Satu Rimpang, Seribu Khasiat

Filed in Fokus by on 01/10/2011

 

Kesegaran temulawak membantu mencegah menurunnya kerja hati akibat aktivitas yang padatUcapan dokter itu bak petir di siang bolong bagi Trisno Wahono yang mengantar anaknya, Khairunisa Salsabila (4 tahun) berobat di sebuah klinik. Khairunisa memang kerap mengeluhkan sakit tenggorokan dan susah menelan sehingga menggerus nafsu makan. Selain itu ia juga sering demam tinggi. Dokter mendiagnosis Khairunisa menderita radang tonsil alias amandel stadium empat sehingga perlu menjalani operasi.

Operasi itu cukup berisiko karena Khairunisa masih belia. “Dokter bilang perawatan pascaoperasi yang sulit,” ujar Trisno. Itulah sebabnya, atas saran kerabat, karyawan swasta di Cilegon, Provinsi Banten, itu memberikan ekstraksi temulawak kepada buah hati. Ia mengambil 1 sendok makan serbuk temulawak, melarutkan dalam segelas air matang, dan mengaduk rata. Khairunnisa mengonsumsi minuman temulawak itu 3 kali sehari.

Multikhasiat

Baru juga tiga hari mengonsumsi, rasa sakit di leher itu mereda. “Nyerinya jauh berkurang, tak rewel lagi setelah minum temulawak,” kata Trisno. Sebulan berselang, amandel Khairunnisa mengempis sehingga batal operasi. Menurut guru besar emeritus Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Prof Dr Sidik Apt, dalam penyembuhan amandel, temulawak berperan untuk meningkatkan nafsu makan sehingga daya tahan tubuh pun terdongkrak.

Badruzzaman, dokter di Bandung, biasa meresepkan temulawak untuk beragam pasien seperti hipertensi, stroke, diabetes, dan kanker dengan herbal lain. Menurut dokter dan herbalis di Tangerang Selatan, Banten, dr Prapti Utami temulawak sebagai herbal pendamping untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga mampu melawan infeksi penyebab radang tonsil.

Radang tonsil merupakan pembengkakan pada organ amandel yang kerap terjadi pada anak-anak. Saat radang yang akibat infeksi bakteri atau cendawan itu, nafsu makan anak menurun karena penderita sulit menelan. Infeksi itu menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Beberapa ahli medis memang menyarankan pengangkatan amandel untuk mengatasi radang itu.

Namun, menurut dokter dan herbalis di Malang, Jawa Timur, dr Zainal Gani, sebaiknya amandel tetap dipertahankan karena merupakan kelenjar penyaring kuman di rongga mulut. Pengangkatan amandel justru menimbulkan masalah baru, yakni kekebalan tubuh anak menurun hingga dewasa. “Operasi adalah pilihan terakhir,” kata dokter alumnus Universitas Brawijaya itu. Zainal sering menemukan beberapa orang yang sewaktu kecil mengalami pengangkatan amandel, saat dewasa malahan sering mengalami sakit tenggorokan.

Menurut Prof Dr Sidik Apt, temulawak multikhasiat, antara lain bersifat analgesik, antibakteri, antifungi, antihepatotoksik, dan antiplatelet. Khasiat lain tanaman anggota famili Zingiberaceae itu adalah antidiabetik, antiinflamasi, antikolesterol, antioksidan, dan antitumor. “Temulawak berfungsi sebagai antiradang dan pereda rasa sakit bagi penderita radang tonsil,” kata Zainal.

Guru besar Farmasi Universitas Indonesia, Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, rimpang temulawak mengandung 5% minyak asiri dan 3-6% zat warna kuning kurkuminoid. Kedua komponen itu mengandung senyawa kimia seperti xantorizol (65%), zingiberena (25%), felandrena, kurkumin, dan monodesmetoksi kurkumin. ”Kurkumin mempunyai efek antiradang, termasuk menghilangkan radang tonsil,” kata Sumali.

Tren meningkat

Untuk mendapatkan khasiat temulawak, masyarakat secara tradisional merebus irisan rimpang Curcuma xanthorriza. Selain meracik sendiri, sebetulnya terdapat cara lain yang praktis untuk memperoleh khasiat kerabat jahe itu. Sebab, kini banyak beredar beragam produk temulawak instan berupa serbuk, kapsul, tablet, dan teh. Masyarakat lebih mudah mengonsumsi rimpang tanaman obat khas Indonesia itu.

PT Citra Deli Kreasitama, misalnya, memproduksi serbuk instan temulawak untuk kalangan pekerja yang kerap mengalami kelelahan setelah beraktivitas seharian. “Temulawak dapat membantu mencegah turunnya fungsi kerja hati akibat kelelahan, selain itu ampuh menurunkan kolesterol dan mengatasi panas dalam,” kata Hudi, bagian pemasaran PT Citra Deli Kreasitama di Tangerang, Banten. Menurut Hudi permintaan temulawak cenderung meningkat. “Peningkatan permintaan produk temulawak per tahun 6-10%,” kata Hudi.

Olga Putong dari Departemen Ekspor PT Helmig Prima Sejahtera, produsen ekstrak temulawak, mengatakan, “Permintaan naik signifikan. Masyarakat semakin sadar akan khasiat tanaman herbal yang tidak kalah dengan obat kimia. Apalagi minim efek samping,” kata Olga. Produsen temulawak di Surabaya, Jawa Timur, itu menyediakan berbagai macam varian menyesuaikan kebutuhan konsumen, mulai dari serbuk sampai minuman kaleng siap minum. Kapan pun dan di mana pun, kita tetap dapat memperoleh khasiat rimpang temulawak. (Susirani Kusumaputri)

 

Powered by WishList Member - Membership Software