Sensasi Baru si Pedas

Filed in Uncategorised by on 03/09/2012 0 Comments

Cabai manis koleksi Lukas. Atas black hot chili, bawah satan kiss chiliCita rasa black hot chili dan satan kiss chili justru tak “sepedas” namanya.

 

Alexander Lukas Sung mengoleksi 60 jenis cabai dari mancanegaraPumpkin pepper tahan lama hingga 5 bulan di pohonFoto cabai mirip cabai keriting di salah satu situs jual-beli di dunia maya pada Agustus 2011 itu membuat Alexander Lukas Sung terkesima. “Warnanya hitam pekat, padahal cabai keriting biasanya merah dan hijau,” kata kolektor cabai di Bekasi, Jawa Barat, itu. Si penjual menyebut cita rasa si hitam manis. Lo cabai kok manis? Rasa penasaran membuat Lukas langsung memesan.

Sebulan berselang kiriman paket asal Amerika Serikat berisi benih cabai pesanan tiba di kediaman. Di kemasan paket tertulis black hot chili, nama si hitam itu. “Ini yang saya tunggu-tunggu,” ujarnya. Untuk mendapatkan sepaket berisi sepuluh benih Lukas membayar sekitar 2 dolar.

Berubah warna

Lukas menyemai benih di atas media tanam berupa arang sekam halus dan pupuk kandang kambing halus. Tiga bulan pascasemai, black hot chili mulai berbuah. Bukannya senang, perasaan Lukas malah was-was. “Warna buahnya hijau,” ujarnya. Perasaan khawatir itu perlahan menjadi kelegaan ketika persis seminggu setelah buah terbentuk, warna mulai berubah. Warna hijau berubah kian pekat dan lama-kelamaan menjadi hitam pekat. Warna itu kembali berubah seminggu kemudian: menjadi merah, menandakan cabai matang.

Lukas memanen buah dan mencicipinya. Benar saja, seperti disebut si penjual rasa buah Capsicum annuum itu manis dan banyak air. Rasa manisnya mirip paprika tetapi bau khas cabai lebih tajam. Saat percikan air mengenai mata, tak terasa pedih seperti lazimnya terkena air cabai. Ah, rupanya cita rasa si pedas hitam tak segarang namanya.

Kesan macho tapi ternyata lembut juga ada pada koleksi Lukas lainnya: satan kiss chili. “Ini saya dapatkan dari Italia,” ujar kolektor cabai dari mancanegara itu. Meski namanya menyeramkan-berarti si ciuman iblis-lagi-lagi rasanya manis. Warna buah merah menyala layaknya cabai besar hibrida matang pohon. Bentuk buahnya unik menyerupai tomat.

Pria 37 tahun itu juga mengoleksi bolivian rainbow chili. Namanya mewakili karakter warna buah yang berubah-ubah, mirip pada black hot chili tapi ini lebih banyak. Lukas menyodorkan sepot pelangi asal Bolivia itu dengan buah beraneka warna. Bentuk buahnya pun unik, bulat agak lonjong sebesar mutiara. Menurut pengamatan Lukas, saat buah cabai asli Bolivia itu pertama kali terbentuk warnanya ungu, seminggu kemudian putih, seminggu berikutnya kuning, seminggu kemudian jingga, seminggu terakhir merah. Praktis ada lima warna pada satu buah.

Nun di Surabaya, Jawa Timur, Yoseph Rudy juga mengoleksi cabai dengan bentuk buah unik dengan rasa tidak pedas. “Rasanya seperti jambu mete, tapi lebih sepat lagi,” tuturnya. Kolektor cabai sejak Agustus 2011 itu menyebutnya pumpkin pepper. Dari namanya tergambar sosoknya. Bentuknya seperti labu parang mini, tetapi warnanya merah.

Pengalaman Rudy cabai labu tahan hingga lima bulan dari sejak muncul buah, asalkan terbebas dari hama dan penyakit. Cabai biasa paling sebulan. Setelah petik pun buah pumpkin pepper masih segar hingga sebulan. “Kalau cabai biasa baru seminggu panen sudah mengerut (layu, red),” ujarnya.

Dua kali panen

Supaya tanaman anggota famili Solanaceae itu tumbuh optimal, “Perawatannya harus benar,” kata Lukas. Mula-mula ia menyemai benih pada media tanam berupa campuran arang sekam halus dan pupuk kandang kambing halus dengan perbandingan 80% dan 20%. Pupuk kandang sekaligus sebagai sumber nutrisi dasar. Benih tidak dibenamkan tetapi sekadar diletakkan di media yang dibuat basah secara mendatar (lihat foto).

Sebagai nutrisi setiap seminggu sekali Lukas menyemprotkan pupuk daun cair dengan dosis sesuai kemasan. Ia juga menambah pupuk kandang kambing pascatanaman berbuah. Penyiraman dilakukan sehari dua kali. “Tidak perlu banyak-banyak, sekadar basah saja cukup,” tuturnya.

Saat bibit sudah memiliki lima daun, pindahkan ke polibag berdiameter 20 cm untuk proses pembesaran. Medianya sama tetapi dengan perbandingan berbeda, arang sekam bakar 70% sedangkan pupuk kandang 30%. Setelah tingginya kira-kira 20 cm tanaman kembali dipindah ke polibag lebih besar berdiameter 35 cm. Komposisi dan perbandingan media tanam sama.

Untuk mencegah serangan tungau, Lukas rutin menyemprotkan insektisida berbahan aktif abamectin dengan dosis setengah dari dosis pada kemasan. Penyemprotan seminggu sekali setelah tanaman sudah berbunga. Sementara untuk mengatasi serangan aphid dan kutu putih, ia menyemprotkan larutan air sabun. Larutan itu dibuat dengan mencampur satu sendok teh sabun cuci dengan dua liter air.

Buah cabai manis itu siap panen 3-4 bulan pascasemai. Produksi black hot chili mencapai 20 buah per tanaman; satan kiss chili, 15 buah per tanaman. Sementara pumpkin pepper 20 buah per tanaman. Setelah tanaman selesai berbuah, Lukas menaburkan segenggam tangan orang dewasa pupuk kandang di permukaan media tanam. Tanaman kembali berbuah sebulan kemudian. Setelah itu tanaman sudah tidak produktif lagi dan cenderung rentan serangan hama dan penyakit. Produksi black hot chili pada panen kedua misalnya masih mencapai 20 buah, panen ketiga hanya 5-9 buah. (Bondan Setyawan)

Keterangan Foto :

  1. Alexander Lukas Sung mengoleksi 60 jenis cabai dari mancanegara
  2. Cabai manis koleksi Lukas. Atas black hot chili, bawah satan kiss chili
  3. Pumpkin pepper tahan lama hingga 5 bulan di pohon
  4. Penyemaian benih cabai sekadar diletakkan di media yang dibuat basah secara mendatar
  5. Bolivian rainbow chili berubah warna hingga lima kali
  6. Produktivitas satan kiss chili 15 buah per tanaman pada awal panen
 

Powered by WishList Member - Membership Software