Sebuah Bukti dari Arek Malang

Filed in Buah by on 01/12/2009 0 Comments

Herfin, alumnus fakultas ekonomi, universitas brawijaya, malang, memanen diamond river berbiji kecil setelah menyiramkan giberelin ke pohon lengkeng itu. Tiga tahun silam reza pernah berteori, ukuran biji lengkeng bisa di perkecil dengan permberian hormon.

Pembuktian Herfin itu berkah dari ketaksengajaan. Semula pegawai perusahaan tembakau itu hendak memperbanyak lengkeng itoh yang ditanam pada 2005. “Saya ingin percabangan itoh banyak. Nantinya cabang yang muncul dicangkok,” kata Herfin.

Ia lantas meminta saran dari Langgeng Widodo, pakar pupuk di Semarang, Jawa Tengah. Dari Langgeng diperoleh resep hormon giberelin untuk memperbanyak cabang. Ia melarutkan 1/4 tablet—1,25 g—giberelin dalam 60 l air dan menyiramkan pada 3 induk itoh. Benar saja, sebulan berselang tunas baru bermunculan.

Biji mini

Melihat respon itu Herfin mencoba pada tanaman koleksi lain. Pada Juli 2009, suami Safitri Arandini itu melarutkan satu tablet—5 g —giberelin pada 250 l air, lalu menyiramkan pada 3 induk itoh masing-masing 20 l. Larutan hormon yang masih banyak tersisa, iseng-iseng disiramkan pada tanaman lain seperti jambu biji, belimbing, jambu air, dan srikaya. Dua lengkeng diamond river berumur 2 tahun yang tengah berbuah dan berbunga pun tak luput dari siraman giberelin. Sebulan berselang giberelin diberikan kembali.

Hasil di luar dugaan muncul pada kedua diamond river yang tumbuh di pot berdiameter 40 cm dan 60 cm. Buah yang dipanen 3 bulan setelah semprotan pertama sebagian besar berbiji kecil. Lima dompol—masing-masing terdiri 15—20 buah—yang dipanen dari pot pertama, 95% berbiji kecil. Ukuran biji hanya 1/3 daripada normal (diameter normal 1 cm, red) dan ukuran buah lebih kecil—70% daripada normal. Sementara 50 buah hasil panen terakhir di pot ke-2, 80% biji berukuran kecil dengan ukuran buah normal.

Yang istimewa lengkeng berbiji mini itu daging buahnya kering. Itu jauh berbeda dengan kualitas buah sebelum perlakuan giberelin: basah dan becek. “Dua diamond river itu pernah panen 3 kali dan belum pernah kering,” kata Herfin. Padahal selain giberelin, perawatan seperti lazimnya yaitu pemupukan nitrogen, fosfor, dan kalium siap serap.

Sebelumnya—usai Reza berteori—belum pernah ada yang mencoba menyemprot lengkeng dengan hormon untuk memperkecil biji. Reza pun mempraktekkannya pada jambu biji 28 tahun silam.

Anggur tanpa biji

Menurut Reza giberelin sudah lama dikenal sebagai hormon pencetak buah tanpa biji atau memperkecil ukuran biji. “Biji muda banyak mengandung hormon giberelin dan auksin. Hormon itu diproduksi biji untuk pembesaran buah,” kata Reza. Saat giberelin atau auksin ditambah dari luar, biji tak berkembang karena pembesaran buah disokong dari luar.

Bahkan menurut Ir Edhi Sandra MS, ahli fisiologi tumbuhan di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, giberelin dalam jumlah tertentu mampu membuat buah terbentuk tanpa proses pembuahan. “Pada kasus ini biji sama sekali tak terbentuk,” katanya. Itu dibuktikan pekebun anggur di Jepang yang sukses membuat anggur tanpa biji pada 1960. Mereka menyemprotkan 100 ppm GA3—asam giberelat—pada bunga anggur delaware. Hasilnya, anggur delaware yang biasanya berbiji menjadi tak berbiji sama sekali. Bahkan ukuran buah lebih besar dan rasa lebih manis.

Menurut Edhi mekanisme mengecilnya biji lengkeng milik Herfin berbeda dengan mekanisme anggur tanpa biji di Jepang. “Pada anggur di Jepang giberelin menggagalkan terbentuknya biji. Sedangkan pada lengkeng milik Herfin biji masih terbentuk,” katanya. Edhi menduga asupan giberelin pada dosis tertentu mengganggu perkembangan biji karena biji yang seharusnya didominasi auksin berganti menjadi giberelin.

Sebetulnya auksin dan giberelin dalam dosis tertentu memiliki peran sama: merangsang pembelahan sel termasuk pembentukan buah. “Namun, auksin pada dosis tinggi dapat mematikan perkembangan tunas termasuk primodia tunas pada biji,” tambah Edhi.

Auksin

Itu dibuktikan pakar kultur jaringan itu pada mengkudu yang direndam auksin 200 ppm. “Bijinya tidak berkembang,” kata Edhi. Pada 1981 Reza membuktikan peran auksin untuk mengurangi biji jambu biji. Ia menyemprotkan auksin pada bunga jambu biji 3 hari sebelum bunga mekar, saat bunga mekar, dan 3 hari pascabunga mekar.

Penyemprotan auksin 3 hari pascabunga mekar paling efektif mengurangi jumlah biji sampai seperempat jumlah normal. Biji tidak berkembang lantaran peran biji menghasilkan auksin tergantikan auksin dari luar.

Bukti lain datang dari riset yang dimuat dalam buku Biology of Plant karangan Peter H Raven pada 1976. Dalam riset itu buah stroberi diberi 3 perlakuan berbeda. Kelompok pertama sebagai kontrol dengan membiarkan buah tumbuh apa adanya. Kelompok ke-2 semua biji di permukaan kulit buah pentil dicabut. Kelompok ke-3 sama dengan kelompok-2, tapi buah disemprot auksin.

Buah pada kelompok pertama tumbuh normal, buah pada kelompok ke-2 ukurannya tidak membesar, dan buah pada kelompok ke-3 tumbuh normal. Pada saat biji stroberi dibiarkan maka auksin endogen—dari dalam biji—merangsang pembesaran buah. Begitu biji diambil, auksin tidak ada sehingga pertumbuhan buah melambat. Pada stroberi yang bijinya diambil tapi diberi auksin buah membesar.

Ini berarti pada dosis yang sedikit atau tepat auksin dapat merangsang pembesaran buah. Namun, jika dosis berlebih auksin jutru mematikan biji. Musababnya dosis auksin yang tinggi mematikan primordia tunas dalam embrio. Padahal di sanalah dihasilkan auksin. Artinya, bila primordia tunas mati maka tidak dihasilkan auksin. “Buah juga tidak membesar kecuali diberi hormon dari luar,” kata Edhi. Dengan beragam mekanisme, terbukti auksin dan giberelin mampu mereduksi biji pada buah. (Nesia Artdiyasa)

 

 

 

Biji diamond river mengecil sampai 1/3 dari normal berkat penyiraman giberelin

Peran Auksin = Peran Biji

Kontrol: stroberi tumbuh normal tanpa perlakuan

Stroberi yang semua bijinya dicabut, buahnya tak berkembang

Stroberi yang semua bijinya dicabut dan disemprot auksin, buahnya tumbuh normal

 

Pascapemberian giberelin daging buah kering, ukuran normal, biji kecil

 

 

Powered by WishList Member - Membership Software