Si Putih Ancam Ratu Buah

Filed in Buah by on 31/07/2011

 

Sebelum mati, daun tanaman menguning, layu, lalu gugur. “Tak lama kemudian batang mengering dan akhirnya tanaman mati,” kata Hendrik Heriyanto, pekebun di Hegar Mandi. Peristiwa itu keruan saja membuat resah pekebun di sentra dengan populasi 13-ribu pohon itu. Khawatir kematian sang ratu buah terus berlanjut, Kelompoktani Mega Fruit Mustika Lestari melaporkan kejadian itu ke Pusat Kajian Buah Tropika (PKBT) IPB di Bogor, Jawa Barat.

Anggota staf peneliti PKBT, Kusuma Darma SP MSi, sigap melakukan pengamatan ke lokasi kebun pada 2010. Kusuma menduga pohon manggis mati terserang penyakit akar putih. Disebut demikian karena akar pohon sakit diselimuti rizomorf (jalinan hifa yang menyelimuti akar, red) putih. Penyakit serupa pernah ditemukan di sentra manggis di Desa Garokgek, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Bedanya, pohon manggis di sana terserang penyakit akar merah.

Tak pandang bulu

Menurut Dr Ir Suryo Wiyono MSc Agr dari Klinik Tanaman, Institut Pertanian Bogor (IPB), yang turut melakukan observasi, penyebab penyakit akar putih adalah cendawan Rigidoporus lignosus. Penyakit akar merah, Ganoderma pseudoferreum. Serangan cendawan itu berlangsung lamban. “Sejak kontak pertama patogen ke akar hingga pohon mati waktunya bisa bulanan hingga tahunan, tergantung umur dan kondisi pohon,” ujar Suryo.

Karena itu pekebun kerap kali baru menyadari kehadiran penyakit itu setelah pohon sekarat. Oleh karena itu Suryo menyarankan agar pekebun juga memeriksa akar pohon yang terlihat sehat di sekitar pohon yang mati terkena akar putih.

Doktor dari Goettingen University, Jerman, itu menuturkan penyakit akar putih dan merah itu tergolong baru. Penyakit akar seperti itu biasa menyerang karet, teh, dan singkong. Kehadiran penyakit akar putih jelas ancaman serius karena menyebabkan kerugian total bila seluruh tanaman manggis terserang.

Serang buah

Ancaman lain datang dari cendawan pestalotiopsis. Cendawan itu menyerang buah (tearstain), daun (bercak kelabu), dan ranting (kanker ranting). Penyakit itu mewabah di sentra manggis di Kabupaten Lebak, Banten. Selama ini serangan cendawan itu kerap diabaikan pekebun karena tak menyebabkan kematian tanaman. “Bila musim hujan intensitas serangan pada buah bisa mencapai 20%,” ujar Suryo.

Kulit buah yang terserang akan berkerak menyerupai tetesan air mata sehingga kerap disebut tearstain. Cendawan deuteromycetes itu juga menyebabkan tekstur daging buah keras dan berwarna kecokelatan. Kualitas buah turun dan tak layak jual.

Inang cendawan pestalotiopsis sangat luas seperti mangga, rambutan, kelapa, kopi, teh, dan jambu. Penularan terjadi akibat percikan air hujan, terutama yang turun saat kemarau. Nah, cendawan itu menyukai kondisi lembap, tapi hangat. Kondisi daun dan buah yang selalu basah turut mempercepat penyebaran infeksi penyakit. Pun kondisi tanaman yang lemah.

Alami

Serangan cendawan dapat diatasi dengan fungisida organik mengandung trichoderma. Fungisida hayati itu efektif untuk pohon yang baru terserang. Cara pemberian dengan dioleskan ke akar yang berada dekat pangkal batang. Jika sudah parah tanaman sulit diobati. “Tanaman harus dicabut, lalu dimusnahkan agar penyakit tidak menular,” kata Suryo.

Untuk mengatasi pestalotiopsis gunakan agen hayati dari jenis Cryptococcus terreus, C. albidus, dan Candida edax. Caranya, semprotkan fungisida hayati itu saat buah masih pentil dengan dosis 5 cc/l. Frekuensi penyemprotan 2 minggu sekali bila curah hujan tinggi.

Namun tentunya, mencegah lebih baik daripada mengobati. Pastikan tanaman selalu sehat dan vigor dengan mencukupi kebutuhan nutrisi. Lakukan pemangkasan teratur untuk mengurangi kelembapan di sekitar pohon.

Kebun juga mesti bersih dari pohon atau tunggul inang penyakit. Hasil penelusuran Suryo dan Kusuma beberapa kebun manggis di Sukabumi sebelumnya adalah kebun karet. Drainase kebun pun harus diperhatikan untuk mengurangi kelembapan tanah. Jarak tanam idealnya 10 m x 10 m. Dengan begitu, ratu buah terbebas dari ancaman. (Tri Istianingsih)

 

Obat Penyakit Akar

1.       Gali tanah di sekitar pangkal batang hingga kedalaman 30—50 cm, sampai terlihat akar yang terserang.

2.       Kupas bagian akar yang terkena serangan akar putih.

3.       Oleskan fungisida hayati pada bagian akar yang terserang. Biarkan lubang terbuka selama 1—2 minggu agar kerja agen hayati lebih efektif

4.       Taburkan 2 kg belerang dan 20 kg pupuk kandang di area perakaran. Belerang berperan untuk menurunkan pH agar tidak disukai cendawan akar.

5.       Jika sedang musim hujan, naungi lubang dengan terpal agar fungisida yang dioleskan tidak luntur

 

Cegah Akar Putih

Buat parit mengelilingi pohon sedalam 10 cm dengan jarak 1,5—2 m dari pangkal batang pohon

Taburkan campuran 0,5 kg fungisida hayati dan 5—10 kg pupuk kandang

 

Powered by WishList Member - Membership Software