Seri Walet (171) Rumah Monyet Undang Walet

Filed in Seri walet by on 31/07/2011

Di Pangkalpinang, bangunan walet bisa memiliki 2 rumah monyetPemandangan seperti itu mudah sekali dijumpai di sentra-sentra walet di Provinsi Bangka Belitung seperti di Toboali Kota, Pangkalpinang, Tempilang, Koba, dan Jebus. Mayoritas rumah walet yang dilengkapi rumah monyet – disebut demikian karena mirip tempat tinggal monyet yang berukuran kecil–merupakan bangunan baru. Di Pulau Jawa sedikit bangunan walet baru dengan tambahan rumah monyet di atasnya.

Menurut H Irwan, peternak walet di Tempilang, Bangka Barat, kehadiran rumah monyet sangat membantu memancing walet masuk, terutama walet muda. Itu penting lantaran berdasarkan pengamatan Irwan persaingan memancing walet di Bangka Belitung cukup ketat. Apalagi sampai saat ini hanya 30% dari bangunan-bangunan walet itu berproduksi. “Makanya perlu dipikirkan cara untuk memancing walet masuk. Salah satu membuat rumah monyet,” katanya.

Walet muda

Sejatinya fungsi rumah kubus – sebutan lain rumah monyet – untuk memancing walet muda yang baru belajar terbang mau datang ke bangunan walet baru. Walet muda yang belum lincah dan gesit terbang itu akan memilih rumah yang memiliki posisi lubang masuk lebih tinggi. Harap mafhum, gaya terbang walet muda cenderung lurus ke depan, karena ia belum mahir melakukan manuver seperti walet dewasa. Kehadiran walet muda memang diharapkan karena dapat membuat populasi walet di bangunan bertambah.

Kehadiran kotak sabun – sebutan lain rumah monyet – juga penting pada rumah di daerah padat bangunan walet. Kotak sabun yang menjulang itu membuat penampilan rumah walet secara keseluruhan menjadi lebih tinggi dibandingkan bangunan walet lain. Itu akan mempermudah bagi walet muda untuk masuk.

Menurut Harry K Nugroho konsultan walet di Kelapagading, Jakarta Utara, rumah monyet dapat dianggap sebagai setengah lantai. Artinya bangunan walet 3 lantai dengan sebuah rumah monyet di atasnya, bisa dianggap bangunan walet tiga setengah lantai. “Letak rumah monyet bebas di bagian manapun di lantai teratas dengan minimal ukuran 4 m x 4 m dan tidak boleh menyamai luas lantai teratas,” kata Harry.

Sebagian besar rumah walet di Provinsi Bangka Belitung yang dilihat wartawan Trubus, Sardi Duryatmo, minimal memiliki sebuah rumah monyet di salah satu sisi lantai teratas. Bahkan beberapa dijumpai mempunyai hingga 2 rumah monyet. Salah satu bangunan di sudut, sisanya diletakkan di tengah-tengah lantai teratas. “Posisi di tengah dipilih oleh peternak untuk memberi ruang bagi walet berputar-putar dahulu sebelum masuk,” kata Harry.

Menurut Arif Budiman, konsultan walet di Kendal, Jawa Tengah, letak rumah monyet paling baik secara berurutan adalah di depan, tengah, dan belakang dari bangunan itu. “Tapi harus dilihat kondisi sekelilingnya, apakah ada bangunan walet lain atau tidak. Kalau tidak posisi paling bagus di depan,” katanya.

Empat lubang

Rumah monyet dibuat layaknya bangunan walet sejati. Rumah itu perlu dibuatkan lubang masuk di empat penjuru mata angin, tanpa perlu melihat arah walet datang. Ukuran lubang masuk bervariasi bergantung kepada pemilik. Di Toboali Kota rata-rata ukuran lubang masuk rumah monyet minimal 50 cm x 30 cm. Namun, ada pula yang memakai ukuran 100 cm x 30 cm. Singkat kata ukuran itu harus cukup nyaman untuk keluar-masuk walet.

Menurut Harry bila walet-walet itu sudah memiliki jalur masuk tetap pada sebuah lubang, sebaiknya lubang lain ditutup. “Kehadiran lubang-lubang itu sebetulnya membuat sinar matahari lebih banyak masuk dan akan mengganggu walet untuk bersarang di bangunan utama. Dengan menyisakan satu lubang otomatis dapat meminimalisir masuknya sinar matahari,” kata pemilik Eka Walet Center itu. Ia juga menyarankan pemilik rumah walet membuat kolam air di sekitar rumah monyet agar tercipta suasana sejuk yang disukai walet.

Sejauh ini rumah monyet identik dengan bangunan baru. Namun, rumah lama juga bisa dilengkapi rumah monyet di lantai teratas. Syaratnya, kehadiran rumah kubus itu tidak mengganggu lubang-lubang masuk lain yang sudah ada. Apalagi dari beberapa pengalaman menunjukkan seperti di Kalimantan, misalnya, rumah lama yang diberi penambahan bangunan rumah monyet, produksi liur emasnya bisa meningkat hingga 1,5 – 2 kali lipat. (Dian Adijaya S/Peliput: Susirani Kusumaputri)

 

Powered by WishList Member - Membership Software