Sangrai Olahan Terbaik

Filed in Majalah, Topik by on 03/04/2021

Pasir pantai untuk menyangrai biji.

“Sini saya kupaskan,” ujar pengolah biji saca di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Muhamad Abdurrahman. Ia mengatakannya lantaran melihat Trubus kesulitan mengupas camilan saca buatannya. Abdurrahman membawa alat mirip tang lalu menjepitkan biji berkulit yang sudah disangrai itu. Terdengar bunyi ‘krak’ lalu biji mirip kacang di dalam kulit keras—disebut testa—itu siap disantap. Rasanya gurih sehingga rasanya ingin menyantap terus.

Abdurrahman membuat camilan itu dengan cara menyangrai biji bertesta menggunakan pasir. Bukan sembarang pasir, ayah satu anak itu menyangrai biji saca dalam pasir pantai berwarna abu-abu. Menurut pria 43 tahun itu pasir menghasilkan camilan paling gurih dan testa yang warna gelapnya merata. Kalau menggunakan pasir bahan bangunan, warna testa kusam sehingga penampilannya tidak menarik.

Ayah satu anak itu juga mengingatkan agar jangan mengupas biji sebelum menyangrai. “Biji gosong kalau disangrai tanpa testa,” katanya. Pembuatan sekilogram camilan memerlukan biji bertesta dengan bobot sama lantaran tidak ada proses penghilangan testa. Pembuatan camilan biji saca itu hanya bisa dilakukan dengan menyangrai atau menggunakan oven. Menggoreng dengan minyak tidak bisa karena biji saca menyimpan banyak lemak nabati.

Menurut Abdurrahman, biji tidak bisa digoreng sampai kering layaknya kacang tanah atau kacang mete. “Dibolak balik sampai bosan di penggorengan tidak kering-kering. Setelah diangkat dan ditiriskan pun minyaknya menetes terus,” ungkapnya. Sementara itu kalau direbus, kandungan tinggi lemak nabati membuat biji terasa amis. Menyangrai dengan pasir menjadi cara terbaik. Adapun langkah pembuatan minyak cukup panjang. (Argohartono Arie Raharjo)

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software