Salanova Selada Elok Juga Lezat

Filed in Topik by on 01/02/2013 0 Comments
Selada dijual dengan akar supaya tahan simpan

Selada dijual dengan akar supaya tahan simpan

Menjenguk kebun selada fancy dengan teknik penanaman mutakhir.

Dari jauh sosoknya lebih mirip tanaman hias dengan bentuk daun yang kompak. Ada rasa sayang jika harus menyantapnya segera. Sayuran bersosok fancy (megah) itu memang inovasi terbaru di dunia selada-seladaan. Sosok kompak menyerupai mahkota bunga itu sejatinya tersusun dari daun-daun berukuran kecil, ada yang sebesar jempol. Kita dengan mudah memisah-misahkan helai-helai itu, lalu masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan mayonaise. Jadilah salad nan menyegarkan.

Selada fancy keluaran produsen benih ternama di Belanda itu kini tengah naik daun di Eropa. Selada cantik itu juga dibudidayakan di tanahair. Namanya salanova. Rekan Trubus di Rotterdam, Belanda, Henk van Staalduinen, pengusaha hotikultura berpengalaman lebih dari 40 tahun, melaporkan kunjungannya ke salah satu kebun produksi salanova.

Bermandi cahaya

Pemandangan di kebun seluas 1,7 ha itu laksana nurseri tanaman hias. Deretan tanaman daun berwarna hijau dengan semburat cokelat kemerahan itu sepintas mirip agave yang berbaris rapi. Bukan, itu bukan agave, tapi hamparan salanova. Salanova selada terbaru yang dikembangkan oleh perusahaan pemasok selada ke pasar-pasar di Eropa, Boer & Den Hoedt. Hasil inovasi produsen benih terkenal di Belanda itu berupa selada berbentuk kompak, tersusun dari helai-helai daun berukuran kecil.

Arjan Boer

Arjan Boer

Menurut istilah yang mereka cantumkan di dalam situs Boer & Den Hoedt, ukuran daun salanova pas untuk sekali gigitan. Lantaran itu salanova sangat cocok untuk konsumsi manusia modern yang ingin praktis. Jika hendak membuat salad, mereka cukup memotong bagian pangkal, dengan mudah daun-daun mungil itu terlepas. Konsumen tidak perlu lagi memotong-motong daun untuk membuat salad. Oleh karena itu sedikit sekali bagian salanova yang terbuang.

Minimal dua jenis selada fancy yang ditanam di kebun kongsian ayah dan anak, Jan dan Arjan Boer, serta mitra mereka, Joop Den Hoedt: jenis berdaun hijau kemerahan dan hijau segar. Keduanya bersosok kompak laksana tanaman hias. Pada kunjungan ke nurseri itu pada musim dingin di awal Januari 2012 suhu di dalam rumah tanam berkisar 10-15oC.

Di beberapa lokasi terlihat selada-selada cantik itu bagai disiram cahaya berwarna merah dan biru. Arjan Boer memang menanam salanova dengan sistem budidaya terbaru. Pada musim dingin ketika paparan sinar matahari berkurang drastis mereka menyalakan penerangan tambahan berupa lampu LED (light emmiting diode). Penyinaran tambahan itu untuk memastikan tanaman tumbuh dengan baik.

Harap mafhum lampu dengan teknologi terbaru itu mampu memendarkan spektrum cahaya sesuai dengan kebutuhan tanaman dalam berfotosintesis. Biasanya biru dan merah dengan berbagai kombinasi. Kebun Boer & Den Hoedt kini tengah menguji coba spektrum cahaya terbaik untuk pertumbuhan selada. Kelebihan lain teknologi yang mulai gencar diperkenalkan pada ajang Hortifair 2009 (pameran hortikultura dua tahunan di Belanda) itu tidak menyebabkan daun terbakar karena kepanasan.

Talang

Total jenderal perusahaan Boer & Den Hoedt mengembangkan tujuh jenis selada. Selain salanova mereka menanam jenis-jenis lama seperti lollo rosa yang mengeriting berwarna merah, lollo bionda yang keriting dan berwarna hijau, cabbage lettuce, oakleaf, frisee, dan tricolor. Setiap tahun perusahaan itu membudidayakan 4-juta tanaman. Sebanyak 500.000 tanaman (12,5%) merupakan salanova. Menurut Arjan, permintaan terhadap salanova terus bertambah.

Pekerja di kebun Boer & Den Hoedt tidak menanam selada itu dari benih. Mereka menerima bibit selada berumur 4 pekan (7 pekan jika musim dingin) dari pekebun lain. Selada itu ditumbuhkan dalam media tanam berupa gumpalan tanah berbentuk kubus. Beberapa kubus terdiri atas 3 benih tiga jenis berbeda untuk mendapatkan produk selada tricolor. Untuk mencegah benih dicuri burung, pekebun menutupi permukaan media dengan pasir berwarna putih.

Para pekerja lalu menanam bibit di dalam wadah tanam berupa semacam talang sepanjang 4 m dengan “lubang” tanam berbentuk segiempat seukuran kubus media bibit. Itulah salah satu inovasi di kebun Boer & Den Hoedt. Dengan penanaman di talang barisan tanaman jadi serbateratur. Talang-talang berisi selada itu kemudian masuk ke dalam rumah tanam secara otomatis.

Di dalam mereka membentuk barisan sesuai dengan jenis. Salanova merah dengan salanova merah, salanova hijau dengan salanova hijau, lollo rosa dengan lollo rosa, lollo bionda dengan lollo bionda. Selama 4 pekan pertama penyemaian tanaman-tanaman itu mendapatkan nutrisi dan air lewat penyeprotan melalui selang-selang di bagian atas barisan tanaman. Setelah cukup banyak akar terbentuk, barulah penyiraman dan pemupukan melalui akar.

Komputerisasi

Pekerja mengatur air dan nutrisi mengalir memasuki talang dengan bantuan komputer. Posisi talang tidak horizontal persis, tapi sedikit melandai sehingga air otomatis mengalir dari satu ujung ke ujung lainnya. Di bagian itu sebuah selang berwarna hitam mengalirkan air ke talang lain. Begitu seterusnya hingga ke talang paling ujung. Di talang terakhir itu terdapat saluran penampung yang terhubung dengan tandon khusus.

Di tandon itu air penyiraman itu dibersihkan dari kontaminan seperti cendawan, virus, dan hama. Selanjutnya air dapat digunakan kembali untuk penyiraman dan pemupukan. Boer dan Den Hoedt menyebut teknik budidaya khas itu sebagai budidaya dalam talang air kaya nutrisi. Pendek kata itu seperti teknik penyiraman dan pemupukan hidroponik model nutrient film technique (NFT).

Penanaman secara hidroponik membuat budidaya dan sosok selada menjadi lebih bersih. Keuntungan lain, iklim di dalam grenhouse dengan sistem budidaya bermedia air lebih kering ketimbang budidaya dengan tanah. Dengan begitu risiko serangan penyakit lebih rendah. Budidaya tanpa tanah juga membuat kebun Boer & Den Hoedt tidak perlu proses sterilisisasi tanah sehingga lebih sedikit bahan kimia dipakai dan menekan biaya produksi.

Sekitar 40 hari pascatanam selada siap panen. Talang-talang berisi selada siap panen lalu melaju ke areal panen dan pascapanen. Mula-mula talang itu melewati deretan pancuran air yang bekerja membersihkan daun selada secara otomatis. Selanjutnya para pekerja secara manual mengeluarkan selada dari talang, membersihkan kotoran yang masih menempel, lalu mengemas ke dalam plastik.

Kebun Boer dan Den Hoedt menjual selada dengan bola akar masih menempel. Kehadiran bola akar itu membuat kesegaran lettuce bertahan lebih lama, dan kandungan nutrisi tidak cepat hilang, bahkan ketika sayuran itu tidak disimpan di lemari pendingin. Selada-selada sudah kemas itu siap diterima perusahaan pemasar yang sudah meneken kerja sama dengan Boer dan Den Hoedt. Salanova siap melayani para pembeli dari Belanda, Inggris, Swedia, dan Rusia. ***

Keetrangan Foto :

  1. Rumah tanam salanova dan selada lainnya seluas 1,7 ha
  2. Arjan Boer
  3. Selada dijual dengan akar supaya tahan simpan
  4. Salanova, selada untuk salad yang praktis
  5. Pada musim dingin pekerja menyetel penyinaran tambahan berupa lampu LED. Lampu itu mampu memendarkan cahaya yang dibutuhkan untuk fotosintesis tanaman sehingga pertumbuhan selada lebih optimal
  6. Sistem budidaya diatur otomatis. Oleh karena itu cukup 12 pekerja untuk lahan seluas 1,7 ha
  7. Nutrisi dialirkan dari satu talang ke talang lain melalui sistem NFT
  8. Ujicoba kombinasi spektrum cahaya biru dan merah yang paling tepat untuk selada

 

Powered by WishList Member - Membership Software