Sepanjang Tahun Pesta Kembang Api

Filed in Tanaman hias by on 03/02/2011

 

Xanthostemon verticillatusXanthostemon variegata tipe marginated belang di tepi daunXanthostemon chrysanthusXanthostemon youngiBegitulah rupa xanthostemon saat mekar. Sosoknya seperti jarum yang bergerombol di tangkai. Mirip percikan kembang api di udara dengan warna bunga mencolok: merah, merah muda, dan kuning. Bunganya rimbun membanjiri tajuk pohon.

Menurut Ricky Hadimulya, pemilik  nurseri Hara di Bogor, Jawa Barat, di Australia, negeri asalnya, xanthostemon berbunga lebat saat musim semi. Di tanahair anggota famili Myrtaceae itu berbunga hampir sepanjang tahun.

Cinta pertama

Bunga kembang api itu masuk ke Indonesia sejak 5 tahun silam. Jenisnya white penda alias xanthostemon berwarna putih. Namun, pamornya kurang mengilap karena warna bunga kurang menarik. Sekitar 1 – 2 tahun terakhir hadir xanthostemon berwarna lebih variatif: merah, merah muda, kuning muda, dan kuning. Si kuning terakhir – Xanthostemon chrysanthus – dijuluki golden penda karena warna kuningnya identik dengan emas.

Warna merah dihadirkan oleh Xanthostemon verdugonianus dan Xanthostemon youngi. Sepintas keduanya mirip, tetapi warna youngi sedikit lebih muda. Daunnya pun lebih ramping ketimbang verdugonianus yang cenderung gendut-gendut. Youngi asli Australia, sedangkan verdugonianus didatangkan dari Filipina.

Dengan warna bunga yang menarik, xanthostemon memang cocok sebagai penghias taman. Keindahan warnanya memikat setiap orang yang melihat. Tak heran bila di Thailand xanthostemon dijuluki rak raek phob yang berarti cinta pada pandangan pertama.

Ia tumbuh menjulang hingga 8 – 15 m dengan tajuk membentuk piramida. Oleh karenanya, kerabat cengkih itu juga digunakan sebagai tanaman pagar, pohon pelindung, dan penahan angin. Di Singapura xanthostemon marak digunakan sebagai pohon pelindung di tepi jalan karena akarnya tidak invasif sehingga tidak merusak jalan.

Menurut Anton Raharja, hobiis di Bogor, Jawa Barat, xanthostemon menyukai hawa panas untuk berbunga lebat. ‘Xanthostemon berbunga lebat saat musim kemarau. Ketika itu hampir seluruh tajuk ditutupi bunga, sedangkan di musim hujan beberapa bunga saja yang muncul,’ katanya. Pengalaman Iwan Irawan, praktikus taman di Bandung, Jawa Barat, xanthostemon agak sulit berbunga di Maribaya, Bandung, yang berketinggian di atas 1.000 m dpl.

Multiguna

Meski begitu xanthostemon tetap layak ditanam karena tergolong tanaman multiguna. Di Filipina verdugonianus dimanfaatkan sebagai tanaman kayu. Ia tergolong kayu keras dan awet sehingga kerap digunakan sebagai tiang pancang di air laut dan jembatan. Pohonnya dapat tumbuh menjulang hingga 30 m dan tahan rayap. Karena sifatnya itu verdugonianus dijuluki kayu besi. Di sana secara empiris kulit kayu xanthostemon dipakai sebagai antidiare. Sementara arang dan serbuk gergajinya bermanfaat mengatasi borok.

Menurut Greg Hambali, pakar botani di Bogor, di Indonesia terdapat beberapa jenis xanthostemon endemik. Dalam buku Plant Resources Of South East Asia disebutkan minimal ada 50 jenis xanthostemon di dunia. Tiga di antaranya asli Indonesia, yaitu 2 dari Sulawesi dan 1 jenis di Maluku. Pemanfaatannya juga sebagai tanaman kayu. Kayunya dikenal dengan nama kayu sowang Xanthostemon novaguinensis dan kayu nani Xanthostemon verus. Keduanya memiliki kekuatan seperti verdugonianus.

Namun, jika tidak hendak mengambil kayunya, mengapa tidak menikmati keindahan bunganya saja. Karena xanthostemon, keindahan kembang api pun hadir di taman. (Ari Chaidir/Peliput: Destika Cahyana)

  1. Xanthostemon verticillatus
  2. Xanthostemon verdugonianus
  3. Xanthostemon youngi
  4. Xanthostemon chrysanthus
  5. Xanthostemon variegata tipe marginated belang di tepi daun

Foto-foto: Destika Cahyana

 

Powered by WishList Member - Membership Software