Seri Walet 284: Agar Tyto Jangan Masuk

Filed in Majalah, Satwa by on 13/03/2021

Rumah walet disenangi oleh burung hantu.

Burung hantu mampu menurunkan produktivitas sarang walet hingga 70%. Ada cara bijaksana mencegah burung hantu masuk rumah walet.

Pemilik rumah walet di Kabupaten Rokanhilir, Provinsi Riau, Muhammad Haris, kerap memantau lubang masuk burung (LMB) rumah walet miliknya. Lubang di dinding teratas itu berukuran 100 cm x 40 cm dan di sebelah timur. Sebuah gedung walet—berapa pun jumlah lantai—hanya memiliki satu lubang masuk. Ukuran lubang masuk itu relatif besar dibandingkan dengan ukuran walet sepanjang 10—16 cm dan bentangan sayap 18 cm.

Masuknya burung hantu pada rumah walet bisa menurunkan populasi hingga 75% potensial menurunkan hasil panen sarang.

Praktikus walet di Jakarta, Harry Wijaya S.T., mengatakan bahwa walet perlu ruang yang lebih besar sebagai sarana keluar (saat pagi) dan masuk ke gedung ketika petang. Ruang masuk itu diperlukan untuk bermanuver karena kecepatan terbang burung rata-rata 31 meter per detik setara 112 km per jam. Muhammad Haris memantau lubang masuk karena khawatir burung hantu Tyto alba ikut masuk ke rumah burung walet.

Walet stres

Burung hantu memang momok bagi pemilik rumah burung walet. Menurut Haris jika tidak segera dicegah, burung hantu berkembang biak dalam rumah walet. Persoalannya, “Burung hantu juga kerap memangsa walet,” katanya. Menurut Haris jika burung hantu tidak terdeteksi, penurunan populasi walet di sebuah gedung hingga 75%. Burung hantu membuat walet kabur karena takut dan stres.

Populasi walet berkurang tentu berpotensi menurunkan hasil panen sarang. Menurut pemilik gedung walet di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Didik Arianto, serangan burung hantu lazimnya pada rumah burung walet di pedalaman. Serangan pada rumah burung walet di dekat dengan pemukiman relatif jarang. “Belum pernah terjadi serangan burung hantu, karena lokasi rumah burung walet dekat dengan pemukiman,” kata Didik.

Menurut periset di Laboratorium Ekologi dan Biosistematik Jurusan Biologi Unversitas Diponegoro, Mochamad Hadi, burung hantu tidak membuat sarang sendiri. Namun, burung anggota keluarga Tytonidae itu menggunakan mengambil alih sarang walet yang ditinggalkan. Burung hantu juga bersarang di bangunan, gedung yang tinggi, serta lubang pohon. Pantas saja rumah burung walet bertingkat menjadi primadona bagi Tyto alba untuk bersarang.

Menurut Haris jika populasi burung hantu relatif banyak, intensitas serangan akan lebih tinggi. “Terparah pernah hingga 16 ekor dalam sebulan,” kata Haris. Keruan saja burung hantu juga berperan penting menjaga lingkungan hidup. Oleh karena itu, burung hantu tetap harus dilindungi. Ia salah satu predator hama tikus. Mencegah burung hantu masuk ke gedung walet sebuah langkah bijak tanpa harus menyakitinya.

Pintu otomatis kreasi Harry Wijaya.

Menurut Hadi burung hantu rata-rata memangsa 2—3 ekor tikus setiap malam. Jika populasi burung hantu berkurang, potensi populasi tikus akan meningkat. Tikus pun momok lain bagi pemilik rumah burung walet. Itu karena hewan pengerat itu juga kerap menggerogoti sarang burung jika masuk ke rumah burung walet.

Cegah masuk

Burung hantu beraktivitas dan berburu dari senja hingga 2 jam sebelum matahari terbit predator bagi walet.

Menurut Harry Wijaya pencegahan burung hantu menggunakan pintu otomatis pada lubang masuk. Alumnus Arstektur Universitas Katolik Parahyangan itu mengatakan, cara kerja pintu otomatis itu terbuka dan menutup menyesuaikan dengan aktivitas walet. Pintu otomatis terbuka pada pukul 04.30 saat waktu keluar rumah untuk mencari pakan. Adapun pintu kembali tertutup disesuaikan dengan aktivitas walet pulang ke rumah burung.

Harap mafhum, aktivitas walet pulang berbeda di setiap daerah. Waktu pulang bergantung pada jarak tempat tersedianya pakan. Makin jauh tempat mencari pakan, makin malam walet pulang ke gedung. Mochamad Hadi membuktikan bahwa burung hantu mulai aktif ketika senja hingga 2 jam sebelum matahari terbit. Burung hantu jantan rata-rata aktif berburu 7—8 jam, sedangkan betina 4 jam per hari pada malam hari.

Artinya kondisi ideal pintu otomatis menutup sesaat sebelum senja atau sebelum burung hantu beraktivitas dan berburu. Menurut Harry lubang masuk burung otomatis juga bisa dikombinasikan dengan perangkat suara penarik saat hendak menutup. Itu bisa jadi pertanda agar walet segera pulang. Pintu otomatis juga dipasang sensor suara khusus ketika ada seseorang yang akan membongkar paksa.

“Jika ada yang coba membongkar paksa akan mengeluarkan bunyi khusus dan pintu akan tertutup rapat,” kata Harry. Menggunakan pintu otomatis jauh lebih efisien dibandingkan dengan cara konvensional seperti menyewa penjaga untuk bersiaga mengusir burung hantu. Kelebihan lain menggunakan pintu otomatis lebih ramah lingkungan. Artinya menjaga rumah walet tanpa menyakiti burung hantu. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software