Serbuk Rahasia Dewa Yunani

Filed in Fokus by on 01/03/2010 0 Comments

Rahasia khasiat bee pollen terungkap ke segala penjuru dunia sejak Oktober 1976. Ketika itu Dr Gunther Vorwohl dari Jerman mempublikasikan naskah berjudul Pollen dan Madu pada pertemuan para pemelihara lebah dunia. Dalam naskah asli berbahasa Jerman itu Vorwohl menyebut masalah kelaparan dunia dapat diatasi dengan bee pollen. Itu karena kandungan gizi bee pollen sangat lengkap, terutama

protein alami dan semua asam amino yang dibutuhkan tubuh.

“Vorwohl dengan berani menyatakan protein alami bee pollen jauh lebih baik ketimbang telur, keju, dan kacang kedelai,” kata Bambang Soekartiko, ketua Asosiasi Perlebahan Indonesia di Jakarta. Sejak itu riset— yang sebetulnya sudah ada sejak 1950-an—di Eropa dan Rusia, tapi dicatat dalam bahasa setempat, mulai mendapat perhatian dari banyak dokter di segala penjuru dunia.

Publikasi riset yang mengejutkan datang 30 tahun kemudian di ajang The 8th International Conference on Apitherapy Health Care International Exposition Bee Products di Kunming, China. Li Haiyan, Sun Liping, Liu Shili dari Bee Institute of China Agriculture Academy of Science, Beijing melaporkan pada November 2006, bahwa daya antioksidan bee pollen lebih tinggi ketimbang propolis. Penelitian Sun Liping lainnya dengan tim berbeda bahkan menyebut bee pollen jauh lebih baik daripada Ginkgo biloba, daun bambu, lemon, dan jeruk.

Khasiat

Menurut dr Hafuan Lutfie MBA, apiteraphist lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, antioksidan yang tinggi pada bee pollen membuatnya banyak digunakan sebagai antiaging. “Fokus penggunaan berbeda, propolis sebagai antibakteri, antijamur, dan antiprotozoa, sedangkan bee pollen sebagai sumber gizi berkadar antioksidan tinggi,” kata Hafuan.

Pengalaman Hafuan bee pollen juga ampuh meredakan tiga kelompok utama gangguan. Yang pertama gangguan pencernaan seperti maag, sulit buang air besar, diare, dan gangguan lambung. Berikutnya gangguan alergi ringan: gatal, demam, dan flu. Yang terakhir ialah gangguan karena obesitas. Bee pollen memiliki serat tinggi dan mampu memperpanjang rasa kenyang dengan memberi sinyal ke pusat syaraf. “Bee pollen bagus untuk membantu diet menurunkan bobot badan,” tuturnya.

Khasiat itu bisa didongkrak dengan memadukan bee pollen plus madu, royal jelly, dan propolis (Lebih Ampuh Bila Berpadu, hal 114). Sejarah bahkan mencatat bee pollen adalah nutrisi yang membantu Ronald Reagen menjadi presiden terpilih tertua di Amerika Serikat, 69 tahun 349 hari. Reagen juga presiden AS yang hidupnya paling lama, 93 tahun 119 hari.

Bersama Nancy Reagen istrinya, ia rutin mengkonsumsi bee pollen hingga dijuluki Majalah Time edisi 30 April 1984 sebagai Presidential Pollen. Sementara naskah kuno Yunani dan Romawi menyebut bee pollen sebagai ramuan rahasia para dewa untuk mempertahankan awet muda atau keabadian. “Prinsipnya dengan bee pollen regenerasi sel menjadi optimal,” kata aktivis di Pusat Kajian Kedokteran dan Kesehatan Korp Alumni HMI (KAHMI) pusat itu. Khasiat bee pollen lain yang juga tercatat ialah meningkatkan stamina tubuh.

Dikumpulkan

Menurut Bambang selama ini ada anggapan khasiat bee pollen sama dengan pollen. Itu karena sebelumnya bee pollen dianggap terbawa oleh kaki lebah yang berbulu—tanpa proses tambahan—saat mengisap nektar bunga yang menjadi bahan baku madu. Padahal anggapan itu keliru. “Yang terjadi justru sebaliknya, pollen sengaja dikumpulkan sebagai bahan baku makanan lebah muda dan ratu. Nektar hanya sumber energi lebah untuk terbang dan makanan lebah pekerja,” kata Bambang.

Pollen yang tersangkut di kaki lebah lalu dikumpulkan mulut lebah yang mengeluarkan beragam enzim. Jutaan pollen lalu menjadi gumpalan yang lebih besar dan dikumpulkan di kantong pollen di kaki lebah. “Karena sudah diolah oleh enzim dari mulut lebah maka bee pollen berbeda dengan pollen,” kata Bambang. Enzim dari mulut lebah itulah yang belum bisa disintesis hingga saat ini. Pembuatan bee pollen dari pengumpulan serbuk sari oleh manusia pun tak bisa dibuat di laboratorium atau industri.

Karena beda itulah, maka kekhawatiran bee pollen dapat menyebabkan alergi belum terbukti. Pasalnya, di Eropa setiap musim semi dan panas di kala beragam tanaman berbunga, kerap terjadi wabah alergi pollen. Misalnya, demam, flu, dan batuk. Itu karena serbuk sari bunga banyak terbang oleh hembusan angin dan terhirup saat manusia bernapas. “Uniknya bee pollen malah membantu meredakan alergi, bahkan alergi karena pollen,” tutur Hafuan.

Menurut Dr Zen Djaja sebetulnya ada 2 jenis pollen atau serbuk sari: anemophile pollen dan entomophile pollen. Yang disebut pertama serbuk sari yang menyerbuki betina dengan bantuan angin. Ia dapat menimbulkan alergi bagi individu yang rentan, karena dianggap tubuh sebagai alergen alias zat asing. Gejala yang muncul demam, pilek, hingga mata bengkak. Sedangkan entomophile adalah pollen yang menyerbuki putik dengan bantuan lebah madu karena bobotnya lebih berat. Ia tak pernah bertebaran di udara bebas dan tak menimbulkan reaksi alergi. (Destika Cahyana/Peliput: Imam Wiguna)

 

Powered by WishList Member - Membership Software