Seri Walet (157) Berkah dari Naga Merah

Filed in Satwa by on 04/06/2010 0 Comments

Masuknya walet merupakan berkah bagi Sinatra. Sebab, semua usaha memancing walet singgah menemukan jalan buntu. Penanaman Hylocereus costaricensis itu sebetulnya iseng-iseng untuk memanfaatkan ruang kosong, ‘Sekaligus percobaan apakah si naga merah dapat berbuah di atas dak rumah,’ kenang Sinatra. Buah naga ditanam di drum berdiameter 40 cm. Batangnya menjalar di tiang penyangga ke segala arah hingga memenuhi ruangan.

Selang 2 tahun, dari lahan sempit itu Sinatra memanen puluhan buah naga. Yang lebih membahagikan, ketika melongok ke rumah walet, sirip-sirip sudah berisi sarang Collocalia fuciphaga. ‘Pertambahannya memang tidak drastis tapi bertahap, selama 4 tahun baru mencapai 100 sarang,’ kata pengelola kebun buah naga Indian Hill Farm di Sentul, Bogor, Jawa Barat, itu.

Hadirkan serangga

Sejatinya letak rumah walet Sinatra hanya berjarak 50 – 100 m dari rumah lain yang sudah berisi walet. Namun, tetap saja tak ada walet yang mampir. Yang singgah dan bersarang hanya sriti. Sinatra tidak melakukan putar telur untuk menghadirkan populasi walet.

Berdasarkan pengamatan Sinatra, walet mau datang karena kehadiran serangga dari buah naga. Sebab, di dekat buah naga yang matang banyak sekali serangga beterbangan. Apalagi pada buah yang busuk. ‘Walet sering terbang mengitari tanaman, lalu masuk ke rumah,’ imbuh Sinatra.

Hipotsis itu diamini Hary K. Nugroho, pakar walet di Kelapagading, Jakarta Utara. Menurut Hary tanaman memang dapat mendatangkan serangga yang menjadi pakan walet. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menanam buah di dak atas rumah walet.

‘Bila memilih tanaman buah sebaiknya pilih buah yang tidak disukai oleh kelelawar,’ kata Hary. Itu lantaran walet terganggu dengan kehadiran kelelawar. Selain itu, rasa buah yang manis mengundang semut masuk ke dalam rumah. Seperti kelelawar, semut dapat menjadi hama walet.

Sejuk

Yang dilakukan Sinatra sebetulnya sudah lama diterapkan peternak di sentra-sentra walet sejak 1990-an. Namun, ‘Mayoritas mereka menanam rumput ilalang,’ ucap Hary. Selain mendatangkan serangga, akar ilalang pendek. Oleh karena itu saat ditanam langsung di dasar dak dengan dilapisi tanah akarnya tidak sampai menembus dinding. Itu artinya kecil kemungkinan terjadi kerusakan yang berujung pada kebocoran.

Selain mendatangkan serangga, penanaman buah naga atau ilalang membuat iklim mikro di rumah walet menjadi sejuk. Musababnya, cahaya matahari tidak langsung masuk ruangan dan lebih sedikit. Manfaat lain, suhu dalam rumah lebih stabil.

Di luar tanaman, ada beragam cara menjaga kondisi dalam rumah sejuk. Lazuardi menambahkan campuran semen, kapur, dan pasir sebagai plester bangunan. Itu dengan perbandingan 1:2:3 – 4. Pun membuat lubang angin dari coneblock (lubang berbentuk kotak-kotak, red) di sekeliling tembok pada lantai teratas. ‘Lantai di bawahnya cukup diberi lubang angin terbuat dari pipa PVC,’ ucap Lazuardi.

Cegah bocor

Yang perlu diperhatikan: dak tidak bocor. Kebocoran sangat ditakutkan pemilik rumah walet. Maklum saja jika terjadi kebocoran sirip menjadi basah. Akibatnya, sirip ditumbuhi cendawan. Padahal sirip menjadi tempat walet menaruh liur. Selain itu, air juga dapat membuat sarang menjadi kuning dan rapuh. Si liur emas juga tidak nyaman kalau terkena tetesan air sehingga ujung-ujungnya kabur ke tempat lain.

Menurut Ir Lazuardi Normansyah, praktikus walet di Jakarta Barat, kebocoran dapat dicegah dengan memperkuat lantai tembok. ‘Lantai harus dicor minimal setebal 12 – 15 cm,’ imbuh Lazuardi. Itu artinya jumlah semen ditambah sampai 30% dari biasanya. Hamparan besi yang menjadi pondasi lantai pun ditambah menjadi 2 lapis. ‘Pilih besi wire mesh. Besi itu terbuat dari campuran baja sehingga daya topangnya lebih kuat,’ tambah Lazuardi. Jangan lupa gunakan pelapis antibocor. (Lastioro Anmi Tambunan)

 

 

Powered by WishList Member - Membership Software