Safari Bahasa

Filed in dari redaksi, Rubrik Tetap by on 01/05/2017
Prof. Dr. Ghufran Ali Ibrahim, M.S., (tengah) menyerahkan cenderamata kepada Redaktur Pelaksana Majalah Trubus, Sardi Duryatmo.

Prof. Dr. Ghufran Ali Ibrahim, M.S., (tengah) menyerahkan cenderamata kepada Redaktur Pelaksana Majalah Trubus, Sardi Duryatmo.

Jika pada Mei 2017 petani menanam jeruk pamelo, maka lazimnya pada 2020 saat berumur 3 tahun tanaman berbuah untuk kali pertama. Sebutan atau istilah untuk buah pertama bagi tanaman itu magori. Keruan saja jika kita membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia tak akan menemukan lema magori itu. Kepala Pusat Pembinaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Profesor Dr. Ghufran Ali Ibrahim, M.S. mencetuskan kata magori ketika berdiskusi dengan para wartawan Majalah Trubus pada Senin 27 Maret 2017.

Diskusi berlangsung santai di ruang rapat lantai dua kantor Majalah Trubus. Ghufran dan rekan tengah menyelenggarakan Safari Bahasa. Mereka mengunjungi kantor-kantor media massa untuk berdiskusi mengenai penggunaan bahasa Indonesia dalam penulisan berita. Pada kesempatan itu Ghufran juga mencetuskan kata salatan yang bermakna buah sela. Lazimnya pohon mangga berbuah pada September—Desember. Namun, kadang-kadang pada Juni pohon berbuah.

Dengan demikian pohon berbuah dua kali dalam setahun. Buah hasil panen pada Juni itu disebut salatan yang berarti buah sela. Kedua kata itu, magori dan salatan, berasal dari bahasa Ternate, Provinsi Maluku Utara. Media massa memang berpeluang menciptakan kata-kata baru. Kata baru itu antara lain dengan menyerap kata dari bahasa daerah seperti magori dan salatan. Nama Trubus yang berarti tunas tanaman itu juga serapan dari bahasa daerah.

Dalam teori ekologi bahasa, Einer Haugen menyebutkan bahwa bahasa hidup, tidak statis, dapat berubah, tumbuh dan berkembang sesuai dengan kebutuhan. Sebagai media pertanian, keruan saja Majalah Trubus sangat memerlukan kata yang mampu menggambarkan aktivitas agribisnis dari hulu hingga hilir. Magori dan salatan memenuhi kriteria itu. Dahulu sebelum 1990 kata tabulampot masih asing. Frekuensi penggunaan kata tabulampot yang tinggi di Majalah Trubus menyebabkan kata itu kini mulai dikenal luas.

Kata tabulampot itu pada edisi Mei 2017 antara lain muncul pada tulisan pamelo. Trubus mengulas keberadaan pamelo merah yang fenomenal. Sebab selama ini buah pamelo berkulit hijau. Trubus menemukan pamelo merah yang manis di sebuah nurseri di Thailand pada tahun lalu. Para reporter mengembangkan informasi awal itu dengan menghubungi beberapa narasumber kunci. Laporan dari Thailand itu menjadi topik bersamaan dengan laporan khusus mengenai penggemukan kambing menjelang Idul Adha. Selamat menikmati sajian terbaik kami.***

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software