Serama: Kado dari Torpedo

Filed in Satwa by on 04/10/2013

Vini, vidi, vici: saya datang, saya lihat, dan saya menang.

Torpedo, serama milik M Iskandar M J asal Malaysia, meraih gelar best of the best di gelaran Bandung Lautan Serama 2013

Torpedo, serama milik M Iskandar M J asal Malaysia, meraih gelar best of the best di gelaran Bandung Lautan Serama 2013

Semboyan kaisar Romawi, Julius Caesar,  itu cocok menggambarkan Muhammad Iskandar M Johan dari Malaysia. Serama andalannya, Torpedo, berhasil merebut gelar best of the best (BOB) pada kontes Bandung Lautan Serama 2013 di Bandung, Provinsi Jawa Barat. Di putaran kedua BOB, 5 juri sepakat memilih serama berumur 6 bulan itu sebagai yang terbaik. Penampilan Torpedo memang istimewa. Pada 5 menit putaran pertama dan 3 menit putaran kedua, ia bergaya terus-menerus dengan membusungkan dada sambil menarik kepala ke belakang.

“Tanpa stamina yang bagus, sulit bergaya seperti itu dalam waktu lama,” ujar Wahyudi, juri asal Bali. Kemenangan Torpedo itu kado bagi M Iskandar M Johan. “Ini hadiah ulang tahun saya yang jatuh pada hari ini,” ujarnya. Resep penampilan apik Torpedo itu, menurut Iskandar, adalah karena ia selalu mengelus-elus kepalanya setiap kali latihan. Selain itu, 14 hari sebelum kontes, ayah 6 anak itu rutin memberikan seekor jangkrik dan satu sendok makan cacing kering. Ia 2 kali memberikan pakan, pada pagi dan sore. “Dengan begitu, staminanya prima,” ujar Iskandar.

 

Untuk ke-2 kalinya Rere milik Mbah Waluki meraih gelar best of bitch

Untuk ke-2 kalinya Rere milik Mbah Waluki meraih gelar best of bitch

247 peserta

Lomba serama yang berlangsung 2 hari itu juga menobatkan Super Tomcat sebagai best of chick (BOC) setelah mengalahkan 3 pesaingnya. “Kecil-kecil cabai rawit,” ujar Rudi Pelung, koordinator juri. Serama berumur 1,5 bulan itu baru pertama kali mengikuti kontes. Doni Arya Utama, perwakilan dari Serama Independent Community (SIC) menjemur dan melatih Super Tomcat setiap hari. Ia pun tak luput memberikan vitamin dan suplemen lainnya.

Di kelas bergengsi lainnya, best of bitch, Rere menjadi juara. Serama yang sempat ditawar Rp15-juta itu unjuk gigi di hadapan penonton. Pantas 5 juri sepakat memilih Rere. Di kelas raja kebas Down Payment (DP) kembali meraih kampiun. Itulah gelar raja kebas keenam yang diraih DP sejak Februari 2013. Serama milik Kisnandar dari Tangerang, Provinsi Banten, itu unggul 4 kebasan dibanding Ontang-Anting yang meraih 44 kebasan. “Itu bakat sejak lahir karena tidak semua serama memiliki bakat kebas,” ujar Karjono, juri dari Jakarta.

Pada laga bintang, Bomber RSK milik Bebe Farm dari Kediri, Jawa Timur, juga menjadi yang terbaik. “Pada laga bintang yang dilihat adalah keaktifan serama bergaya di atas meja,” ujar Hengky Kumis, juri dari Jakarta. Keaktifan itu menurut juri lain, Rudi Pelung, dipengaruhi oleh suasana lokasi lomba. “Kalau lokasi mendukung, serama bisa tampil prima,” katanya.

Down Payment (DP) meraih gelar raja kebas untuk ke-6 kalinya sepanjang 2013

Down Payment (DP) meraih gelar raja kebas untuk ke-6 kalinya sepanjang 2013

Kontes yang berlangsung di Padepokan Mayang Sunda, Bandung, Provinsi Jawa Barat, itu diikuti 247 serama milik pehobi dari berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Kediri, Blitar, Bali, Surabaya, Sidoarjo, dan Lampung. “Sebetulnya ada peserta dari Kalimantan, tapi batal ikut serta karena tersandung perizinan,” ujar Iljas Widjaja Kesumah, penanggungjawab acara. Menurut Anton, pehobi dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pengurusan izin dari Kalimantan perlu waktu 3 hari.

Acara untuk menyambut hari ulang tahun Kota Bandung itu mengundang pujian dari berbagai kalangan. “Peserta maupun pengunjung senang,” ujar Ruri Rusmayadi, ketua pelaksana acara. Bukan hanya peserta dan juri yang mengaku puas dengan acara itu. Yeti Hartati, perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, menyatakan bahwa kontes serama ini akan dijadikan acara tahunan sebagai daya tarik pariwisata di Kota Kembang. (Rizky Fadhilah)

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software