Saat Jakarta Berpesta Bunga

Filed in Majalah, Tanaman hias by on 09/09/2019

Pelaminan berhiaskan 24.000 kuntum mawar berwarna putih, merah mda, dan kuning pada pagelaran Gebyar Bunga 2019 di Pasar Rawabelong, Jakarta, Barat.

 

Rangkaian bunga berbagai gaya menyemarakkan suasana.

Ketua tim penggerak PKK DKI Jakarta, Fery Farhati Ganis (berkebaya putih) saat pengumuman rekor MURI.

Usai Idul Adha lazimnya banyak pasangan melangsungkan pernikahan. Masyarakat percaya itu bulan baik untuk berjanji sehidup semati. Enang Suryana dan rekan memberikan inspirasi desain pelaminan yang tak biasa. Tinggi pelaminan 4,5 m dan panjang 14 m tampak megah. Penampilannya indah berhiaskan 24.000 kuntum mawar berwarna putih, merah muda, dan kuning. Setiap kuntum tersusun apik dan rapi.

Pelaminan bertabur mawar itu menjadi daya tarik utama pada pagelaran Gebyar Bunga 2019 di Pasar Rawabelong, Jakarta, Barat. Ratusan pengunjung antre berswafoto di pelaminan itu. Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menabalkannya sebagai pelaminan dengan hiasan mawar terbanyak. Enang Suryana memimpin pemasangan kerangka pelaminan.

Bunga meja

Selanjutnya Enang dan tim meletakkan floral foam sebagai bantalan bunga, lalu menancapkan satu per satu kuntum mawar. Mereka juga menyisipkan daun ruskus untuk memberikan kesan segar. Itu bukan satu-satunya primadona acara Inovasi Kewirausahaan Florikultura di Era Milenial. Beragam lomba seperti pemilihan putri bunga Jakarta, merangkai bunga meja, dan merangkai bunga papan turut memeriahkan acara.

Para pemenang Putri Bunga Jakarta pada Gebyar Bunga 2019 di Pasar Rawabelong, Jakarta, Barat.

Pada kontes putri bunga, Desy Asnawati, menjadi juara pertama. Desy menyisihkan 31 peserta dari 6 daerah tingkat dua di DKI Jakarta. Perangkai bunga dari Rawabelong, Apri, memenangi lomba merangkai bunga meja. Tim juri yang terdiri atas Wati Mutia (kepala UPT Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Pertanian), Sindhunata dan Wendy Mandik, AIFD CFD (Ikatan Perangkai Bunga Indonesia), dan Andari Titisari (Trubus) mengukuhkan karya Apri sebagai pemenang.

Pemenang lomba bunga papan pada Gebyar Bunga 2019 di Pasar Rawabelong, Jakarta, Barat.

Dalam lomba itu perangkai hanya menggunakan bunga mawar dengan persentase 40% dari total rangkaian. Sementara persentase flora lain dan wadah sekaligus aksesori masing-masing 35% dan 25%. Total biaya rangkaian maksimal Rp350.000, termasuk nilai wadah dan aksesori. Panitia memberikan waktu maksimal 1 jam kepada perangkai untuk menyelesaikan rangkaian

Juara ke-1 lomba merangkai bunga pada Gebyar Bunga 2019 di Pasar Rawabelong, Jakarta, Barat.

Menurut Sindhunata rangkaian meja bikinan Apri paling mewakili unsur milenial di antara peserta lain. Apri juga kreatif menyusun beragam flora menjadi satu kesatuan yang indah. Ia membuat rangkaian bergaya modern itu dengan menggunakan rangka kayu. Apri lantas menghias rangka itu dengan beragam flora seperti mawar, anthurium, aster, asparagus bintang, dan paku-pakuan. Kain putih di dasar rangkaian mempermanis penampilan.



Adapun pemilik Romace Florist, Tuti, memenangi lomba bunga papan. Kreativitas Tuti menyajikan bunga papan berkesan milenial cukup unik. Ia menyemprotkan cat perak pada bunga balon untuk mempercantik rangkaian. Desain rangkaian yang mengusung warna biru kuning itu juga elok. Tuti pun jeli memadupadankan warna-warni bunga dengan warna tulisan. Pantas saja jika tim juri mengganjarnya dengan nilai tertingi.

Meriah

Kegiatan selama 3 hari itu berkat kerja sama Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, Ikatan Putri Bunga Jakarta, PT Trubus Cipta Swadaya, dan tim penggerak PKK DKI Jakarta. Menurut ketua tim penggerak PKK DKI Jakarta, Fery Farhati Ganis, gebyar bunga ajang mempromosikan Pasar Bunga Rawabelong sebagai destinasi wisata di Jakarta. “Pasar Bunga Rawabelong menyediakan beragam jenis bunga sehingga banyak wisatawan yang tertarik untuk berkunjung,” kata Fery.

Rangkaian ikebana aliran ichiyo karya Indra Julika pada acara pembukaan pameran Ikebana pada 26 Juli 2019.

Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) juga mengadakan lomba merangkai bunga di Jakarta Design Center pada 30—31 Juli 2019. Ketua panitia, Grace Yanuar menuturkan acara terselenggara berkat kerja sama IPBI dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Kami mengusung tema lomba tren internasional nuansa Nusantara untuk persaingan pasar digital,” kata Grace.

Juara 1 lomba tren internasional nuansa Nusantara untuk persaingan pasar digital yang diadakan oleh Ikatan Perangkai Bunga Indonesia.

Peserta dituntut menghadirkan rangkaian modern dan bernapaskan Nusantara. Ada 3 kriteria rangkaian yang dilombakan yakni rangkaian meja untuk jamuan makan malam informal empat orang, presentation bouquet, dan boutonniere yakni sejenis korsase yang diselipkan pada jas. Panitia mewajibkan peserta lomba antara lain warga negara Indonesia, memiliki sertifikat kompetensi dari LSK atau lembaga yang diakui pemerintah, atau mempunyai 10 sertifikat lokakarya.

Juara 2 lomba tren internasional nuansa Nusantara untuk persaingan pasar digital yang diadakan oleh Ikatan Perangkai Bunga Indonesia.

Tim juri mengukuhkan Aldi, perangkai bunga dari Bogor, Jawa Barat, sebagai juara pertama. Aldi membuat rangkaian yang terinspirasi dari gunungan wayang kulit. Menurut Harijanto Setiawan, anggota juri dan desainer bunga dari Singapura, rangkaian karya Aldi tampil sempurna berkat konsistensi. Aldi menggunakan beragam flora yang mempunyai bentuk selaras dengan bentuk gunungan. Ia memakai bunga-bunga berwarna mencolok sehingga rangkaian tampak hidup.

Juara 3 lomba tren internasional nuansa Nusantara untuk persaingan pasar digital yang diadakan oleh Ikatan Perangkai Bunga Indonesia.

Yang menarik, Aldi memanfaatkan batang pisang sebagai media untuk menancapkan flora. “Batang pisang lazim digunakan untuk media penancapan wayang kulit selama pagelaran berlangsung,” katanya. Buket buatan Aldi juga tampil cantik. Penampilannya selaras dengan rangkaian meja makan yang dibuat. Begitu pula dengan boutonniere yang dibuat sesuai dengan kriteria yang ditentukan juri.

Kisah Sungai Merana

Ikebana aliran ohara karya Andajani Trahaju

Pembukaan Pameran ikebana yang berlangsung di museum nasional, Jakarta Pusat, berlangsung meriah. Acara itu menampilkan beragam aliran ikebana seperti ikenobo, misho—ryu, koryu, sogetsu, ohara, ichiyo, dan shofukadokai. Semua perangkai menampilkan rangkaian terbaik. Sebut saja Andajani Trahaju yang menampilkan ikebana aliran ohara. Andajani memilih gaya sculptural arrangement untuk menceritakan kondisi sungai di tanah air yang memprihatinkan.

Lewat rangkaian itu Andajani mengangkat dilema sosial yang terjadi di kehidupan masyarakat. “Pemandangan tepi sungai yang seharusnya jernih dan asri menjadi kurang elok dengan kehadiran sampah-sampah plastik,” kata Andajani. Pada rangkaian itu ia memilih batang kayu mati, bromelia, anggrek, dan tillandsia sebagai materi rangkaian.

Ikebana aliran ohara juga menjadi pilihan Hollywinarni Jamihardja. Rangkaian karya Holly begitu unik. Ia menata cangkang-cangkang telur plastik yang sudah diwarnai putih pada kumparan kawat yang disangga kaca akrilik. Ia lantas meletakkan setangkai bunga anthurium merah yang kontras dengan warna cangkang.

Rangkaikan ikebana aliran ichiyo milik Indra Yulika juga tak kalah cantik. Indra memanfaatkan potongan bambu sebagai struktur rangkain. Selanjutnya, ia menghias dengan bunga lili dan lembaran akar. Sementara Lie Mei Shien dan Felicia Cendra Lim JunSui masing-masing memilih rangkaian ikebana ikenobo bergaya misho-ryu dan ikebana shofukadokai.

Pembukaan acara merangkai bunga asal Jepang yang berlangsung pada 26 Juli 2019 itu mendapat apresiasi hangat dari istri wakil presiden Republik Indonesia, Mufidah Kalla. Sejumlah perangkai ikebana mengaku bangga bisa turut serta dalam kegiatan yang melibatkan sejumlah perangkai ikebana di Indonesia. (Andari Titisari)

Tags: , , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software