  Setelah menjadi kokedama yang bagus, bisa laku Rp150.000 di butik tanaman.

Pesan pamungkasnya sederhana, “Hati-hati dengan kokedama palsu.  Kalau bahannya cuma sabut kelapa, bisa kering dalam satu bulan.” Prinsipnya, kokedama harus memperpanjang umur tanaman.  Untuk itu, dia adalah media tanam yang hidup.  Meskipun diikat erat dengan tali dan benang, bisa pecah dalam tempo 6 bulan.  Mengapa? Medianya lumut yang berkembang.  Makin-lama makin besar dan mengikuti tanaman.

Sebuah anggrek bulan atau Phalaenopsis sp. di rumah tetangga saya, bahkan membungkus kokedama itu dengan akar-akarnya sendiri. Majalah Nikkei Asian Review belum lama ini menyajikan 14 langkah membuat kokedama yang benar.  Pertama, memilih tanaman yang sesuai dengan rumah Anda. Aura apa yang ingin Anda capai? Apakah Anda ingin mendapat banyak rezeki dengan tanaman berdaun lebar?

Atau mendapat udara bersih dengan menangkal energi negatif menjadi positif? Itu dapat dipelajari dalam buku tanaman dan feng shui. Bagaimana mencabut akar dengan benar,  juga termasuk langkah yang harus diperhatikan. Kemudian menyiapkan media dengan perbandingan 7 lumut dan 3 tanah.  Cara mencampurnya, mengikat dan membungkusnya, meliputi beberapa langkah jua.

Cara merawat

Langkah-langkah yang terbanyak tentu pada tahap perawatan, di antaranya menyangkut pengairan, penyinaran, dan arsitektur tanamannya. Kokedama tidak memerlukan banyak air dan sinar matahari.  Dian, yang menghadiahkan kokedama untuk saya berpesan, pengairan cukup dua pekan sekali.  Manfaat utama kokedama di ruang kerja adalah menyerap aroma yang tidak nyaman, menyegarkan udara. Jadi, kokedama ikut menjaga kebersihan.

 

Trubus Edisi Agustus 2018 Highrest.pdf

Konon juga memberi kesan mewah. Tidak harus digantung.  Saya menaruhnya dalam mangkuk dari kayu kelapa. Tetapi kalau digantung-gantung, banyak macam bunga bisa diperagakan.  Kokedama betul-betul bisa menjadi taman gantung yang indah dan berharga. Sukulen adalah tanaman yang paling banyak dijadikan kokedama.  Saya pikir bermacam liana, termasuk filodendron juga baik.

Monstera obliqua alias janda bolong sepertinya akan naik daun.  Saung Flora mematoknya Rp35.000 untuk ukuran kecil.   Namun, rata-rata Monstera variegata  di atas Rp600.000. Apalagi yang albino dipatok US$100 alias Rp1,4 juta dalam pot sedang. Kebanyakan harga Monstera dibanderol dalam dolar.  Apa sebabnya? “Karena susah memunculkan warna putihnya,” kata Dian.  Ia sedang membuat percobaan di Jakarta Selatan.

Indukan janda bolong tersedia di toko dengan pasaran Rp2 juta.  Selanjutnya dengan cermat dipotong-tancap beberapa kali.   Bagaimana memunculkan warna putih? Ada triknya. “Media tanamnya jangan dipupuk.  Hentikan NPK dan jangan dilanggar.  Kalau dilanggar, hijaunya muncul kembali,” ceritanya dengan fasih.  Tentu ia bicara bila ditanam dalam pot atau di tanah. Monstera lebih disukai  karena berdaun lebar.

Secara feng shui tanaman itu melambangkan murah rezeki. Jangan heran kalau melihat daun-daun monstera diperagakan di layar televisi. Namun, hati-hati.  Ada juga yang menjual sirih belanda  Scindapsus aureus  sebagai monstera. Memang ada berbagai macam sirih.  Mulai sirih merah, sirih hitam, sirih gading, sirih hias, sampai sirih hutan alias Piper caducibracteum.  Ada kalanya jenis terakhir itu bisa besar dan menyerupai monstera.

Begitu pula sirih belanda  dan bunga janda bolong.  Ada yang dijual Rp400.000 dalam pot. “Padahal sebenarnya Rp100.000 sudah terlalu mahal. Monstera disukai karena membawa aura elegan. Biasanya ditaruh di sudut ruang, dengan pot modern. Tanaman berdaun lebar, berbentuk hati dengan sobekan yang tidak sama ini dipercaya membawa suasana mewah.  Lebih dari itu kabarnya menangkal energi negatif. Bahkan mengubahnya menjadi positif.

Seperti halnya keladi hitam,  tanaman berdaun lebar ini diharapkan juga antimaling. Kuping gajah – di masa lalu ditaruh di beranda antara lain karena mirip figur manuusia.  Seolah-olah rumah tak pernah sepi.  Selalu ada yang berkerumun, mengobrol dan kadang bergerak-gerak ditiup angin. Memang paling bagus monstera tumbuh dengan media sekam atau cacahan pakis. Terutama kalau ditanam dalam pot di ruangan. Semoga tetap bisa dikembangkan sebagai bahan kokedama yang Insya Allah bisa sangat menjanjikan. ***

*) Budayawan, kolumnis Trubus sejak 2001, aktivis Tirto Utomo Foundation dan kebun organik Jababeka, Cikarang

Tags: , , , , , , , , , , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software